{"id":36840,"date":"2025-10-24T11:22:50","date_gmt":"2025-10-24T04:22:50","guid":{"rendered":"https:\/\/www.itera.ac.id\/?p=36840"},"modified":"2025-10-24T11:22:50","modified_gmt":"2025-10-24T04:22:50","slug":"tim-geofisika-itera-identifikasi-zona-potensial-air-tanah-di-lokasi-rencana-stadion-natar","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.itera.ac.id\/en\/tim-geofisika-itera-identifikasi-zona-potensial-air-tanah-di-lokasi-rencana-stadion-natar\/","title":{"rendered":"Tim Geofisika Itera Identifikasi Zona Potensial Air Tanah di Lokasi Rencana Stadion Natar"},"content":{"rendered":"<div class=\"pf-content\"><p>[vc_row][vc_column][vc_column_text]<strong>ITERA NEWS<\/strong> \u2013 Tim dosen dan mahasiswa dari Program Studi Teknik Geofisika Institut Teknologi Sumatera (Itera) melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) berupa studi geolistrik untuk menentukan zona potensial air tanah di Lapangan Merah, Natar, Lampung Selatan. Kegiatan ini dilaksanakan oleh Kelompok Keilmuan Geofisika Sumberdaya Alam Itera dalam periode 13 September hingga 24 Oktober 2025.<\/p>\n<p>Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Skema Penguatan Kelompok Keilmuan Tahun Anggaran 2025 yang didanai oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Itera, berdasarkan kontrak bernomor 2659t\/IT9.2.1\/PM.01.03\/2025. Tim kegiatan ini juga melibatkan dosen Teknik Geofisika Itera, yaitu Selvi Misnia Irawati, Reza Rizki, dan Asido S. Sigalingging, serta puluhan mahasiswa anggota Himpunan Mahasiswa Teknik Geofisika.<\/p>\n<p>Ketua tim, Wahyu Eko Junian, menjelaskan bahwa studi ini berawal dari informasi pengurus Lapangan Merah, Koko Wahono, yang menyebutkan bahwa lokasi tersebut sedang diajukan kepada pemerintah daerah untuk dikembangkan menjadi fasilitas stadion olahraga.<\/p>\n<p>\u201cPembangunan stadion tentu memerlukan ketersediaan air bersih yang memadai, baik untuk tahap konstruksi maupun operasional. Karena itu, kami melakukan studi geofisika untuk mengidentifikasi potensi sumber daya air tanah di kawasan tersebut,\u201d ujar Wahyu.<\/p>\n<blockquote>\n<h3>Pembangunan stadion tentu memerlukan ketersediaan air bersih yang memadai, baik untuk tahap konstruksi maupun operasional. Karena itu, kami melakukan studi geofisika untuk mengidentifikasi potensi sumber daya air tanah di kawasan tersebut<\/h3>\n<\/blockquote>\n<p>Dalam penelitian ini, tim menggunakan metode geolistrik, yang dinilai efektif untuk menggambarkan kondisi bawah permukaan tanpa perlu melakukan pengeboran langsung. \u201cMetode ini bekerja seperti rontgen atau USG untuk tanah. Kami menancapkan elektroda di beberapa titik untuk mengalirkan arus listrik dan mengukur respons batuan. Dari nilai resistivitas yang diperoleh, kami dapat memperkirakan jenis lapisan batuan dan potensi kandungan air tanah di dalamnya,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p>Hasil pengukuran menunjukkan adanya tiga lapisan utama bawah permukaan. Lapisan pertama berupa topsoil dengan resistivitas antara 30\u201390 \u2126m pada kedalaman 0\u20131 meter. Lapisan kedua merupakan tuf padu dengan resistivitas lebih dari 90 \u2126m pada kedalaman 1\u20138 meter. Sementara itu, lapisan ketiga berupa batupasir tufan dengan resistivitas kurang dari 30 \u2126m pada kedalaman lebih dari 8 meter. Lapisan batupasir tufan ini diinterpretasikan sebagai zona akuifer potensial, yakni lapisan batuan berpori dan permeabel yang mampu menyimpan air tanah.<\/p>\n<p>Hasil pemodelan tiga dimensi memperlihatkan bahwa lapisan akuifer ini meluas hampir di seluruh area Lapangan Merah, menjadikannya lokasi strategis untuk pengembangan sumur air tanah. Menurut Wahyu, hasil studi ini diharapkan dapat menjadi panduan ilmiah bagi pemerintah daerah dalam menentukan titik pengeboran air tanah yang efisien untuk mendukung rencana pembangunan stadion. \u201cSelain memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, kegiatan ini juga menjadi pengalaman aplikatif bagi mahasiswa dalam menerapkan metode geofisika untuk menyelesaikan permasalahan nyata di lapangan,\u201d tambahnya. <strong>(Rilis\/Humas)<\/strong>[\/vc_column_text][\/vc_column][\/vc_row][vc_row][vc_column][vc_gallery interval=&#8221;3&#8243; images=&#8221;36842,36841&#8243; img_size=&#8221;large&#8221;][\/vc_column][\/vc_row]<\/p>\n<\/div>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>[vc_row][vc_column][vc_column_text]ITERA NEWS \u2013 Tim dosen dan mahasiswa dari Program Studi Teknik Geofisika Institut Teknologi Sumatera (Itera) melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) berupa studi geolistrik untuk menentukan zona potensial air tanah di Lapangan Merah, Natar, Lampung Selatan. Kegiatan ini dilaksanakan oleh Kelompok Keilmuan Geofisika Sumberdaya Alam Itera dalam periode 13 September hingga 24 Oktober 2025. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":27,"featured_media":36843,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[3],"tags":[46,22,2321,2364,839],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v14.8 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Tim Geofisika Itera Identifikasi Zona Potensial Air Tanah di Lokasi Rencana Stadion Natar - ITERA<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Institut Teknologi Sumatera (ITERA) merupakan perguruan tinggi negeri baru yang berdiri sejak 6 Oktober 2014 dan berlokasi di Lampung.