INSTITUT TEKNOLOGI SUMATERA
Institut Teknologi Sumatera, disingkat ITERA, adalah sebuah perguruan tinggi negeri yang terdapat di Provinsi Lampung di Pulau Sumatra . Lokasinya berada di antara wilayah Kabupaten Lampung Selatan dengan Kota Bandar Lampung. ITERA didirikan berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 124 Tahun 2014 tentang Pendirian Institut Teknologi Sumatera (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 253) yang ditetapkan Presiden Republik Indonesia Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono pada tanggal 6 Oktober 2014 dan diundangkan tanggal 9 Oktober 2014. Walaupun peresmiannya dilaksanakan pada tahun 2014, tetapi ITERA sudah memulai kegiatan akademik dengan menerima mahasiswa baru sejak tahun 2012-2013. Selain ITB dan ITS, dengan dibukanya ITERA dan ITK, maka pemerintah Indonesia memiliki empat institut teknologi.
Dalam konteks strategi utama pelaksanaan Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonom Indonesia (MP3EI), peran sumberdaya manusia yang berpendidikan menjadi kunci utama dalam mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkesinambungan. Oleh karena itu, tujuan utama di dalam sistem pendidikan dan pelatihan untuk mendukung hal tersebut di atas haruslah bisa menciptakan sumberdaya manusia yang mampu beradaptasi dengan cepat terhadap perkembangan sains dan teknologi. Upaya percepatan pembangunan nasional, khususnya dalam bidang sains, teknologi dan seni, memerlukan kesiapan penyediaan sumberdaya manusia yang unggul. Untuk itu, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan memiliki program pendirian institut teknologi negeri di Pulau Sumatra.
- SEJARAH
- VISI MISI & TUJUAN ITERA
- ARTI LAMBANG ITERA
- TUGAS & FUNGSI
- LOKASI ITERA
- STRUKTUR ORGANISASI
- RENSTRA ITERA
PENDIRIAN INSTITUT TEKNOLOGI SUMATERA
Pada tanggal 6 Oktober 2014, Presiden Republik Indonesia melalui Peraturan Presiden telah meresmikan Institut Teknologi Sumatera (ITERA) di Kabupaten Lampung Selatan dan Institut Teknologi Kalimantan (ITK) di Balikpapan sebagai Perguruan Tinggi Negeri. ITERA dirintis pendiriannya dan akan dikembangkan serta dibina oleh Institut Teknologi Bandung (ITB) selama 10 tahun kedepan dengan kualitas minimal setara dengan ITB. Program studi yang diselenggarakan oleh Institut Teknologi Sumatera adalah untuk pemenuhan kebutuhan tenaga sarjana di Indonesia, khusunya di Sumatera.
Sebelum diresmikannya ITERA dan ITK sebagai perguruan tinggi negeri, di Indonesia hanya memiliki 2 (dua) Institut Teknologi yang diunggulkan, yaitu Institut Teknologi Bandung (ITB), dan Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya; kedua institut tersebut terletak di Pulau Jawa. Di satu sisi, kedua perguruan tinggi tersebut saat ini kapasitasnya sudah melebihi daya tampung maksimalnya, sedang di sisi lain, kebutuhan akan lulusan dari institut teknologi di tingkat nasional semakin meningkat. Atas dasar kebutuhan tersebut, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan memutuskan untuk menambah jumlah institut teknologi di Indonesia, dalam rangka peningkatan dan pemerataan kualitas SDM pada tingkat nasional.
Sehubungan hal tersebut, pemerintah merencanakan pendirian Institut Teknologi di Sumatera dan di Kalimantan. Institut Teknologi di Sumatera akan dirintis pendiriannya serta dikembangkan dan dibina oleh Institut Teknologi Bandung (ITB) dengan kualitas minimal setara dengan ITB. Pembangunan sebuah Institut Teknologi di Sumatera juga dikaitkan dengan Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonom Indonesia (MP3EI). Disebutkan dalam dokumen MP3EI bahwa salah satu prinsip dasar bagi keberhasilan pembangunan adalah produktivitas, inovasi, dan kreatifitas yang didorong oleh Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK), dan ini dipandang sebagai salah satu pilar perubahan. Dalam kaitan ini, pengembangan SDM yang unggul, berkualitas, menguasai IPTEK, sekaligus memiliki karakter kewirausahaan yang baik menjadi sangatlah penting.
Peningkatan kemampuan SDM dan IPTEK nasional menjadi salah satu dari 3 (tiga) strategi utama pelaksanaan MP3EI. Hal ini dikarenakan pada era ekonomi berbasis pengetahuan, mesin pertumbuhan ekonomi sangat bergantung pada kapitalisasi hasil penemuan menjadi produk inovasi. Salah satu kunci keberhasilan pelaksanaan MP3EI tergantung pada upaya cerdas dan efektif para aktor inovasi dari unsur akademisi/peneliti, dunia usaha/industri, masyarakat, legislator, dan pemerintah. Beberapa pemikiran berikut harus diupayakan dalam perencanaan dan pemanfaatan secara cerdas potensi anak bangsa dalam rangka membangun Indonesia maju dan bermartabat, antara lain:
- Menciptakan SDM yang memiliki kompetensi, berkepribadian luhur, berharkat dan bermartabat melalui pendidikan sains teknologi, pranata sosial dan humaniora yang berkualitas;
- Optimalisasi sumber daya manusia berpendidikan S2 dan S3 yang telah ada, dan menambah 7.000-10.000 Ph.D di bidang sains dan teknologi secara bertahap dan terencana;
- Pengadaan laboratorium berstandar international baik di bidang ilmu-ilmu dasar maupun terapan di perguruan tinggi, lembaga litbang LPK dan LPNK serta pusat riset swasta, untuk kepentingan kemakmuran bangsa;
- Kerjasama internasional yang mendorong pemahaman dan penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi serta pemanfaatan berbagai best practices yang sudah dikembangkan di berbagai negara.
