{"id":19180,"date":"2022-03-26T09:35:45","date_gmt":"2022-03-26T02:35:45","guid":{"rendered":"https:\/\/www.itera.ac.id\/?p=19180"},"modified":"2022-03-30T09:39:06","modified_gmt":"2022-03-30T02:39:06","slug":"prodi-sains-atmosfer-dan-keplanetan-itera-kaji-quasi-satellite-dan-evolusi-orbitnya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.itera.ac.id\/en\/prodi-sains-atmosfer-dan-keplanetan-itera-kaji-quasi-satellite-dan-evolusi-orbitnya\/","title":{"rendered":"Prodi Sains Atmosfer dan Keplanetan ITERA Kaji Quasi-Satellite dan Evolusi Orbitnya"},"content":{"rendered":"<div class=\"pf-content\"><p>ITERA NEWS. Program Studi Sains Atmosfer dan Keplanetan (SAP) ITERA melakukan pembahasan dan pengkajian seputar <em>Quasi-Satellite<\/em> dan Evolusi Orbitnya, melalui webinar, yang digelar 24 Maret 2022. Kegiatan ini menghadirkan narasumber mahasiswa Pascasarjana Astronomi ITB M. Rezky, S.Si., dan dipandu oleh Dosen SAP ITERA Achmad Zainur Rozzykin, S.Si., M.Si.<\/p>\n<p>Ketua Jurusan Sains ITERA, Prof. Dr. Leo Hari Wiryanto, M.S. dalam pembukaan menyampaikan rasa terima kasih kepada narasumber yang telah membagikan ilmu kepada mahasiswa dan dosen Program Studi Sains dan Keplanetan.<\/p>\n<p>Dalam pemaparannya, Rezky memaparkan jumlah asteroid yang telah terdeteksi dan terdaftar. Dari seluruh asteroid tersebut, terdapat asteroid dekat bumi (<em>Near Earth Object<\/em>) dan objek yang berpotensi membahayakan Bumi (<em>Potentially Hazardous Object<\/em>). Menurut Rezky, pengetahuan mengenai orbit asteroid memiliki banyak fungsi, dari melakukan prediksi fenomena astronomi lain maupun menakar peluang pengamatan in situ maupun penambangan.<\/p>\n<p>Rezky menjelaskan tentang satelit <em>co-orbital<\/em>, asteroid yang mengalami resonansi gerak rerata dengan Bumi, memiliki sumbu semi mayor mengelilingi Matahari yang mirip dengan Bumi, hanya dengan eksentrisitas yang besar. Dari asteroid dekat Bumi, Rezky menjelaskan mengenai Asteroid 469219 Kamo\u2019oalewa yang merupakan salah satu <em>quasi-satellite<\/em> yang terkecil, terdekat, dan terstabil dan memiliki komposisi yang mirip dengan komposisi permukaan Bulan.<\/p>\n<blockquote>\n<h3>&#8220;Menurut Rezky, pengetahuan mengenai orbit asteroid memiliki banyak fungsi, dari melakukan prediksi fenomena astronomi lain maupun menakar peluang pengamatan in situ maupun penambangan.&#8221;<\/h3>\n<\/blockquote>\n<p>Selain itu, turut dijelaskan, variabel-variabel yang telah ditemukan dengan pengamatan untuk dapat melakukan simulasi dengan Rebound dan integrator adaptif IAS15 untuk mendapatkan evolusi orbit <em>quasi-satellite<\/em> dari fase orbit <em>horseshoe<\/em>, <em>tadpole<\/em>,<em> quasi-satellite<\/em>, dan <em>trisectrix<\/em>, berdasarkan sudut librasi asteroid tersebut. Asteroid 469219 Kamo\u2019oalewa yang digunakan menjadi contoh menurut simulasi\u00a0 gravitasi dengan melibatkan Matahari, planet di tata surya, dan Bulan akan keluar dari fase <em>quasi-satellite<\/em> pada ~ 126 ribu tahun ke depan.<\/p>\n<p>Rezky menekankan bahwa pengetahuan mengenai <em>quasi-satellite<\/em> sangat berguna karena letaknya yang saat ini cukup dekat Bumi sehingga menjadikannya lebih prospektif untuk penelitian asteroid secara in situ alih-alih fly by yang selama ini banyak dilakukan. Mengambil citra asteroid langsung dari permukaannya tentu akan memberikan informasi yang lebih mendetail dibandingkan hanya memotret sembari melintas saja. Setelah penjelasan beliau, sesi tanya jawab berlangsung dengan pertanyaan-pertanyaan yang antusias diberikan oleh peserta, termasuk cara menentukan informasi intrinsik, apakah ada kemungkinan satelit buatan dapat menjadi <em>quasi-satellite<\/em>, penggunaan variabel <em>dummy <\/em>untuk akurasi pemodelan, dan sebagainya.<\/p>\n<p>Webinar diakhiri dengan kata penutup dari Dr. Deni Okta Lestari, S.Si. selaku Sekretaris Program Studi Sains Atmosfer dan Keplanetan yang menyemangati mahasiswa yang berminat untuk berkontribusi dalam sains keplanetan melalui komputasi untuk menjadi tulang punggung perencanaan pengamatan. <strong>(Rilis\/Humas)<\/strong><\/p>\n<\/div>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ITERA NEWS. Program Studi Sains Atmosfer dan Keplanetan (SAP) ITERA melakukan pembahasan dan pengkajian seputar Quasi-Satellite dan Evolusi Orbitnya, melalui webinar, yang digelar 24 Maret 2022. Kegiatan ini menghadirkan narasumber mahasiswa Pascasarjana Astronomi ITB M. Rezky, S.Si., dan dipandu oleh Dosen SAP ITERA Achmad Zainur Rozzykin, S.Si., M.Si. Ketua Jurusan Sains ITERA, Prof. Dr. Leo [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":27,"featured_media":19181,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[3],"tags":[46,22],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v14.8 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Prodi Sains Atmosfer dan Keplanetan ITERA Kaji Quasi-Satellite dan Evolusi Orbitnya - ITERA<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Program Studi Sains Atmosfer dan Keplanetan (SAP) ITERA melakukan pembahasan dan pengkajian seputar Quasi-Satellite dan Evolusi Orbitnya\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow\" \/>\n<meta name=\"googlebot\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<meta name=\"bingbot\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.itera.ac.id\/prodi-sains-atmosfer-dan-keplanetan-itera-kaji-quasi-satellite-dan-evolusi-orbitnya\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Prodi Sains Atmosfer dan Keplanetan ITERA Kaji Quasi-Satellite dan Evolusi Orbitnya\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Program Studi Sains Atmosfer dan Keplanetan (SAP) ITERA melakukan pembahasan dan pengkajian seputar Quasi-Satellite dan Evolusi Orbitnya\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.itera.ac.id\/prodi-sains-atmosfer-dan-keplanetan-itera-kaji-quasi-satellite-dan-evolusi-orbitnya\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"ITERA\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/itera.official\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2022-03-26T02:35:45+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2022-03-30T02:39:06+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.itera.ac.id\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/satelit-buatan.