{"id":35136,"date":"2025-08-07T19:11:07","date_gmt":"2025-08-07T12:11:07","guid":{"rendered":"https:\/\/www.itera.ac.id\/?p=35136"},"modified":"2025-08-07T19:30:56","modified_gmt":"2025-08-07T12:30:56","slug":"ksti-2025-sains-dan-teknologi-untuk-pertumbuhan-dan-pemerataan-ekonomi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.itera.ac.id\/en\/ksti-2025-sains-dan-teknologi-untuk-pertumbuhan-dan-pemerataan-ekonomi\/","title":{"rendered":"KSTI 2025: Sains dan Teknologi untuk Pertumbuhan dan Pemerataan Ekonomi"},"content":{"rendered":"<div class=\"pf-content\"><p><span style=\"font-weight: 400;\"><strong>ITERA NEWS \u2013<\/strong> Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) resmi menyelenggarakan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri (KSTI) Indonesia 2025 pada 7-9 Agustus 2025 di Sasana Budaya Ganesa (Sabuga), ITB, Bandung. Acara ini menjadi bagian dari langkah strategis pemerintah dalam memperkuat fondasi menuju Indonesia Emas 2045 melalui pengembangan industri nasional yang berbasis sains, riset, dan inovasi teknologi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mengusung tema <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">\u201c<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">Sains dan Teknologi untuk Pertumbuhan dan Pemerataan Ekonomi<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">\u201d<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, KSTI 2025 menjadi wadah kolaboratif antara dunia akademik, industri, pemerintah, media, dan masyarakat untuk mempercepat transformasi ekonomi Indonesia menjadi industri bernilai tambah tinggi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 8% dalam lima tahun ke depan, melalui strategi industrialisasi nasional yang bertumpu pada hilirisasi, penguasaan teknologi, dan penguatan sumber daya manusia (SDM). Visi ini sejalan dengan Asta Cita ke-4 yaitu \u201cMemperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM), sains, teknologi, pendidikan, kesehatan, prestasi olahraga, kesetaraan gender, serta penguatan peran perempuan, pemuda, dan penyandang disabilitas\u201d dan Asta Cita ke-5, yaitu \u201cMelanjutkan hilirisasi dan industrialisasi untuk meningkatkan nilai tambah di dalam negeri.\u201d\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto menyoroti urgensi penguatan kapasitas teknologi dan talenta nasional sebagai fondasi transformasi menuju ekonomi berbasis pengetahuan (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">knowledge based economy<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">). Dengan potensi sumber daya alam strategis, Indonesia memiliki peluang besar untuk melakukan hilirisasi dan lompatan industrialisasi bernilai tambah tinggi. Transformasi ini diyakini sebagai langkah kunci memperkuat daya saing bangsa dan mewujudkan kemandirian ekonomi yang berkelanjutan.<\/span><\/p>\n<blockquote>\n<h3><span style=\"font-weight: 400;\">Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto menyoroti urgensi penguatan kapasitas teknologi dan talenta nasional sebagai fondasi transformasi menuju ekonomi berbasis pengetahuan (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">knowledge based economy<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">).<\/span><\/h3>\n<\/blockquote>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\"><strong>Delapan Sektor Strategis<\/strong><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Konvensi ini hadir sebagai forum strategis untuk menyusun peta jalan transformasi industri nasional, mendorong sinergi antara pemerintah, industri, akademisi, masyarakat, dan media. Kegiatan ini akan membahas dan merumuskan peta jalan riset dan inovasi di delapan sektor strategis yang menjadi fokus utama, meliputi energi; pertahanan; digitalisasi (kecerdasan buatan dan semikonduktor); hilirisasi dan industrialisasi; kesehatan; pangan; maritim; material dan manufaktur maju.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pemilihan delapan sektor industri prioritas tersebut didasarkan pada kebutuhan strategis untuk mempercepat transformasi ekonomi Indonesia menuju ekonomi berbasis pengetahuan, berkualitas, dan berdaya saing tinggi. Melalui pengembangan sektor-sektor ini, Indonesia tidak hanya bertujuan untuk memenuhi kebutuhan domestik, tetapi juga untuk mengambil posisi sebagai pemimpin industri di tingkat global. Inisiatif ini sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo, yang berfokus pada kemandirian ekonomi, keberlanjutan sosial, dan inovasi teknologi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">KSTI 2025 mempertemukan ribuan peserta dari kalangan ilmuwan, teknokrat, pelaku industri, pembuat kebijakan, serta mitra internasional. Beberapa tokoh yang akan hadir sebagai pembicara di antaranya: Konstantin Novoselov, Brian Paul Schmidt, Chennupati Jagadish, dan Lam Khin Yong, para menteri strategis dari Kabinet Indonesia Maju dan direktur BUMN.