Potensi sumber daya energi Wilayah Sumatera seperti minyak bumi, gas bumi, batubara dan panas bumi terdapatnya tersebar dan berlimpah merupakan modal dasar dalam mewujudkan Sumatera sebagai Lumbung Energi khususnya melalui Pembangunan Ketenagalistrikan dan penyediaan energi bahan bakar dan industri. Seperti yang terlihat pada gambar di bawah ini, semua menjelaskan betapa berpotensinya wilayah Sumatera pada kandungan Sumber daya alam tersebut.
Sentra Produksi dan Pengolahan Hasil Bumi dan Lumbung Energi Nasional
Distribusi Potensi Sumber daya Minyak di wilayah Sumatera
Dalam konteks strategi utama pelaksanaan MP3EI, peran sumberdaya manusia yang berpendidikan menjadi kunci utama dalam mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkesinambungan. Oleh karena itu, tujuan utama di dalam sistem pendidikan dan pelatihan untuk mendukung hal tersebut di atas haruslah bisa menciptakan sumberdaya manusia yang mampu beradaptasi dengan cepat terhadap perkembangan sains dan teknologi. Upaya percepatan pembangunan nasional, khususnya dalam bidang sains, teknologi dan seni, memerlukan kesiapan penyediaan sumberdaya manusia yang unggul.
Untuk itu, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan memiliki program pendirian institut teknologi negeri di Sumatera. Penyusunan proposal pendirian telah dilakukan pada tahun 2011. Institut Teknologi di Sumatera tersebut telah ditetapkan akan berlokasi di Kota Baru, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung (SK Mendikbud No.060/P/2012). Status penyelenggaraan perguruan tinggi tersebut akan ditetapkan melalui Keputusan Presiden. Berkenaan dengan rencana tersebut, berdasarkan penugasan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan maka pada tahap awal (sambil menunggu selesainya pembangunan infrastruktur kampus), pengembangan dan penyelenggaraan akan dilaksanakan oleh Institut Teknologi Bandung (ITB) yang bekerjasama dengan seluruh Pemerintah Propinsi di Sumatera.
Fakultas dan Program Studi
Saat ini ITERA telah memiliki 41 (empat puluh satu) Program studi Sarjana dan 1 (satu) Program Magister yang dinaungi oleh 3 Fakultas yaitu (1) Fakultas Sains, (2) Fakultas Teknologi Infrastruktur dan Kewilayahan dan (3) Fakultas Teknologi Industri. Guna menjawab kebutuhan akan pengembangan teknologi dan inovasi dalam lingkup lokal, regional sampai dengan nasional maka saat ini ITERA telah memiliki sebanyak 41 Program Studi (PS) sarjana dengan 1 Program Magister.
Adapun ke 41 Program studi Sarjana dan 1 Program Magister yang dimiliki oleh ITERA saat ini adalah sebagai berikut:
Fakultas Sains
| No | Jenjang Pendidikan | Program Studi (Strata-1) | Aktif | Tidak Aktif | Jumlah Lulus Hingga 2026 |
|---|---|---|---|---|---|
| 1 | Strata 1 – Sarjana | Fisika | 176 | 95 | 318 |
| 2 | Â | Matematika | 403 | 107 | 439 |
| 3 | Â | Biologi | 376 | 89 | 279 |
| 4 | Â | Kimia | 376 | 76 | 360 |
| 5 | Â | Farmasi | 906 | 93 | 612 |
| 6 | Â | Sains Atmosfer dan Keplanetan | 411 | 74 | 272 |
| 7 | Â | Sains Aktuaria | 676 | 85 | 247 |
| 8 | Â | Sains Data | 648 | 67 | 225 |
| 9 | Â | Sains Lingkungan Kelautan | 284 | 25 | 70 |
| 10 | Strata 2 – Magister | Fisika | 5 | 10 | 23 |
Fakultas Teknologi Infrastruktur dan Kewilayahan
| No | Jenjang Pendidikan | Program Studi | Aktif | Tidak Aktif | Jumlah Lulus Hingga 2026 |
|---|---|---|---|---|---|
| 1 | Strata 1 – Sarjana | Teknik Sipil | 1033 | 353 | 1047 |
| 2 | Â | Perencanaan Wilayah dan Kota | 895 | 264 | 1237 |
| 3 | Â | Arsitektur | 683 | 172 | 841 |