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"966\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"622\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@itera_PTN\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@itera_PTN\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.itera.ac.id\/en\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.itera.ac.id\/en\/\",\"name\":\"ITERA\",\"description\":\"Smart, Friendly, and Forest Campus\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":\"https:\/\/www.itera.ac.id\/en\/?s={search_term_string}\",\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.itera.ac.id\/prodi-sains-atmosfer-dan-keplanetan-itera-kaji-quasi-satellite-dan-evolusi-orbitnya\/#primaryimage\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"url\":\"https:\/\/www.itera.ac.id\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/satelit-buatan.jpg\",\"width\":966,\"height\":622},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.itera.ac.id\/prodi-sains-atmosfer-dan-keplanetan-itera-kaji-quasi-satellite-dan-evolusi-orbitnya\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/www.itera.ac.id\/prodi-sains-atmosfer-dan-keplanetan-itera-kaji-quasi-satellite-dan-evolusi-orbitnya\/\",\"name\":\"[:id]Prodi Sains Atmosfer dan Keplanetan ITERA Kaji Quasi-Satellite dan Evolusi Orbitnya[:] - ITERA\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.itera.ac.id\/en\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.itera.ac.id\/prodi-sains-atmosfer-dan-keplanetan-itera-kaji-quasi-satellite-dan-evolusi-orbitnya\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2022-03-26T02:35:45+00:00\",\"dateModified\":\"2022-03-30T02:39:06+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.itera.ac.id\/en\/#\/schema\/person\/be7b021e7902a6f2df6ec408cd478d91\"},\"description\":\"Program Studi Sains Atmosfer dan Keplanetan (SAP) ITERA melakukan pembahasan dan pengkajian seputar Quasi-Satellite dan Evolusi Orbitnya\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.itera.ac.id\/prodi-sains-atmosfer-dan-keplanetan-itera-kaji-quasi-satellite-dan-evolusi-orbitnya\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.itera.ac.id\/prodi-sains-atmosfer-dan-keplanetan-itera-kaji-quasi-satellite-dan-evolusi-orbitnya\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.itera.ac.id\/prodi-sains-atmosfer-dan-keplanetan-itera-kaji-quasi-satellite-dan-evolusi-orbitnya\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"item\":{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.itera.ac.id\/\",\"url\":\"https:\/\/www.itera.ac.id\/\",\"name\":\"Home\"}},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"item\":{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.itera.ac.id\/prodi-sains-atmosfer-dan-keplanetan-itera-kaji-quasi-satellite-dan-evolusi-orbitnya\/\",\"url\":\"https:\/\/www.itera.ac.id\/prodi-sains-atmosfer-dan-keplanetan-itera-kaji-quasi-satellite-dan-evolusi-orbitnya\/\",\"name\":\"Prodi Sains Atmosfer dan Keplanetan ITERA Kaji Quasi-Satellite dan Evolusi Orbitnya\"}}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.itera.ac.id\/en\/#\/schema\/person\/be7b021e7902a6f2df6ec408cd478d91\",\"name\":\"Editor : Rudiyansyah\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.itera.ac.id\/en\/#personlogo\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/56e8cca17b325f7af4b8d980dc0345fd?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Editor : Rudiyansyah\"}}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.itera.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/19180"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.itera.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.itera.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.itera.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/27"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.itera.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=19180"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.itera.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/19180\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":19182,"href":"https:\/\/www.itera.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/19180\/revisions\/19182"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.itera.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/19181"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.itera.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=19180"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.itera.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=19180"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.itera.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=19180"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}