<\/span><\/p>\n<ul style=\"list-style-type: circle;\">\n<li><b>Sir Konstantin Sergeyevich Novoselov <\/b><span style=\"font-weight: 400;\">adalah seorang fisikawan berdarah Rusia\u2013Inggris. Penelitiannya mengenai <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">graphene<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> bersama Andre Geim mengantarkannya meraih Penghargaan Nobel Fisika pada tahun 2010.<\/span><\/li>\n<li><b>Prof. Brian Paul Schmidt<\/b> adalah seorang astrofisikawan kelahiran Amerika yang menjadi warga negara Australia. Ia menerima Penghargaan Nobel Fisika pada tahun 2011 atas penemuannya bahwa ekspansi alam semesta berlangsung semakin cepat, yang menjadi bukti keberadaan energi gelap.<\/li>\n<li><b>Prof. Chennupati Jagadish<\/b> adalah fisikawan berdarah India yang dikenal luas kontribusinya pada optoelektronika semikonduktor dan nanoteknologi. Saat ini menjabat sebagai Presiden Australian Academy of Sciences dan Profesor Emeritus Fisika di <a href=\"https:\/\/en.wikipedia.org\/wiki\/ANU_Research_School_of_Physics\">Sekolah Riset Fisika <\/a><a href=\"https:\/\/en.wikipedia.org\/wiki\/Australian_National_University\">Universitas Nasional Australi<\/a>a.<\/li>\n<li><b>Prof. Lam Khin Yong<\/b> adalah fisikawan dari Singapura yang dikenal luas kontribusinya pada <i>computational mechanics<\/i> dan <i>computational nanoscience\/BioMEMS\/Hydrogels.<\/i> Saat ini menjabat Vice President of Industry sekaligus President\u2019s Chair in Mechanical and Aerospace Engineering, Nanyang Technology University.<\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">KSTI 2025 akan menghasilkan peta jalan riset ke depan, dalam mendukung tercapainya pengembangan delapan bidang strategis.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu konvensi ini diisi juga dengan pameran inovasi teknologi, diskusi lintas sektor, serta forum kebijakan riset-industri nasional, sebagai bagian dari upaya mempercepat difusi teknologi ke dalam sektor produksi dan layanan. Ribuan ilmuwan top Indonesia, khususnya bidang STEM (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">science, technology, engineering, mathematics<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">) akan hadir dalam acara KSTI 2025 sebagai peserta aktif dalam seri diskusi panel pada masing-masing delapan bidang industri strategis yang diusung.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Melalui KSTI 2025, Kemdiktisaintek berharap dapat memperkuat sinergi antara kebijakan pendidikan tinggi, riset, dan pengembangan industri, mendorong lahirnya generasi SDM unggul dan memperkuat daya saing ekonomi nasional di tingkat global. <strong>(Humas Kemdiktisaintek)<\/strong><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">&#x1f4cc; <\/span><b>Info selengkapnya:<\/b><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/ksti2025.kemdiktisaintek.go.id\"><span style=\"font-weight: 400;\">https:\/\/ksti2025.kemdiktisaintek.go.id<\/span><\/a><\/p>\n<\/div>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ITERA NEWS \u2013 Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) resmi menyelenggarakan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri (KSTI) Indonesia 2025 pada 7-9 Agustus 2025 di Sasana Budaya Ganesa (Sabuga), ITB, Bandung. Acara ini menjadi bagian dari langkah strategis pemerintah dalam memperkuat fondasi menuju Indonesia Emas 2045 melalui pengembangan industri nasional yang berbasis sains, riset, dan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":27,"featured_media":35142,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[3],"tags":[2331,2333,46,22,2330,2332,2335,2334],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v14.8 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>KSTI 2025: Sains dan Teknologi untuk Pertumbuhan dan Pemerataan Ekonomi - ITERA<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Institut Teknologi Sumatera (ITERA) merupakan perguruan tinggi negeri baru yang berdiri sejak 6 Oktober 2014 dan berlokasi di Lampung.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow\" \/>\n<meta name=\"googlebot\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<meta name=\"bingbot\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.itera.ac.id\/ksti-2025-sains-dan-teknologi-untuk-pertumbuhan-dan-pemerataan-ekonomi\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"KSTI 2025: Sains dan Teknologi untuk Pertumbuhan dan Pemerataan Ekonomi\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Institut Teknologi Sumatera (ITERA) merupakan perguruan tinggi negeri baru yang berdiri sejak 6 Oktober 2014 dan berlokasi di Lampung.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.itera.ac.id\/ksti-2025-sains-dan-teknologi-untuk-pertumbuhan-dan-pemerataan-ekonomi\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"ITERA\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/itera.official\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-08-07T12:11:07+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-08-07T12:30:56+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.itera.