| 4 | Â | Teknik Lingkungan | 692 | 163 | 683 |
| 5 | Â | Teknik Geomatika | 607 | 158 | 746 |
| 6 | Â | Teknik Kelautan | 487 | 130 | 311 |
| 7 | Â | Desain Komunikasi Visual | 651 | 80 | 350 |
| 8 | Â | Arsitektur Lanskap | 394 | 50 | 255 |
| 9 | Â | Teknik Perkeretaapian | 481 | 45 | 136 |
| 10 | Â | Rekayasa Tata Kelola Air Terpadu | 297 | 19 | 15 |
| 11 | Â | Pariwisata | 264 | 6 | Â |
Fakultas Teknologi Industri
| No | Jenjang Pendidikan | Program Studi | Aktif | Tidak Aktif | Jumlah Lulus Hingga 2026 |
|---|---|---|---|---|---|
| 1 | Strata 1 – Sarjana | Teknik Informatika | 1110 | 418 | 960 |
| 2 | Â | Teknik Elektro | 829 | 299 | 741 |
| 3 | Â | Teknik Telekomunikasi | 575 | 82 | 189 |
| 4 | Â | Teknik Sistem Energi | 435 | 57 | 197 |
| 5 | Â | Teknik Fisika | 302 | 42 | 170 |
| 6 | Â | Teknik Biomedis | 674 | 92 | 224 |
| 7 | Â | Teknik Kimia | 671 | 105 | 444 |
| 8 | Â | Teknolgi Pangan | 642 | 82 | 461 |
| 9 | Â | Teknologi Industri Pertanian | 647 | 100 | 219 |
| 10 | Â | Teknik Biosistem | 424 | 76 | 246 |
| 11 | Â | Rekayasa Kehutanan | 592 | 61 | 184 |
| 12 | Â | Teknik Geofisika | 858 | 230 | 924 |
| 13 | Â | Teknik Industri | 784 | 190 | 616 |
| 14 | Â | Teknik Geologi | 597 | 150 | 452 |
| 15 | Â | Teknik Mesin | 634 | 193 | 395 |
| 16 | Â | Teknik Pertambangan | 994 | 139 | 419 |
| 17 | Â | Teknik Material | 533 | 65 | 207 |
| 18 | Â | Rekayasa Instrumentasi dan Automasi | 358 | 22 | 2 |
| 19 | Â | Rekayasa Kosmetik | 442 | 15 | 9 |
| 20 | Â | Rekayasa Olahraga | 172 | 4 | Â |
| 21 | Â | Rekayasa Minyak dan Gas | 462 | 25 | 5 |
Fakultas Sains
Fakultas Sains adalah salah satu Fakultas di ITERA yang melaksanakan kegiatan Tridharma Perguruan Tinggi, yaitu pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, khususnya dalam bidang Sains dasar, sains terapan, data, aktuaria, atmosfer-kelautan.
Sampai dengan tahun akademik 2026/2027 jumlah mahasiswa yang masih aktif di Fakultas Sains sebanyak 4.982 mahasiswa yang terbagi 4.261 mahasiswa aktif dan 721 mahasiswa tidak aktif. Dengan di dukung Dosen sebanyak 195 orang, tenaga kependidikan administrasi sebanyak 18 orang dan tenaga kependidikan laboran 21 orang. Tenaga kependidikan laboran merupakan sumber daya manusia yang mengelola Laboran Fakultas. Berikut adalah data mahasiswa aktif yang tengah menempuh pendidikan di Fakultas Sains.
| No | Program Studi | Jumlah Dosen | Jumlah Mahasiswa Aktif |
|---|---|---|---|
| 1 | Fisika | 21 | 172 |
| 2 | Matematika | 16 | 403 |
| 3 | Biologi | 21 | 364 |
| 4 | Kimia | 21 | 375 |
| 5 | Farmasi | 34 | 887 |
| 6 | Sains Atmosfir dan Keplanetan | 16 | 409 |
| 7 | Sains Aktuaria | 23 | 673 |
| 8 | Sains Lingkungan dan Kelautan | 10 | 266 |
| 9 | Sains Data | 23 | 644 |
| Total | 190 | 4.193 | |
| No | Program Studi | Jumlah Dosen | Jumlah Mahasiswa Aktif |
|---|---|---|---|
| 1 | Fisika Program Magister | 5 | 12 |
Mahasiswa ITERA berasal dari berbagai daerah di Indonesia, terutama Pulau Sumatera. Saat ini, populasi terbesar mahasiswa ITERA berasal dari Provinsi Lampung, Sumatera Utara, dan Sumatera Selatan. Namun, dari tahun ke tahun sudah semakin banyak mahasiswa ITERA yang berasal dari Pulau Jawa, hingga ke bagian timur.
Fakultas Teknologi Infrastruktur dan Kewilayahan
Fakultas Teknologi Infrastruktur dan Kewilayahan adalah salah satu Fakultas di ITERA yang melaksanakan kegiatan Tridharma Perguruan Tinggi, yaitu pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, khususnya dalam bidang Infrastruktur, wilayah, arsitektur, transportasi, lingkungan binaan.
