{"id":14913,"date":"2021-06-11T13:55:02","date_gmt":"2021-06-11T06:55:02","guid":{"rendered":"https:\/\/www.itera.ac.id\/?p=14913"},"modified":"2021-06-15T09:26:48","modified_gmt":"2021-06-15T02:26:48","slug":"webinar-purino-material-hayati-dan-material-alami-itera-bahas-pemanfaatan-mikroorganisme-lokal-sebagai-pengawet-pada-makanan-tradisional","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.itera.ac.id\/en\/webinar-purino-material-hayati-dan-material-alami-itera-bahas-pemanfaatan-mikroorganisme-lokal-sebagai-pengawet-pada-makanan-tradisional\/","title":{"rendered":"Purino Material Hayati dan Material Alami ITERA Bahas Pemanfaatan Mikroorganisme Lokal sebagai Pengawet Makanan"},"content":{"rendered":"<div class=\"pf-content\"><p>[vc_row][vc_column][vc_column_text]ITERA NEWS. Purino Material Hayati dan Material Alami ITERA mengadakan kegiatan webinar yang bertajuk Potensi Mikroorganisme Lokal Penghasil Senyawa Bakteriosin sebagai Pengawet Makanan Alami, Jumat 11 Juni 2021. \u00a0Dalam kegiatan tersebut membahas \u00a0mengenai Pemanfaatan Mikroorganisme Lokal sebagai Bioproteksi (Pengawet) pada Makanan Tradisional.<\/p>\n<p>Kegiatan diawali dengan sambutan oleh Ketua Lembaga Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat dan Penjamin Mutu ITERA , Acep Purqon, Ph.D yang menjelaskan bahwa materi webinar hari ini sangat relevan dengan kehidupan sehari-hari. Kegiatan tersebut dihadiri oleh lebih kurang 100 orang peserta menghadirkan narasumber Dr. Lili Anggraini, S.Pt. sebagai Analis di Laboratorium Diagnostik dan Riset Terpadu Fakultas Kedokteran Universitas Andalas dan Dr. Vebera Maslami, S.Pt. selaku Dosen Teknologi Industri Pertanian ITERA.<\/p>\n<p>Dalam kesempatan tersebut, Lili menyampaikan bahwa banyak sekali cara untuk mengawetkan makanan, salah satunya adalah dengan Bioproteksi atau yang lebih dikenal dengan Fermentasi makanan.<\/p>\n<blockquote><p><span style=\"font-size: 14pt;\">\u201cFermentasi selain bisa mengawetkan makanan, juga bisa menambah variasi dalam makanan itu sendiri. Misalnya saja keju, kimchi, <em>soy sauce<\/em> dan juga yang cukup terkenal di Sumatera Barat adalah dadih.\u201d<\/span><\/p><\/blockquote>\n<p>Acarapun dilanjutakan dengan pemaparan materi oleh Dr. Vebera Maslami, S.Pt.\u00a0 Materi yang disampaikan adalah mengenai Isolasi Mikroba asal Pangan Fermetasi Riau Penghasil Bakteriosin sebagai Bahan Pengawet Makanan. Dalam materi yang beliau jabarkan, Vebera mengatakan bahwa saat ini banyak sekali bahan pengawet kimia yang digunakan untuk mengawetkan makanan dan itu akan berbahaya bagi Kesehatan untuk jangka panjangnya. Dan seiiring dengan majunya teknologi, tingkat kesadaran masyarakat tentang Kesehatan pun semakin meningkat karena itu saat ini banyak sekali yang mencari alternatif yang lebih sehat untuk mengawetkan makanan, salah satunya dengan menemukan mikroorganisme yang baik untuk Kesehatan dan mudah ditemukan.<\/p>\n<p>\u201cSebenarnya banyak mikroorganisme lokal yang bisa digunakan untuk mengawetkan makanan, tetapi karena saya berasal dari Riau jadi saya mengembangkan bahan fermentasi yang berasal dari sana. Bahan pangan fermentasi yang ingin saya kembangkan adalah Cangkuak, Pakasam, dan Asam Samaung yang berasal dari kabupaten Kuantan SIngingi.\u201d Ujar Vebera. (HUMAS)<\/p>\n<p>[\/vc_column_text][vc_gallery interval=&#8221;3&#8243; images=&#8221;14918,14917,14916,14915,14914&#8243; img_size=&#8221;large&#8221;][\/vc_column][\/vc_row]<\/p>\n<\/div>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>[vc_row][vc_column][vc_column_text]ITERA NEWS. Purino Material Hayati dan Material Alami ITERA mengadakan kegiatan webinar yang bertajuk Potensi Mikroorganisme Lokal Penghasil Senyawa Bakteriosin sebagai Pengawet Makanan Alami, Jumat 11 Juni 2021. \u00a0Dalam kegiatan tersebut membahas \u00a0mengenai Pemanfaatan Mikroorganisme Lokal sebagai Bioproteksi (Pengawet) pada Makanan Tradisional. Kegiatan diawali dengan sambutan oleh Ketua Lembaga Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat dan Penjamin [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":31,"featured_media":14919,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[3],"tags":[46,1132,814,650],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v14.8 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Purino Material Hayati dan Material Alami ITERA Bahas Pemanfaatan Mikroorganisme Lokal sebagai Pengawet Makanan - ITERA<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Institut Teknologi Sumatera (ITERA) merupakan perguruan tinggi negeri baru yang berdiri sejak 6 Oktober 2014 dan berlokasi di Lampung.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow\" \/>\n<meta name=\"googlebot\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<meta name=\"bingbot\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.itera.ac.id\/webinar-purino-material-hayati-dan-material-alami-itera-bahas-pemanfaatan-mikroorganisme-lokal-sebagai-pengawet-pada-makanan-tradisional\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Purino Material Hayati dan Material Alami ITERA Bahas Pemanfaatan Mikroorganisme Lokal sebagai Pengawet Makanan\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Institut Teknologi Sumatera (ITERA) merupakan perguruan tinggi negeri baru yang berdiri sejak 6 Oktober 2014 dan berlokasi di Lampung.