{"id":36939,"date":"2025-10-30T17:59:04","date_gmt":"2025-10-30T10:59:04","guid":{"rendered":"https:\/\/www.itera.ac.id\/?p=36939"},"modified":"2025-10-31T14:57:32","modified_gmt":"2025-10-31T07:57:32","slug":"itera-membumikan-sains-lewat-pengamatan-matahari-di-sman-1-padang-cermin","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.itera.ac.id\/en\/itera-membumikan-sains-lewat-pengamatan-matahari-di-sman-1-padang-cermin\/","title":{"rendered":"Itera Membumikan Sains Lewat Pengamatan Matahari di SMAN 1 Padang Cermin"},"content":{"rendered":"<div class=\"pf-content\"><p>[vc_row][vc_column][vc_column_text]<strong>ITERA NEWS \u2013<\/strong> Ratusan siswa SMAN 1 Padang Cermin, Kabupaten Pesawaran, Lampung, antusias mengikuti kegiatan pengamatan matahari yang digelar oleh tim Institut Teknologi Sumatera (Itera), Kamis, 30 Oktober 2025. Meski matahari bersinar terik menjelang tengah hari, semangat para siswa tak surut untuk meneropong matahari menggunakan dua teleskop yang disediakan tim Itera.<\/p>\n<p>Rasa kagum tampak jelas di wajah Yogas Ramadan, siswa kelas XI yang juga Ketua OSIS SMAN 1 Padang Cermin. Ia baru saja berkesempatan mengamati bintik dan lidah api matahari (prominensa) melalui teleskop jenis <em>Coronado Solarmax<\/em>. \u201cKeren! Ternyata lidah api matahari benar-benar bisa dilihat menggunakan teleskop. Jadi makin penasaran untuk mengamati planet dan bintang-bintang lainnya,\u201d ujar Yogas dengan antusias.<\/p>\n<p>Pengalaman serupa dirasakan Tanisa Hebagina, siswi kelas X yang terpukau setelah melihat warna asli matahari dan bintik-bintik di permukaannya. \u201cTernyata matahari warnanya tidak putih, tetapi oranye kemerahan ya,\u201d ujarnya kepada temannya.<\/p>\n<p>Kegiatan pengamatan matahari ini menjadi bagian dari program Safari Sekolah dalam rangkaian Resona Saintek yang dilaksanakan Itera. Melalui program Resona yang digagas Direktorat Sains dan Teknologi (Saintek), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Itera berperan aktif dalam membumikan sains dan teknologi melalui kegiatan edukatif dan menarik.<\/p>\n<p>Kegiatan di SMAN 1 Padang Cermin ini diselenggarakan oleh Pusat Kerja Sama dan Humas Itera, bekerja sama dengan Program Studi Sains Atmosfer dan Keplanetan (SAP) serta Pusat Observatorium Astronomi Itera Lampung (OAIL). Sekolah tersebut dipilih sebagai lokasi pelaksanaan SAP Goes to School #2.<\/p>\n<blockquote>\n<h3>Kegiatan pengamatan matahari ini menjadi bagian dari program Safari Sekolah dalam rangkaian Resona Saintek yang dilaksanakan Itera. Melalui program Resona yang digagas Direktorat Sains dan Teknologi (Saintek), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Itera berperan aktif dalam membumikan sains dan teknologi melalui kegiatan edukatif dan menarik.<\/h3>\n<\/blockquote>\n<p>Dalam kegiatan itu, tim SAP dan OAIL membawa dua jenis teleskop, yakni teleskop <em>Celestron<\/em> manual dan teleskop <em>Coronado<\/em> otomatis. Melalui teleskop manual, pengamat dapat mengarahkan pandangan secara langsung, sedangkan teleskop otomatis memungkinkan pengguna melihat permukaan matahari dengan detail, mulai dari bintik hingga lidah api matahari.<\/p>\n<p>Dosen Prodi SAP Itera sekaligus ketua pelaksana kegiatan, Alka Budi Wahidin, S.Si., M.Si., menjelaskan bahwa Safari Sekolah bertujuan mendekatkan sains dan teknologi kepada siswa melalui pengalaman langsung mengamati benda langit. \u201cSelama ini siswa belajar astronomi dari buku atau penjelasan guru. Melalui kegiatan ini, kami ingin berbagi pengetahuan seputar STEM dan memberikan pengalaman langsung agar siswa melihat langit bukan sekadar konsep, tetapi sesuatu yang nyata dan menarik,\u201d ujar Alka.<\/p>\n<h3><strong>Memahami Fenomena Langit<\/strong><\/h3>\n<p>Alka menambahkan, pengamatan langsung membantu siswa memahami fenomena di matahari, seperti <em>Coronal Mass Ejection<\/em> (CME), yakni pelepasan besar plasma dan medan magnet dari korona matahari ke luar angkasa. \u201cMatahari adalah bintang aktif yang bisa mengalami ledakan besar, tetapi berkat medan magnet bumi, kita terlindungi dari dampaknya,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p>Sementara itu, Wakil Kepala SMAN 1 Padang Cermin Bidang Kurikulum, Sugeng, S.Pd., menyampaikan apresiasi kepada Itera atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, Safari Sekolah memberikan pengalaman belajar yang tidak terlupakan bagi para siswa. \u201cMelalui kegiatan ini, siswa memperoleh pengetahuan baru tentang astronomi dan teknologi yang digunakan untuk mengamatinya. Semoga kegiatan ini menumbuhkan minat mereka terhadap sains dan teknologi, khususnya bidang astronomi,\u201d ujar Sugeng.