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/Tangkapan-Layar-1447-02-14-pukul-19.29.42.png\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"800\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"527\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@itera_PTN\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@itera_PTN\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.itera.ac.id\/en\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.itera.ac.id\/en\/\",\"name\":\"ITERA\",\"description\":\"Smart, Friendly, and Forest Campus\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":\"https:\/\/www.itera.ac.id\/en\/?s={search_term_string}\",\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.itera.ac.id\/ksti-2025-sains-dan-teknologi-untuk-pertumbuhan-dan-pemerataan-ekonomi\/#primaryimage\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"url\":\"https:\/\/www.itera.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/Tangkapan-Layar-1447-02-14-pukul-19.29.42.png\",\"width\":800,\"height\":527},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.itera.ac.id\/ksti-2025-sains-dan-teknologi-untuk-pertumbuhan-dan-pemerataan-ekonomi\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/www.itera.ac.id\/ksti-2025-sains-dan-teknologi-untuk-pertumbuhan-dan-pemerataan-ekonomi\/\",\"name\":\"[:id]KSTI 2025: Sains dan Teknologi untuk Pertumbuhan dan Pemerataan Ekonomi[:] - ITERA\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.itera.ac.id\/en\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.itera.ac.id\/ksti-2025-sains-dan-teknologi-untuk-pertumbuhan-dan-pemerataan-ekonomi\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2025-08-07T12:11:07+00:00\",\"dateModified\":\"2025-08-07T12:30:56+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.itera.ac.id\/en\/#\/schema\/person\/be7b021e7902a6f2df6ec408cd478d91\"},\"description\":\"Institut Teknologi Sumatera (ITERA) merupakan perguruan tinggi negeri baru yang berdiri sejak 6 Oktober 2014 dan berlokasi di Lampung.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.itera.ac.id\/ksti-2025-sains-dan-teknologi-untuk-pertumbuhan-dan-pemerataan-ekonomi\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.itera.ac.id\/ksti-2025-sains-dan-teknologi-untuk-pertumbuhan-dan-pemerataan-ekonomi\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.itera.ac.id\/ksti-2025-sains-dan-teknologi-untuk-pertumbuhan-dan-pemerataan-ekonomi\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"item\":{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.itera.ac.id\/\",\"url\":\"https:\/\/www.itera.ac.id\/\",\"name\":\"Home\"}},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"item\":{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.itera.ac.id\/ksti-2025-sains-dan-teknologi-untuk-pertumbuhan-dan-pemerataan-ekonomi\/\",\"url\":\"https:\/\/www.itera.ac.id\/ksti-2025-sains-dan-teknologi-untuk-pertumbuhan-dan-pemerataan-ekonomi\/\",\"name\":\"KSTI 2025: Sains dan Teknologi untuk Pertumbuhan dan Pemerataan Ekonomi\"}}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.itera.ac.id\/en\/#\/schema\/person\/be7b021e7902a6f2df6ec408cd478d91\",\"name\":\"Editor : Rudiyansyah\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.itera.ac.id\/en\/#personlogo\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/56e8cca17b325f7af4b8d980dc0345fd?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Editor : Rudiyansyah\"}}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.itera.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/35136"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.itera.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.itera.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.itera.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/27"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.itera.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=35136"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/www.itera.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/35136\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":35140,"href":"https:\/\/www.itera.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/35136\/revisions\/35140"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.itera.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/35142"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.itera.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=35136"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.itera.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=35136"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.itera.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=35136"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}