Sampai dengan tahun akademik 2026/2027 jumlah mahasiswa yang masih aktif di JTIK sebanyak 7.924 mahasiswa yang terbagi 6.484 mahasiswa aktif dan 1.440 mahasiswa tidak aktif. Dengan di dukung Dosen sebanyak 224 orang, tenaga kependidikan administrasi sebanyak 22 orang dan tenaga kependidikan laboran 11 orang Tenaga kependidikan laboran merupakan sumber daya manusia yang mengelola Laboran Fakultas. Berikut adalah data mahasiswa aktif yang tengah menempuh pendidikan di Fakultas Teknologi Infrastruktur dan Kewilayahan.
| No | Program Studi | Jumlah Dosen | Jumlah Mahasiswa Aktif |
|---|---|---|---|
| 1 | Arsitektur | 30 | 683 |
| 2 | Arsitektur Lanskap | 14 | 394 |
| 3 | Desain Komunikasi Visual | 16 | 651 |
| 4 | Pariwisata | 14 | 264 |
| 5 | Perencanaan Wilayah dan Kota | 38 | 896 |
| 6 | Rekayasa Tata Kelola Air Terpadu | 7 | 297 |
| 7 | Teknik Geomatika | 25 | 608 |
| 8 | Teknik Kelautan | 13 | 487 |
| 9 | Teknik Lingkungan | 27 | 692 |
| 10 | Teknik Perkeretaapian | 10 | 483 |
| 11 | Teknik Sipil | 31 | 1036 |
| Total | 225 | 6.491 | |
Fakultas Teknologi Produksi dan Industri
Fakultas Teknologi Produksi dan Industri adalah salah satu Fakultas di ITERA yang melaksanakan kegiatan Tridharma Perguruan Tinggi, yaitu pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, khususnya dalam bidang Industri, manufaktur, elektro, informatika, material, instrumentasi, energi, tambang, kosmetik, olahraga, dan pangan.
Sampai dengan tahun akademik 2026/2027 jumlah mahasiswa yang masih aktif di JTPI sebanyak 15.182 mahasiswa yang terbagi 12.735 mahasiswa aktif dan 2.447 mahasiswa tidak aktif. Dengan di dukung Dosen sebanyak 347 orang, tenaga kependidikan administrasi sebanyak 29 orang dan tenaga kependidikan laboran 24 orang. Tenaga kependidikan laboran merupakan sumber daya manusia yang mengelola Laboran Fakultas. Berikut adalah data mahasiswa aktif yang tengah menempuh pendidikan di JTPI.
| No | Program Studi | Jumlah Dosen | Jumlah Mahasiswa Aktif |
|---|---|---|---|
| 1 | Rekayasa Instrumentasi Dan Automasi | 13 | 359 |
| 2 | Rekayasa Kehutanan | 17 | 592 |
| 3 | Rekayasa Keolahragaan | 9 | 172 |
| 4 | Rekayasa Kosmetik | 15 | 443 |
| 5 | Rekayasa Minyak Dan Gas | 8 | 464 |
| 6 | Teknik Biomedis | 18 | 684 |
| 7 | Teknik Biosistem | 15 | 430 |
| 8 | Teknik Elektro | 21 | 835 |
| 9 | Teknik Fisika | 12 | 302 |
| 10 | Teknik Geofisika | 24 | 892 |
| 11 | Teknik Geologi | 17 | 612 |
| 12 | Teknik Industri | 24 | 797 |
| 13 | Teknik Informatika | 27 | 1135 |
| 14 | Teknik Kimia | 23 | 689 |
| 15 | Teknik Material | 13 | 535 |
| 16 | Teknik Mesin | 13 | 638 |
| 17 | Teknik Pertambangan | 18 | 1008 |
| 18 | Teknik Sistem Energi | 12 | 444 |
| 19 | Teknik Telekomunikasi | 10 | 581 |
| 20 | Teknologi Industri Pertanian | 22 | 651 |
| 21 | Teknologi Pangan | 15 | 648 |
| JUMLAH | 346 | 12911 | |
Biro Akademik, Perencanaan, dan Umum
Biro Akademik, Perencanaan, dan Umum mempunyai tugas melaksanakan pelayanan di bidang akademik, kemahasiswaan, dan alumni serta urusan perencanaan, keuangan, dan umum.
fungsi:
- pelaksanaan layanan administrasi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat;
- evaluasi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat;
- pengelolaan data dan sarana akademik;
- pelaksanaan layanan pembinaan minat, bakat, dan kesejahteraan Mahasiswa;
- pengelolaan data kemahasiswaan dan alumni;
- fasilitasi kegiatan kemahasiswaan dan alumni;
- penyusunan rencana, program, dan anggaran;
- pemantauan dan evaluasi pelaksanaan program dan anggaran;
- pelaksanaan urusan keuangan;
- pelaksanaan urusan hukum;
- pelaksanaan urusan organisasi dan ketatalaksanaan;
- pelaksanaan urusan kepegawaian;
- pelaksanaan urusan ketatausahaan;
- pelaksanaan urusan keprotokolan;
- pengelolaan barang milik negara;
- pelaksanaan urusan kerumahtanggaan;
- pelaksanaan koordinasi dan administrasi kerja sama; dan
- pelaksanaan urusan hubungan Masyarakat.
Biro Akademik, Perencanaan, dan Umum terdiri atas:
- Bagian Akademik dan Umum; dan
- kelompok jabatan fungsional.