<\/p>\n<p>Selain praktik pengamatan, siswa juga mendapatkan materi pengenalan tentang Itera dan Prodi SAP yang disampaikan oleh Dr. Robiatul Muztaba atau akrab disapa Aji. Sekitar seratus siswa mengikuti sesi tersebut dengan antusias. Mereka mendapatkan informasi seputar jalur penerimaan mahasiswa baru, kegiatan perkuliahan, fasilitas kampus, hingga peluang karier lulusan SAP. \u201cProdi Sains Atmosfer dan Keplanetan mempelajari fenomena yang terjadi di Bumi dan antariksa, sehingga sangat menarik untuk dikaji,\u201d ujar Aji.<\/p>\n<blockquote>\n<h3>Itera juga akan mengadakan pengamatan Langit Lampung dan fenomena Hujan Meteor di Taman Situs Purbakala, Pugung Raharjo, Lampung Timur, pada Sabtu, 1 November 2025 mendatang.<\/h3>\n<\/blockquote>\n<p>Pemateri kedua, Lesi Mareta, S.Si., M.Si., turut menjelaskan tentang atmosfer dan berbagai fenomena yang terjadi di dalamnya, seperti pembentukan awan, cuaca, iklim, hingga perubahan iklim global. Ia juga mengenalkan beberapa objek langit yang biasa diamati mahasiswa Prodi SAP, termasuk matahari, bulan, dan planet.<\/p>\n<p>Selain pengamatan matahari melalui program Safari Sekolah di SMAN 1 Padang Cermin, Program Resona Saintek yang dilaksanakan Pusat Kerja Sama dan Humas Itera, juga telah menyelenggarakan pengamatan Langit Lampung, pada 10 Oktober 2025, di area Teleskop OZT Kampus Itera, yang disiarkan langsung melalui media sosial Itera. Selain itu, Itera juga akan mengadakan pengamatan Langit Lampung dan fenomena Hujan Meteor di Taman Situs Purbakala, Pugung Raharjo, Lampung Timur, pada Sabtu, 1 November 2025 mendatang.<\/p>\n<p><strong>Tim Liputan<br \/>\n<\/strong><strong>Penulis :<\/strong> Rudiyansyah<br \/>\n<strong>Tim Fotografer :<\/strong> Dzaky Ardi Nugroho, Salman Mujahid Rabbani, dan Arfan Ismail[\/vc_column_text][\/vc_column][\/vc_row][vc_row][vc_column][vc_gallery interval=&#8221;3&#8243; images=&#8221;36949,36948,36947,36946,36945,36944,36943,36942,36941,36940,36986&#8243; img_size=&#8221;large&#8221;][\/vc_column][\/vc_row]<\/p>\n<\/div>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>[vc_row][vc_column][vc_column_text]ITERA NEWS \u2013 Ratusan siswa SMAN 1 Padang Cermin, Kabupaten Pesawaran, Lampung, antusias mengikuti kegiatan pengamatan matahari yang digelar oleh tim Institut Teknologi Sumatera (Itera), Kamis, 30 Oktober 2025. Meski matahari bersinar terik menjelang tengah hari, semangat para siswa tak surut untuk meneropong matahari menggunakan dua teleskop yang disediakan tim Itera. Rasa kagum tampak jelas [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":27,"featured_media":36947,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[3],"tags":[2272,46,2337,2411],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v14.8 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Itera Membumikan Sains Lewat Pengamatan Matahari di SMAN 1 Padang Cermin - ITERA<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Institut Teknologi Sumatera (ITERA) merupakan perguruan tinggi negeri baru yang berdiri sejak 6 Oktober 2014 dan berlokasi di Lampung.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow\" \/>\n<meta name=\"googlebot\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<meta name=\"bingbot\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.itera.ac.id\/itera-membumikan-sains-lewat-pengamatan-matahari-di-sman-1-padang-cermin\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Itera Membumikan Sains Lewat Pengamatan Matahari di SMAN 1 Padang Cermin\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Institut Teknologi Sumatera (ITERA) merupakan perguruan tinggi negeri baru yang berdiri sejak 6 Oktober 2014 dan berlokasi di Lampung.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.itera.ac.id\/itera-membumikan-sains-lewat-pengamatan-matahari-di-sman-1-padang-cermin\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"ITERA\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/itera.official\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-10-30T10:59:04+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-10-31T07:57:32+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.itera.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/ITR09970.