{"id":33469,"date":"2025-04-17T16:04:54","date_gmt":"2025-04-17T09:04:54","guid":{"rendered":"https:\/\/www.itera.ac.id\/?p=33469"},"modified":"2025-08-30T10:33:35","modified_gmt":"2025-08-30T03:33:35","slug":"inovasi-biopellet-kayu-gamal-dan-kulit-kopi-karya-dosen-rekayasa-kehutanan-itera-jadi-energi-alternatif-ramah-lingkungan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.itera.ac.id\/en\/inovasi-biopellet-kayu-gamal-dan-kulit-kopi-karya-dosen-rekayasa-kehutanan-itera-jadi-energi-alternatif-ramah-lingkungan\/","title":{"rendered":"Inovasi Biopellet Kayu Gamal dan Kulit Kopi Karya Dosen Rekayasa Kehutanan Itera Jadi Energi Alternatif Ramah Lingkungan"},"content":{"rendered":"<div class=\"pf-content\"><p><strong>ITERA NEWS \u2013<\/strong> Dosen Program Studi Rekayasa Kehutanan Institut Teknologi Sumatera (Itera), Rio Ardiansyah Murda, S.Hut., M.Si., bersama tim peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan Universitas Lampung, mengembangkan inovasi biopellet berbahan dasar kayu gamal dan kulit kopi robusta sebagai sumber energi terbarukan.<\/p>\n<p>Biopellet merupakan bahan bakar padat berbentuk pelet yang terbuat dari limbah biomassa dan tengah menjadi alternatif energi dalam mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil. Dalam penelitian ini, tim menggabungkan kayu gamal (Gliricidia sepium), tanaman cepat tumbuh yang banyak ditemukan di kawasan Tahura Wan Abdul Rachman, Lampung, dengan kulit kopi robusta yang merupakan limbah pertanian melimpah di wilayah tersebut.<\/p>\n<p>Rio menjelaskan, pemanfaatan kayu gamal sebagai bahan baku tunggal memiliki kekurangan karena kadar zat mudah menguap (volatile matter) yang tinggi, sehingga pembakaran berlangsung terlalu cepat dan kurang efisien. Sementara itu, kulit kopi memiliki kandungan nitrogen tinggi yang dapat membantu mengikat zat aromatik dalam biomassa dan menekan sifat mudah menguap tersebut. \u201cDengan menggabungkan kayu gamal dan kulit kopi, kami mencoba menciptakan formula biopellet yang lebih stabil secara termal dan efisien secara energi,\u201d ujar Rio.<\/p>\n<blockquote>\n<h3>\u201cMeski demikian, biopellet ini berpotensi besar sebagai sumber energi alternatif yang ramah lingkungan, terutama untuk skala rumah tangga, UMKM, dan pembangkit listrik biomassa lokal\u201d<\/h3>\n<\/blockquote>\n<p>Dalam riset tersebut, tim menguji lima variasi campuran antara serbuk kayu gamal dan kulit kopi, yaitu: 100% kayu gamal, 75% kayu gamal + 25% kulit kopi, 50:50, 25% kayu gamal + 75% kulit kopi, dan 100% kulit kopi. Pembuatan biopellet dilakukan menggunakan mesin tekan hidrolik, lalu diuji berdasarkan Standar Nasional Indonesia (SNI 8021:2014) dan standar Eropa (EN 14961-2).<\/p>\n<p>Hasil pengujian menunjukkan bahwa komposisi 75% kayu gamal dan 25% kulit kopi memberikan hasil paling optimal, dengan kadar air sekitar 8%, nilai kalor lebih dari 4.100 kal\/gram, serta kepadatan dan karbon tetap yang meningkat. Namun demikian, kadar abu masih tergolong tinggi akibat tingginya kandungan mineral dalam kulit kopi. \u201cMeski demikian, biopellet ini berpotensi besar sebagai sumber energi alternatif yang ramah lingkungan, terutama untuk skala rumah tangga, UMKM, dan pembangkit listrik biomassa lokal,\u201d tambah Rio.<\/p>\n<p>Untuk meningkatkan kualitas biopellet, terutama dalam menurunkan kadar abu dan meningkatkan nilai kalor, Rio menyarankan perlakuan lanjutan seperti torefaksi atau pirolisis.<\/p>\n<p>\u201cKami berharap inovasi ini dapat menjadi solusi energi terbarukan berkelanjutan, sekaligus membuka peluang pemanfaatan limbah pertanian dan kehutanan yang selama ini belum dimaksimalkan,\u201d tutup Rio.<\/p>\n<p><strong>(Humas\/Rudiyansyah)<\/strong><\/p>\n<\/div>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ITERA NEWS \u2013 Dosen Program Studi Rekayasa Kehutanan Institut Teknologi Sumatera (Itera), Rio Ardiansyah Murda, S.Hut., M.Si., bersama tim peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan Universitas Lampung, mengembangkan inovasi biopellet berbahan dasar kayu gamal dan kulit kopi robusta sebagai sumber energi terbarukan. Biopellet merupakan bahan bakar padat berbentuk pelet yang terbuat dari [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":27,"featured_media":33470,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[3],"tags":[2258,2259,2367,1210,46,22,2321,2260],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v14.8 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Inovasi Biopellet Kayu Gamal dan Kulit Kopi Karya Dosen Rekayasa Kehutanan Itera Jadi Energi Alternatif Ramah Lingkungan - ITERA<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Institut Teknologi Sumatera (ITERA) merupakan perguruan tinggi negeri baru yang berdiri sejak 6 Oktober 2014 dan berlokasi di Lampung.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow\" \/>\n<meta name=\"googlebot\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<meta name=\"bingbot\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.itera.ac.id\/inovasi-biopellet-kayu-gamal-dan-kulit-kopi-karya-dosen-rekayasa-kehutanan-itera-jadi-energi-alternatif-ramah-lingkungan\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Inovasi Biopellet Kayu Gamal dan Kulit Kopi Karya Dosen Rekayasa Kehutanan Itera Jadi Energi Alternatif Ramah Lingkungan\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Institut Teknologi Sumatera (ITERA) merupakan perguruan tinggi negeri baru yang berdiri sejak 6 Oktober 2014 dan berlokasi di Lampung.