Bagian Akademik dan Umum mempunyai tugas melaksanakan layanan administrasi dan evaluasi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, pengelolaan data dan sarana akademik, serta urusan ketatausahaan, keprotokolan, dan kerumahtanggaan Itera. Bagian Akademik dan Umum menyelenggarakan fungsi:
- pelaksanaan layanan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat;
- pelaksanaan evaluasi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat;
- pelaksanaan registrasi Mahasiswa dan statistik akademik;
- pengelolaan data dan sarana akademik;
- pelaksanaan urusan ketatausahaan dan dokumentasi;
- pelaksanaan urusan keprotokolan dan layanan pimpinan;
- pelaksanaan urusan kerumahtanggaan; dan
- pengelolaan sarana dan prasarana.
Lembaga
Lembaga merupakan unsur pelaksana akademik dan unsur penjaminan mutu yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Rektor. Lembaga dipimpin oleh kepala lembaga dalam melaksanakan tugas dibantu oleh sekretaris lembaga. Terdiri atas:
- Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat
- Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pembelajaran.
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat terdiri dari Kepala, sekretaris pusat Subbagian Umum dan kelompok jabatan fungsional. Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat mempunyai tugas melaksanakan koordinasi, pelaksanaan, pemantauan, dan evaluasi kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Dalam melaksanakan tugas Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat menyelenggarakan fungsi:
- penyusunan rencana, program, dan anggaran
- pelaksanaan penelitian ilmiah murni dan terapan
- pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat
- koordinasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat
- pelaksanaan penyebarluasan dan publikasi hasil penelitian dan pengabdian kepada masyarakat
- pelaksanaan penyiapan bahan kerja sama dan hubungan masyarakat di bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat
- pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat
- pelaksanaan urusan administrasi.
Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pembelajaran
Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pembelajaran terdiri atas kepala, sekretaris, pusat, Subbagian Umum dan kelompok jabatan fungsional. mempunyai tugas melaksanakan koordinasi, pelaksanaan, pemantauan, dan evaluasi kegiatan penjaminan mutu dan pengembangan pembelajaran.
Dalam melaksanakan tugas Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pembelajaran menyelenggarakan fungsi:
- penyusunan rencana, program, dan anggaran
- pelaksanaan pengembangan sistem penjaminan mutu pendidikan
- pelaksanaan penjaminan mutu pendidikan
- pelaksanaan fasilitasi peningkatan mutu pendidikan
- pelaksanaan peningkatan dan pengembangan pembelajaran
- koordinasi pelaksanaan kegiatan penjaminan mutu pendidikan serta peningkatan dan pengembangan pembelajaran
- pelaksanaan penyiapan bahan kerja sama di bidang penjaminan mutu pendidikan dan pengembangan pembelajaran
- pemantauan dan evaluasi penjaminan mutu pendidikan dan pengembangan pembelajaran
- pelaksanaan urusan administrasi pengembangan pembelajaran.
Unit Penunjang Akademik
Unit penunjang akademik merupakan unsur penunjang akademik di lingkungan Itera. Unit penunjang akademik sebagaimana dimaksud terdiri atas;
a. Unit Penunjang Akademik Perpustakaan
Menyelenggarakan fungsi:
- penyusunan rencana, program, dan anggaran;
- penyusunan rencana kebutuhan dan penyediaan bahan pustaka;
- pengolahan bahan pustaka;
- pemberian layanan dan pendayagunaan bahan pustaka;
- pemeliharaan dan perawatan bahan pustaka; dan
- pelaksanaan urusan tata usaha.
b. Teknologi Informasi dan Komunikasi
Unit Penunjang Akademik Teknologi Informasi dan Komunikasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan, pengelolaan, dan pemberian layanan teknologi informasi dan komunikasi, serta pengelolaan sistem informasi dan jaringan. Unit Penunjang Akademik Teknologi Informasi dan Komunikasi menyelenggarakan fungsi:
- penyusunan rencana, program, dan anggaran
- pengembangan dan pengelolaan teknologi informasi dan komunikasi
- pemberian layanan di bidang teknologi informasi dan komunikasi
- pengembangan dan pengelolaan sistem informasi;
- pengembangan dan pengelolaan jaringan;
- pemeliharaan dan perbaikan jaringan; dan
- pelaksanaan urusan tata usaha.
c. Bahasa
Unit Penunjang Akademik Bahasa merupakan unit penunjang akademik di bidang kebahasaan. Unit Penunjang Akademik Bahasa mempunyai tugas melaksanakan pengembangan pembelajaran, peningkatan kemampuan, dan pelayanan uji kemampuan bahasa. Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud Unit Penunjang Akademik Bahasa menyelenggarakan fungsi:
- penyusunan rencana, program, dan anggaran
- pengembangan pembelajaran bahasa
- peningkatan kemampuan bahasa
- pelayanan uji kemampuan bahasa
- pelaksanaan urusan tata usaha.