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow\" \/>\n<meta name=\"googlebot\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<meta name=\"bingbot\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.itera.ac.id\/en\/tim-geofisika-itera-identifikasi-zona-potensial-air-tanah-di-lokasi-rencana-stadion-natar\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Tim Geofisika Itera Identifikasi Zona Potensial Air Tanah di Lokasi Rencana Stadion Natar\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Institut Teknologi Sumatera (ITERA) merupakan perguruan tinggi negeri baru yang berdiri sejak 6 Oktober 2014 dan berlokasi di Lampung.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.itera.ac.id\/en\/tim-geofisika-itera-identifikasi-zona-potensial-air-tanah-di-lokasi-rencana-stadion-natar\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"ITERA\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/itera.official\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-10-24T04:22:50+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.itera.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/DSC05890.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1419\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"800\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@itera_PTN\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@itera_PTN\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.itera.ac.id\/en\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.itera.ac.id\/en\/\",\"name\":\"ITERA\",\"description\":\"Smart, Friendly, and Forest Campus\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":\"https:\/\/www.itera.ac.id\/en\/?s={search_term_string}\",\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.itera.ac.id\/en\/tim-geofisika-itera-identifikasi-zona-potensial-air-tanah-di-lokasi-rencana-stadion-natar\/#primaryimage\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"url\":\"https:\/\/www.itera.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/DSC05890.jpg\",\"width\":1419,\"height\":800},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.itera.ac.id\/en\/tim-geofisika-itera-identifikasi-zona-potensial-air-tanah-di-lokasi-rencana-stadion-natar\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/www.itera.ac.id\/en\/tim-geofisika-itera-identifikasi-zona-potensial-air-tanah-di-lokasi-rencana-stadion-natar\/\",\"name\":\"[:id]Tim Geofisika Itera Identifikasi Zona Potensial Air Tanah di Lokasi Rencana Stadion Natar[:] - ITERA\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.itera.ac.id\/en\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.itera.ac.id\/en\/tim-geofisika-itera-identifikasi-zona-potensial-air-tanah-di-lokasi-rencana-stadion-natar\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2025-10-24T04:22:50+00:00\",\"dateModified\":\"2025-10-24T04:22:50+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.itera.ac.id\/en\/#\/schema\/person\/be7b021e7902a6f2df6ec408cd478d91\"},\"description\":\"Institut Teknologi Sumatera (ITERA) merupakan perguruan tinggi negeri baru yang berdiri sejak 6 Oktober 2014 dan berlokasi di Lampung.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.itera.ac.id\/en\/tim-geofisika-itera-identifikasi-zona-potensial-air-tanah-di-lokasi-rencana-stadion-natar\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.itera.ac.id\/en\/tim-geofisika-itera-identifikasi-zona-potensial-air-tanah-di-lokasi-rencana-stadion-natar\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.itera.ac.id\/en\/tim-geofisika-itera-identifikasi-zona-potensial-air-tanah-di-lokasi-rencana-stadion-natar\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"item\":{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.itera.ac.id\/\",\"url\":\"https:\/\/www.itera.ac.id\/\",\"name\":\"Home\"}},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"item\":{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.itera.ac.id\/en\/tim-geofisika-itera-identifikasi-zona-potensial-air-tanah-di-lokasi-rencana-stadion-natar\/\",\"url\":\"https:\/\/www.itera.ac.id\/en\/tim-geofisika-itera-identifikasi-zona-potensial-air-tanah-di-lokasi-rencana-stadion-natar\/\",\"name\":\"Tim Geofisika Itera Identifikasi Zona Potensial Air Tanah di Lokasi Rencana Stadion Natar\"}}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.itera.ac.id\/en\/#\/schema\/person\/be7b021e7902a6f2df6ec408cd478d91\",\"name\":\"Editor : Rudiyansyah\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.itera.ac.id\/en\/#personlogo\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/56e8cca17b325f7af4b8d980dc0345fd?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Editor : Rudiyansyah\"}}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.itera.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/36840"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.itera.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.itera.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.itera.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/27"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.itera.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=36840"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.itera.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/36840\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":36844,"href":"https:\/\/www.itera.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/36840\/revisions\/36844"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.itera.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/36843"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.itera.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=36840"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.itera.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=36840"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.itera.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=36840"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}