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.itera.ac.id\/inovasi-biopellet-kayu-gamal-dan-kulit-kopi-karya-dosen-rekayasa-kehutanan-itera-jadi-energi-alternatif-ramah-lingkungan\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"ITERA\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/itera.official\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-04-17T09:04:54+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-08-30T03:33:35+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.itera.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/WhatsApp-Image-2025-04-17-at-16.02.10.jpeg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1010\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"649\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@itera_PTN\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@itera_PTN\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.itera.ac.id\/en\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.itera.ac.id\/en\/\",\"name\":\"ITERA\",\"description\":\"Smart, Friendly, and Forest Campus\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":\"https:\/\/www.itera.ac.id\/en\/?s={search_term_string}\",\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.itera.ac.id\/inovasi-biopellet-kayu-gamal-dan-kulit-kopi-karya-dosen-rekayasa-kehutanan-itera-jadi-energi-alternatif-ramah-lingkungan\/#primaryimage\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"url\":\"https:\/\/www.itera.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/WhatsApp-Image-2025-04-17-at-16.02.10.jpeg\",\"width\":1010,\"height\":649},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.itera.ac.id\/inovasi-biopellet-kayu-gamal-dan-kulit-kopi-karya-dosen-rekayasa-kehutanan-itera-jadi-energi-alternatif-ramah-lingkungan\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/www.itera.ac.id\/inovasi-biopellet-kayu-gamal-dan-kulit-kopi-karya-dosen-rekayasa-kehutanan-itera-jadi-energi-alternatif-ramah-lingkungan\/\",\"name\":\"[:id]Inovasi Biopellet Kayu Gamal dan Kulit Kopi Karya Dosen Rekayasa Kehutanan Itera Jadi Energi Alternatif Ramah Lingkungan[:] - ITERA\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.itera.ac.id\/en\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.itera.ac.id\/inovasi-biopellet-kayu-gamal-dan-kulit-kopi-karya-dosen-rekayasa-kehutanan-itera-jadi-energi-alternatif-ramah-lingkungan\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2025-04-17T09:04:54+00:00\",\"dateModified\":\"2025-08-30T03:33:35+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.itera.ac.id\/en\/#\/schema\/person\/be7b021e7902a6f2df6ec408cd478d91\"},\"description\":\"Institut Teknologi Sumatera (ITERA) merupakan perguruan tinggi negeri baru yang berdiri sejak 6 Oktober 2014 dan berlokasi di Lampung.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.itera.ac.id\/inovasi-biopellet-kayu-gamal-dan-kulit-kopi-karya-dosen-rekayasa-kehutanan-itera-jadi-energi-alternatif-ramah-lingkungan\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.itera.ac.id\/inovasi-biopellet-kayu-gamal-dan-kulit-kopi-karya-dosen-rekayasa-kehutanan-itera-jadi-energi-alternatif-ramah-lingkungan\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.itera.ac.id\/inovasi-biopellet-kayu-gamal-dan-kulit-kopi-karya-dosen-rekayasa-kehutanan-itera-jadi-energi-alternatif-ramah-lingkungan\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"item\":{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.itera.ac.id\/\",\"url\":\"https:\/\/www.itera.ac.id\/\",\"name\":\"Home\"}},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"item\":{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.itera.ac.id\/inovasi-biopellet-kayu-gamal-dan-kulit-kopi-karya-dosen-rekayasa-kehutanan-itera-jadi-energi-alternatif-ramah-lingkungan\/\",\"url\":\"https:\/\/www.itera.ac.id\/inovasi-biopellet-kayu-gamal-dan-kulit-kopi-karya-dosen-rekayasa-kehutanan-itera-jadi-energi-alternatif-ramah-lingkungan\/\",\"name\":\"Inovasi Biopellet Kayu Gamal dan Kulit Kopi Karya Dosen Rekayasa Kehutanan Itera Jadi Energi Alternatif Ramah Lingkungan\"}}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.itera.ac.id\/en\/#\/schema\/person\/be7b021e7902a6f2df6ec408cd478d91\",\"name\":\"Editor : Rudiyansyah\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.itera.ac.id\/en\/#personlogo\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/56e8cca17b325f7af4b8d980dc0345fd?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Editor : Rudiyansyah\"}}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.itera.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/33469"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.itera.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.itera.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.itera.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/27"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.itera.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=33469"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/www.itera.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/33469\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":33472,"href":"https:\/\/www.itera.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/33469\/revisions\/33472"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.itera.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/33470"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.itera.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=33469"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.itera.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=33469"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.itera.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=33469"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}