d. Konservasi Flora Sumatera
Unit Penunjang Akademik Konservasi Flora Sumatera merupakan unit penunjang akademik di bidang konservasi flora sumatera. Unit Penunjang Akademik Konservasi Flora Sumatera terdiri atas kepala dan kelompok jabatan fungsional. Unit Penunjang Akademik Konservasi Flora Sumatera mempunyai tugas melaksanakan konservasi flora sumatera untuk program pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud Unit Penunjang Akademik Konservasi Flora Sumatera menyelenggarakan fungsi:
- penyusunan rencana, program, dan anggaran
- identifikasi flora Sumatera
- pengelolaan flora sumatera untuk program pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat
- pelindungan flora sumatera untuk program pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat
- peningkatan kemampuan konservasi flora sumatera untuk program pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat
- pelaksanaan layanan konservasi flora sumatera untuk program pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat
- pelaksanaan urusan tata usaha.
e. Laboratorium Terpadu
Unit Penunjang Akademik Laboratorium Terpadu merupakan unit penunjang akademik di bidang pengelolaan dan layanan laboratorium terpadu. Unit Penunjang Akademik Laboratorium Terpadu terdiri atas: kepala dan kelompok jabatan fungsional. Unit Penunjang Akademik Laboratorium Terpadu mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan dan layanan laboratorium terpadu. Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud Unit Penunjang Akademik Laboratorium Terpadu menyelenggarakan fungsi:
- penyusunan rencana, program, dan anggaran;
- pelaksanaan layanan laboratorium terpadu untuk program pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat
- pengelolaan laboratorium terpadu;
- pemeliharaan dan perawatan laboratorium terpadu; dan
- pelaksanaan urusan tata usaha.
Visi
Menjadi perguruan tinggi yang unggul, bermartabat, mandiri, dan diakui dunia dengan memberdayakan potensi yang ada di wilayah Sumatera dan sekitarnya.
Misi
a. Menyelenggarakan tri dharma perguruan tinggi yang berkualitas untuk menghasilkan lulusan yang unggul dan berbudi pekerti luhur;
b. Menyelenggarakan pengelolaan perguruan tinggi yang berintegritas;
c. Menyelenggarakan pengelolaan sumber daya secara professional; dan
d. Memberikan kontribusi dalam bidang ilmu pengetahuan dan/atau teknologi yang berdaya guna.
Tujuan
Memajukan, mengembangkan dan menyebar luaskan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, ilmu kemanusiaan, untuk meningkatkan kesejahteraan penduduk Sumatera khususnya, dan bangsa Indonesia sejalan dengan dinamika masyarakat Indonesia serta masyarakat dunia, dengan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai sosial, kemanusiaan, dan lingkungan melalui wahana Tridharma perguruan tinggi. Dengan penugasan ITB untuk melahirkan Institut Teknologi Sumatera (ITERA), diharapkan ITERA menjadi perguruan tinggi dengan reputasi dan yang kualitas mendekati ITB.
- ITERA memiliki lambang berbentuk Pulau Sumatera yang terdiri dari 72 (tujuh puluh dua) bujur sangkar berwarna kuning emas dan 1 (satu) bujur sangkar berwarna merah di ujung bawah menandakan kedudukan ITERA.
- 72 (tujuh puluh dua) bujur sangkar berwarna kuning emas dan 1 (satu) bujur sangkar berwarna merah yang membentuk Pulau Sumatera, memiliki makna ITERA sebagai milik seluruh provinsi di Pulau Sumatera. warna kuning emas memiliki makna keunggulan dan mutu tinggi ITERA dalam menyelenggarakan pendidikan teknologi, ilmu pengetahuan, seni, dan kemanusiaan.
- Warna merah memiliki makna keberanian dan inovasi, kepeloporan, dan ketangguhan ITERA dalam mengantarkan bangsa Indonesia di kancah dunia melalui pendidikan yang bermartabat.
Tugas ITERA
ITERA mempunyai tugas menyelenggarakan pendidikan akademik dan dapat menyelenggarakan pendidikan vokasi dalam sejumlah rumpun ilmu pengetahuan dan/atau teknologi tertentu dan jika memenuhi syarat dapat menyelenggarakan
pendidikan profesi.
Fungsi ITERA
- Pelaksanaan dan pengembangan pendidikan tinggi;
- Pelaksanaan penelitian untuk pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi;
- Pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat;
- Pelaksanaan pembinaan sivitas akademika dan
hubungannya dengan lingkungan; dan - Pelaksanaan kegiatan administratif.