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1000\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"563\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@itera_PTN\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@itera_PTN\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.itera.ac.id\/en\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.itera.ac.id\/en\/\",\"name\":\"ITERA\",\"description\":\"Smart, Friendly, and Forest Campus\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":\"https:\/\/www.itera.ac.id\/en\/?s={search_term_string}\",\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.itera.ac.id\/itera-membumikan-sains-lewat-pengamatan-matahari-di-sman-1-padang-cermin\/#primaryimage\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"url\":\"https:\/\/www.itera.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/ITR09970.jpg\",\"width\":1000,\"height\":563},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.itera.ac.id\/itera-membumikan-sains-lewat-pengamatan-matahari-di-sman-1-padang-cermin\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/www.itera.ac.id\/itera-membumikan-sains-lewat-pengamatan-matahari-di-sman-1-padang-cermin\/\",\"name\":\"[:id]Itera Membumikan Sains Lewat Pengamatan Matahari di SMAN 1 Padang Cermin[:] - ITERA\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.itera.ac.id\/en\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.itera.ac.id\/itera-membumikan-sains-lewat-pengamatan-matahari-di-sman-1-padang-cermin\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2025-10-30T10:59:04+00:00\",\"dateModified\":\"2025-10-31T07:57:32+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.itera.ac.id\/en\/#\/schema\/person\/be7b021e7902a6f2df6ec408cd478d91\"},\"description\":\"Institut Teknologi Sumatera (ITERA) merupakan perguruan tinggi negeri baru yang berdiri sejak 6 Oktober 2014 dan berlokasi di Lampung.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.itera.ac.id\/itera-membumikan-sains-lewat-pengamatan-matahari-di-sman-1-padang-cermin\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.itera.ac.id\/itera-membumikan-sains-lewat-pengamatan-matahari-di-sman-1-padang-cermin\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.itera.ac.id\/itera-membumikan-sains-lewat-pengamatan-matahari-di-sman-1-padang-cermin\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"item\":{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.itera.ac.id\/\",\"url\":\"https:\/\/www.itera.ac.id\/\",\"name\":\"Home\"}},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"item\":{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.itera.ac.id\/itera-membumikan-sains-lewat-pengamatan-matahari-di-sman-1-padang-cermin\/\",\"url\":\"https:\/\/www.itera.ac.id\/itera-membumikan-sains-lewat-pengamatan-matahari-di-sman-1-padang-cermin\/\",\"name\":\"Itera Membumikan Sains Lewat Pengamatan Matahari di SMAN 1 Padang Cermin\"}}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.itera.ac.id\/en\/#\/schema\/person\/be7b021e7902a6f2df6ec408cd478d91\",\"name\":\"Editor : Rudiyansyah\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.itera.ac.id\/en\/#personlogo\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/56e8cca17b325f7af4b8d980dc0345fd?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Editor : Rudiyansyah\"}}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.itera.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/36939"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.itera.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.itera.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.itera.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/27"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.itera.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=36939"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/www.itera.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/36939\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":36987,"href":"https:\/\/www.itera.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/36939\/revisions\/36987"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.itera.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/36947"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.itera.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=36939"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.itera.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=36939"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.itera.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=36939"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}