Prodi PWK ITERA Bahas Pengembangan Kota Sehat dalam Tatanan Kenormalan Baru Melalui Seminar Online PWK Series 03

Prodi PWK ITERA Bahas Pengembangan Kota Sehat dalam Tatanan Kenormalan Baru Melalui Seminar Online PWK Series 03

  • Post author:
  • Post category:feed
Print Friendly, PDF & Email

 

Kelompok Keilmuan Perencanaan, Perancangan, dan Manajemen Kota (KK-PPMK) Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) Institut Teknologi Sumatera (ITERA) bekerjasama dengan Ikatan Mahasiswa Perencana (IMPI) Indonesia dan Himpunan Mahasiswa Perencanaan (HMP) Mandalanata ITERA menyelenggarakan Seminar Online Nasional PWK Series 03 dengan mengangkat tema “Pengembangan Kota Sehat dalam Tatanan Kenormalan Baru”, pada Rabu 02 September 2020. Seminar Online Nasional PWK Series 03 ini merupakan tahapan lanjutan dari Seminar Online Nasional Series 01 dan series 02 yang diadakan pada bulan Juli dan Agustus lalu. Seminar Online Nasional PWK Series 03 yang dilaksanakan secara daring melalui media Zoom meeting dan live streaming Youtube ini diikuti oleh lebih 400 orang peserta dari berbagai profesi dan instansi dari seluruh Indonesia.

Seminar Online Nasional PWK Series kali ini menghadirkan keynote speakers diantaranya Dr. Ir. Abdul Kamarzuki, MPM selaku Dirjen Penataan Ruang Kementrian Agraria dan Tata Ruang Republik Indonesia; Dr. Ir. Iwan Kustiwan, M.T. selaku Akademisi Perencanaan Wilayah dan Kota Institut Teknologi Bandung dan Dr. Sonny Priajaya Warouw, SKM, M.Kes selaku Tim Pembina Kota/Kabupaten Sehat Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. Adapun acara seminar ini dimoderatori oleh Chrisna Trie Hadi Permana, S.T., M.E., M.Sc., Ph.D. selaku Dosen Perencanaan Wilayah dan Kota Institut Teknologi Sumatera.

Seminar Online Nasional PWK Series ini dibuka dengan penyampaian kata sambutan dari Prof. Dr.-Ing. Mitra Djamal selaku Wakil Rektor Bidang Akademik Institut Teknologi Sumatera. Dalam sambutannya ia menyampaikan bahwa Seminar Nasional ini merupakan salah satu sumbangsih dari ITERA untuk masyarakat dan lingkungan yang dikaitkan dengan keilmuan. “Harapannya apa yang disampaikan oleh pembicara dapat memberikan pencerahan dan manfaat kepada masyarakat sehingga dapat menghadapi tatanan kenormalan baru dengan baik” Ujar Prof. Dr.-Ing. Mitra Djamal. Selanjutnya, acara ini dibagi menjadi dua sesi utama, yaitu sesi pemaparan materi oleh narasumber, serta sesi tanya jawab yang dilakukan oleh peserta kepada para narasumber yang hadir pada acara ini.

Sesi pemaparan materi yang pertama diisi oleh Dr. Ir. Abdul Kamarzuki, MPM selaku Dirjen Penataan Ruang Kementrian Agraria dan Tata Ruang Republik Indonesia dengan mengangkat judul pembahasan “Pengembangan Kota Sehat dalam Tatanan Kenormalan Baru”. Dalam pemaparannya, Dr. Ir. Abdul Kamarzuki, MPM. menjelaskan bahwa kota yang sehat sangat dipengaruhi adanya dukungan sosial, ekonomi, dan lingkungan yang seimbang. Virus Covid-19 ini cepat menyebar di perkotaan karena cluster-cluster banyak terbentuk misalnya cluster perkantoran, tempat ibadah, rumah sakit, area publik. Risiko penularan covid-19 semakin besar karena adanya mobilitas manusia, salah satunya adalah pergerakan pekerja dari rumah ke kantor yang cukup jauh.