Di antara wilayah Kabupaten Lampung Selatan dengan Kota Bandar Lampung
Â
Jalan Terusan Ryacudu, Way Hui, Kecamatan Jati Agung, Lampung Selatan 35365Â
Telp : (0721) 8030188,
Fax : (0721) 8030189
Email : [email protected]
(Klik nama untuk detail)
| Rektor | Prof. Dr. apt. Elfahmi, S.Si., M.Si. |
| Wakil Rektor Bidang Akademik & Kemahasiswaan | |
| Wakil Rektor Bidang Keuangan & Umum | |
| Kepala Biro Akademik Perencanaan dan Umum | Eko Feri Kurniawan, S.Si., M.Si. |
| Plt. Kepala Bagian Umum dan Akademik | Purwanto, Ak., M.M. |
| Dekan Fakultas Sains | |
| Dekan Fakultas Teknologi Infrastruktur dan Kewilayahan | Roy Candra P. Sigalingging, M.Sc., Ph. D. |
| Dekan Fakultas Teknologi Industri | Hafiz Budi Firmansyah, S.Kom., M.Sc., Ph.D. |
- SEJARAH
- VISI MISI ITERA
- ARTI LAMBANG ITERA
- TUJUAN
- TUGAS & FUNGSI
- LOKASI ITERA
- STRUKTUR ORGANISASI
- RENSTRA ITERA
PENDIRIAN INSTITUT TEKNOLOGI SUMATERA
Pada tanggal 6 Oktober 2014, Presiden Republik Indonesia melalui Peraturan Presiden telah meresmikan Institut Teknologi Sumatera (ITERA) di Kabupaten Lampung Selatan dan Institut Teknologi Kalimantan (ITK) di Balikpapan sebagai Perguruan Tinggi Negeri. ITERA dirintis pendiriannya dan akan dikembangkan serta dibina oleh Institut Teknologi Bandung (ITB) selama 10 tahun kedepan dengan kualitas minimal setara dengan ITB. Program studi yang diselenggarakan oleh Institut Teknologi Sumatera adalah untuk pemenuhan kebutuhan tenaga sarjana di Indonesia, khusunya di Sumatera.
Sebelum diresmikannya ITERA dan ITK sebagai perguruan tinggi negeri, di Indonesia hanya memiliki 2 (dua) Institut Teknologi yang diunggulkan, yaitu Institut Teknologi Bandung (ITB), dan Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya; kedua institut tersebut terletak di Pulau Jawa. Di satu sisi, kedua perguruan tinggi tersebut saat ini kapasitasnya sudah melebihi daya tampung maksimalnya, sedang di sisi lain, kebutuhan akan lulusan dari institut teknologi di tingkat nasional semakin meningkat. Atas dasar kebutuhan tersebut, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan memutuskan untuk menambah jumlah institut teknologi di Indonesia, dalam rangka peningkatan dan pemerataan kualitas SDM pada tingkat nasional.
Sehubungan hal tersebut, pemerintah merencanakan pendirian Institut Teknologi di Sumatera dan di Kalimantan. Institut Teknologi di Sumatera akan dirintis pendiriannya serta dikembangkan dan dibina oleh Institut Teknologi Bandung (ITB) dengan kualitas minimal setara dengan ITB. Pembangunan sebuah Institut Teknologi di Sumatera juga dikaitkan dengan Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonom Indonesia (MP3EI). Disebutkan dalam dokumen MP3EI bahwa salah satu prinsip dasar bagi keberhasilan pembangunan adalah produktivitas, inovasi, dan kreatifitas yang didorong oleh Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK), dan ini dipandang sebagai salah satu pilar perubahan. Dalam kaitan ini, pengembangan SDM yang unggul, berkualitas, menguasai IPTEK, sekaligus memiliki karakter kewirausahaan yang baik menjadi sangatlah penting.
Peningkatan kemampuan SDM dan IPTEK nasional menjadi salah satu dari 3 (tiga) strategi utama pelaksanaan MP3EI. Hal ini dikarenakan pada era ekonomi berbasis pengetahuan, mesin pertumbuhan ekonomi sangat bergantung pada kapitalisasi hasil penemuan menjadi produk inovasi. Salah satu kunci keberhasilan pelaksanaan MP3EI tergantung pada upaya cerdas dan efektif para aktor inovasi dari unsur akademisi/peneliti, dunia usaha/industri, masyarakat, legislator, dan pemerintah. Beberapa pemikiran berikut harus diupayakan dalam perencanaan dan pemanfaatan secara cerdas potensi anak bangsa dalam rangka membangun Indonesia maju dan bermartabat, antara lain:
- Menciptakan SDM yang memiliki kompetensi, berkepribadian luhur, berharkat dan bermartabat melalui pendidikan sains teknologi, pranata sosial dan humaniora yang berkualitas;
- Optimalisasi sumber daya manusia berpendidikan S2 dan S3 yang telah ada, dan menambah 7.000-10.000 Ph.D di bidang sains dan teknologi secara bertahap dan terencana;
- Pengadaan laboratorium berstandar international baik di bidang ilmu-ilmu dasar maupun terapan di perguruan tinggi, lembaga litbang LPK dan LPNK serta pusat riset swasta, untuk kepentingan kemakmuran bangsa;
- Kerjasama internasional yang mendorong pemahaman dan penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi serta pemanfaatan berbagai best practices yang sudah dikembangkan di berbagai negara.
Potensi sumber daya energi Wilayah Sumatera seperti minyak bumi, gas bumi, batubara dan panas bumi terdapatnya tersebar dan berlimpah merupakan modal dasar dalam mewujudkan Sumatera sebagai Lumbung Energi khususnya melalui Pembangunan Ketenagalistrikan dan penyediaan energi bahan bakar dan industri. Seperti yang terlihat pada gambar di bawah ini, semua menjelaskan betapa berpotensinya wilayah Sumatera pada kandungan Sumber daya alam tersebut.