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.itera.ac.id\/webinar-purino-material-hayati-dan-material-alami-itera-bahas-pemanfaatan-mikroorganisme-lokal-sebagai-pengawet-pada-makanan-tradisional\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"ITERA\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/itera.official\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2021-06-11T06:55:02+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2021-06-15T02:26:48+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.itera.ac.id\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/4-4.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1280\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"719\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@itera_PTN\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@itera_PTN\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.itera.ac.id\/en\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.itera.ac.id\/en\/\",\"name\":\"ITERA\",\"description\":\"Smart, Friendly, and Forest Campus\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":\"https:\/\/www.itera.ac.id\/en\/?s={search_term_string}\",\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.itera.ac.id\/webinar-purino-material-hayati-dan-material-alami-itera-bahas-pemanfaatan-mikroorganisme-lokal-sebagai-pengawet-pada-makanan-tradisional\/#primaryimage\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"url\":\"https:\/\/www.itera.ac.id\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/4-4.jpg\",\"width\":1280,\"height\":719},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.itera.ac.id\/webinar-purino-material-hayati-dan-material-alami-itera-bahas-pemanfaatan-mikroorganisme-lokal-sebagai-pengawet-pada-makanan-tradisional\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/www.itera.ac.id\/webinar-purino-material-hayati-dan-material-alami-itera-bahas-pemanfaatan-mikroorganisme-lokal-sebagai-pengawet-pada-makanan-tradisional\/\",\"name\":\"[:id]Purino Material Hayati dan Material Alami ITERA Bahas Pemanfaatan Mikroorganisme Lokal sebagai Pengawet Makanan[:] - ITERA\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.itera.ac.id\/en\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.itera.ac.id\/webinar-purino-material-hayati-dan-material-alami-itera-bahas-pemanfaatan-mikroorganisme-lokal-sebagai-pengawet-pada-makanan-tradisional\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2021-06-11T06:55:02+00:00\",\"dateModified\":\"2021-06-15T02:26:48+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.itera.ac.id\/en\/#\/schema\/person\/b32cec3695e5f65d977a7a171ba7b7aa\"},\"description\":\"Institut Teknologi Sumatera (ITERA) merupakan perguruan tinggi negeri baru yang berdiri sejak 6 Oktober 2014 dan berlokasi di Lampung.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.itera.ac.id\/webinar-purino-material-hayati-dan-material-alami-itera-bahas-pemanfaatan-mikroorganisme-lokal-sebagai-pengawet-pada-makanan-tradisional\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.itera.ac.id\/webinar-purino-material-hayati-dan-material-alami-itera-bahas-pemanfaatan-mikroorganisme-lokal-sebagai-pengawet-pada-makanan-tradisional\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.itera.ac.id\/webinar-purino-material-hayati-dan-material-alami-itera-bahas-pemanfaatan-mikroorganisme-lokal-sebagai-pengawet-pada-makanan-tradisional\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"item\":{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.itera.ac.id\/\",\"url\":\"https:\/\/www.itera.ac.id\/\",\"name\":\"Home\"}},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"item\":{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.itera.ac.id\/webinar-purino-material-hayati-dan-material-alami-itera-bahas-pemanfaatan-mikroorganisme-lokal-sebagai-pengawet-pada-makanan-tradisional\/\",\"url\":\"https:\/\/www.itera.ac.id\/webinar-purino-material-hayati-dan-material-alami-itera-bahas-pemanfaatan-mikroorganisme-lokal-sebagai-pengawet-pada-makanan-tradisional\/\",\"name\":\"Purino Material Hayati dan Material Alami ITERA Bahas Pemanfaatan Mikroorganisme Lokal sebagai Pengawet Makanan\"}}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.itera.ac.id\/en\/#\/schema\/person\/b32cec3695e5f65d977a7a171ba7b7aa\",\"name\":\"syabatra\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.itera.ac.id\/en\/#personlogo\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/151720d2d445a0fba6f42e721124d6a6?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"syabatra\"}}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.itera.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14913"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.itera.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.itera.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.itera.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/31"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.itera.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=14913"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/www.itera.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14913\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":14960,"href":"https:\/\/www.itera.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14913\/revisions\/14960"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.itera.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/14919"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.itera.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=14913"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.itera.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=14913"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.itera.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=14913"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}