“Dari karakter covid-19 sejauh ini kita mengatasinya setidaknya melalui 4 hal yaitu yang pertama: Social/Physical Distancing, Engineering Control istilahnya membuat cluster-cluster atau penyekatan, Administration Control dengan mengatur waktu kerja, dan Protection dengan memakai masker untuk masing-masing individu yang nanti bagaimana efeknya kepada kebijakan dan pola ruang yang akan diterapkan” jelas Abdul. Ia juga menyampaikan salah satu strategi dalam konteks perencanaan wilayah kota, konsep demarkasi penggunaan lahan dapat diimplementasikan dimana adanya pemisahan antara masing-masing blok misalnya perumahan, perdagangan dan jasa, perkantoran, atau industri secara agregat untuk mencegah transmisi penyebaran Covid-19 secara lokal.

Sesi pemaparan materi yang kedua diisi oleh Dr. Ir. Iwan Kustiwan, M.T. selaku Akademisi Perencanaan Wilayah dan Kota Institut Teknologi Bandung dengan judul “Isu dan Perkembangan Perkotaan dalam Tatanan Kenormalan Baru”. Dalam paparannya, Dr. Ir. Iwan Kustiwan, M.T. menyampaikan isu-isu dan perkembangan perkotaan pasca pandemi Covid-19 diantaranya yaitu perencanaan kota sehat, determinan kesehatan dan area kebijakan atau perencanaan kota, perencanaan tata ruang dan kesehatan masyarakat, perubahan prinsip perencanaan tata ruang kota yang berkelanjutan, dan keterkaitan perencanaan kota sehat dan implementasinya dengan perubahan perilaku masyarakat. Menurutnya, kita boleh saja mengembangkan regulasi, membuat kebijakan terkait protokol atau peraturan maupun rencana aksi yang lebih adaptif terhadap pandemi, kita juga dapat mengembangkan hardware terkait sarana prasarana untuk mengimplementasikan berbagai hal, namun yang tidak kalah pentingnya adalah aspek perubahan perilaku dalam kehidupan masyarakat yang muaranya adalah menciptakan pola hidup bersih dan sehat.

Pada sesi pemaparan materi yang terakhir, Dr. Sonny Priajaya Warouw, SKM, M.Kes selaku Tim Pembina Kota/Kabupaten Sehat Kementrian Kesehatan Republik Indonesia menyampaikan pemaparan terkait “Strategi Penerapan Kebijakan Kota Sehat di Tingkat Daerah”. Dr. Sonny Priajaya Warouw, SKM, M.Kes menyampaikan bahwa determinan derajat kesehatan sendiri dipengaruhi oleh 4 (empat) faktor yaitu faktor perilaku sebanyak 30%, faktor pelayanan kesehatan 20%, faktor genetika 10%, yang paling banyak adalah faktor lingkungan yaitu sebanyak 40% dan jika kita gabungkan antara faktor lingkungan dan faktor perilaku itu akan menjadi peranan yang sangat besar yaitu 70% sesuai dengan kondisi yang kita hadapi saat ini. Kabupaten Kota Sehat merupakan suatu kondisi kabupaten/kota yang bersih, nyaman, aman dan sehat untuk dihuni penduduk, yang dicapai melalui terselenggaranya penerapan beberapa tatanan dengan kegiatan yang terintegrasi yang disepakati masyarakat dan pemerintah daerah.

“Prinsip kabupaten kota sehat itu bukan lomba tapi hanya motivasi, sebagai kegiatan inovatif yang menjadi unggulan, juga kegiatan rutin terkait program masing-masing sektor sesuai tatanan, cakupan wilayah di setiap tatanan lebih diutamakan daripada sekedar menaikkan level namun kegiatan yang lama tidak dipertahankan dengan baik, dan yang terakhir tentunya dokumentasi karena akan selalu diupdate setiap 2 (dua) tahun sekali mengenai penerapan kabupaten kota sehat itu” Ujar Sonny Priajaya Warouw.

Selanjutnya setelah pemaparan dari ketiga pembicara tersebut dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dari peserta kepada pembicara. Para peserta yang hadir dalam acara ini sangat antusias dan memberikan respon yang positif dalam acara seminar online nasional ini, terlihat dari membludaknya jumlah pertanyaan yang diajukan oleh peserta dalam sesi tanya jawab dalam acara webinar ini. Acara Webinar Nasional ini ditutup dengan sesi foto bersama yang dilakukan secara daring.