Sentra Produksi dan Pengolahan Hasil Bumi dan Lumbung Energi Nasional
Distribusi Potensi Sumber daya Minyak di wilayah Sumatera
Dalam konteks strategi utama pelaksanaan MP3EI, peran sumberdaya manusia yang berpendidikan menjadi kunci utama dalam mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkesinambungan. Oleh karena itu, tujuan utama di dalam sistem pendidikan dan pelatihan untuk mendukung hal tersebut di atas haruslah bisa menciptakan sumberdaya manusia yang mampu beradaptasi dengan cepat terhadap perkembangan sains dan teknologi. Upaya percepatan pembangunan nasional, khususnya dalam bidang sains, teknologi dan seni, memerlukan kesiapan penyediaan sumberdaya manusia yang unggul.
Untuk itu, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan memiliki program pendirian institut teknologi negeri di Sumatera. Penyusunan proposal pendirian telah dilakukan pada tahun 2011. Institut Teknologi di Sumatera tersebut telah ditetapkan akan berlokasi di Kota Baru, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung (SK Mendikbud No.060/P/2012). Status penyelenggaraan perguruan tinggi tersebut akan ditetapkan melalui Keputusan Presiden. Berkenaan dengan rencana tersebut, berdasarkan penugasan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan maka pada tahap awal (sambil menunggu selesainya pembangunan infrastruktur kampus), pengembangan dan penyelenggaraan akan dilaksanakan oleh Institut Teknologi Bandung (ITB) yang bekerjasama dengan seluruh Pemerintah Propinsi di Sumatera.
Visi
Menjadi perguruan tinggi yang unggul, bermartabat, mandiri, dan diakui dunia, serta berkontribusi dalam perubahan yang mampu meningkatkan kesejahteraan bangsa Indonesia dan dunia dengan memberdayakan potensi yang ada di wilayah Sumatera dan sekitarnya
Misi
Berperan aktif pada pemberdayaan potensi yang ada di wilayah Sumatera khususnya, dan Indonesia serta dunia melalui keunggulan dalam pendidikan, penelitian, dan pengabdian pada masyarakat dalam bidang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan ilmu kemanusiaan.
- ITERA memiliki lambang berbentuk Pulau Sumatera yang terdiri dari 72 (tujuh puluh dua) bujur sangkar berwarna kuning emas dan 1 (satu) bujur sangkar berwarna merah di ujung bawah menandakan kedudukan ITERA.
- 72 (tujuh puluh dua) bujur sangkar berwarna kuning emas dan 1 (satu) bujur sangkar berwarna merah yang membentuk Pulau Sumatera, memiliki makna ITERA sebagai milik seluruh provinsi di Pulau Sumatera. warna kuning emas memiliki makna keunggulan dan mutu tinggi ITERA dalam menyelenggarakan pendidikan teknologi, ilmu pengetahuan, seni, dan kemanusiaan.
- Warna merah memiliki makna keberanian dan inovasi, kepeloporan, dan ketangguhan ITERA dalam mengantarkan bangsa Indonesia di kancah dunia melalui pendidikan yang bermartabat.
Tujuan
Memajukan, mengembangkan dan menyebar luaskan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, ilmu kemanusiaan, untuk meningkatkan kesejahteraan penduduk Sumatera khususnya, dan bangsa Indonesia sejalan dengan dinamika masyarakat Indonesia serta masyarakat dunia, dengan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai sosial, kemanusiaan, dan lingkungan melalui wahana Tridharma perguruan tinggi. Dengan penugasan ITB untuk melahirkan Institut Teknologi Sumatera (ITERA), diharapkan ITERA menjadi perguruan tinggi dengan reputasi dan yang kualitas mendekati ITB.
Tugas ITERA
ITERA mempunyai tugas menyelenggarakan pendidikan
akademik dan dapat menyelenggarakan pendidikan vokasi
dalam sejumlah rumpun ilmu pengetahuan dan/atau teknologi
tertentu dan jika memenuhi syarat dapat menyelenggarakan
pendidikan profesi.
Fungsi ITERA
a. pelaksanaan dan pengembangan pendidikan tinggi;
b. pelaksanaan penelitian untuk pengembangan ilmu
pengetahuan dan teknologi;
c. pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat;
d. pelaksanaan pembinaan sivitas akademika dan
hubungannya dengan lingkungan; dan
e. pelaksanaan kegiatan administratif.
Di antara wilayah Kabupaten Lampung Selatan dengan Kota Bandar Lampung
Jalan Terusan Ryacudu, Way Hui, Kecamatan Jati Agung, Lampung Selatan 35365
Â
(Klik nama untuk detail)
| Rektor | Prof. Dr. apt. Elfahmi, S.Si., M.Si. |
| Wakil Rektor Bidang Akademik & Kemahasiswaan | |
| Wakil Rektor Bidang Keuangan & Umum | |
| Kepala Biro Akademik Perencanaan dan Umum | Eko Feri Kurniawan, S.Si., M.Si. |
| Plt. Kepala Bagian Umum dan Akademik | Purwanto, Ak., M.M. |
| Dekan Fakultas Sains | |
| Dekan Fakultas Teknologi Infrastruktur dan Kewilayahan | Roy Candra P. Sigalingging, M.Sc., Ph. D. |
| Dekan Fakultas Teknologi Industri | Hafiz Budi Firmansyah, S.Kom., M.Sc., Ph.D. |



