{"id":14455,"date":"2021-05-26T20:36:19","date_gmt":"2021-05-26T13:36:19","guid":{"rendered":"https:\/\/www.itera.ac.id\/?p=14455"},"modified":"2021-05-26T20:36:19","modified_gmt":"2021-05-26T13:36:19","slug":"tim-observatorium-astronomi-itera-berhasil-rekam-proses-gerhana-bulan-total","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.itera.ac.id\/en\/tim-observatorium-astronomi-itera-berhasil-rekam-proses-gerhana-bulan-total\/","title":{"rendered":"Tim Observatorium Astronomi ITERA Berhasil Rekam Proses Gerhana Bulan Total"},"content":{"rendered":"<div class=\"pf-content\"><p>[vc_row][vc_column][vc_column_text]ITERA NEWS. Tim Observatorium Astronomi ITERA Lampung (OAIL) berhasil merekam proses Gerhana Bulan Total, \u00a0yang terjadi pada Rabu, 26 Mei 2021. Puncak Gerhana Total berhasil direkam melalui teleskop berjenis Refraktor yaitu Baride Optics dengan panjang fokus 900 mm dan diameter 102 mm, f\/8.8) dengan kamera DSLR Canon 5D Mark IV pada pukul 18.19. Dari foto yang tertangkap dari teleskop yang digunakan tersebut Bulan tampak berwarna kemerahan, dengan sedikit bayangan, pada fase puncak Gerhana Bulan Total.<\/p>\n<p>Pengamatan dilakukan oleh para peneliti ITERA yang terdiri dari dosen, laboran, serta para mahasiswa yang tergabung dalam komunitas astronomi Lampung (KALA) di Stasiun Pengamatan Bulan Internasional ITERA atau Astelco Lunar Sighting Station (ALTS-7) di kampus ITERA. Dalam pengamatan Gerhana Bulan Total, OAIL ITERA menggunakan empat teleskop, yaitu teleskop utama berjenis Refraktor yaitu Baride Optics dengan panjang fokus 900 mm dan diameter 102 mm, f\/8.8), teleskop Lunt 80ed yang digunakan khusus untuk penelitian dosen, serta 2 teleskop Baride Optics manual yang digunakan para mahasiswa untuk mengamati Gerhana Bulan.<\/p>\n<p>Pengamat OAIL, Aditya Abdillah Yusuf, S.Si., menyampaikan, diawal pengamatan Gerhana Bulan Total, para peneliti sempat mengalami kendala, karena langit sempat tertutup awan. Namun, saat menjelang puncak Gerhana Bulan, langit mulai cerah, sehingga tidak menutupi pengamatan.<\/p>\n<p>Sementara Dosen Sains Atmosfer dan Keplanetan ITERA, Hendra Agus Prastyo, S.Si., M.Si. yang juga mengamati dan meneliti proses terjadinya gerhana menyampaikan, dalam pengamatan fenomena Gerhana Bulan Total, tim peneliti ITERA melakukan pengambilan citra Bulan dalam berbagai filter (U, B, V, R, I) dan mengukur perubahan kecerlangan langit selama terjadinya GBT. Citra Bulan yang diambil dari berbagai filter digunakan untuk menghasilkan kurva cahaya pada panjang gelombang yang berbeda, sehingga bisa diketahui filter mana yang optimal digunakan untuk pengamatan gerhana bulan.<\/p>\n<blockquote>\n<h3>&#8220;Dalam pengamatan fenomena Gerhana Bulan Total, tim peneliti ITERA melakukan pengambilan citra Bulan dalam berbagai filter (U, B, V, R, I) dan mengukur perubahan kecerlangan langit selama terjadinya GBT.&#8221;<\/h3>\n<\/blockquote>\n<p>\u201cSementara untuk data perubahan kecerlangan langit kami gunakan untuk mengetahui pengaruh perubahan cahaya Bulan selama terjadinya Gerhana Bulan Total terhadap langit malam yang mempengaruhi kenampakan objek astronomi lain, data ini sangat mendukung penelitian di bidang astronomi yang kami lakukan,\u201d ujar Hendra.<\/p>\n<p>Hendra menambahkan, Gerhana Bulan Total malam ini merupakan Gerhana Bulan Total pertama di tahun 2021 dan Bulan berada pada jarak terdekatnya dengan Bumi, sehingga diameter sudut Bulan relatif lebih besar dibandingkan purnama pada umumnya. Gerhana bulan akan terjadi lagi pada 19 November 2021, yaitu Gerhana Bulan Sebagian.<\/p>\n<p>Terkait Gerhana Bulan yang terjadi, Hendra menyebut, fenomena astronomi tersebut tidak ada dampak yang signifikan akibat terjadinya Gerhana Bulan Total. \u201cHarapan kami, dari fenomena astronomi yang terjadi ini, \u00a0masyarakat menjadi lebih memahami fenomena Gerhana Bulan Total secara ilmiah, dan akan banyak penelitian yang dihasilkan dari fenomena ini,\u201d ujar Hendra, di sela pengamatan.<\/p>\n<p>Sebelumnya disampaikan bahwa fenomena astronomi Gerhana Bulan Total akan menyambangi seluruh area di Samudera Pasifik dari Amerika Selatan, Amerika Utara, Asia Timur, Asia Tenggara, dan juga Australia, pada Rabu, 26 Mei 2021. Fenomena ini juga dapat diamati langsung oleh masyarakat di Indonesia.<\/p>\n<h3>Fase Gerhana<\/h3>\n<p>Terjadinya Gerhana Bulan Total melewati beberapa fase yaitu fase pertama, awal Bulan masuk ke penumbra Bumi terjadi pada saat Bulan belum terbit, yaitu pada pukul 15:47 WIB. Selanjutnya yaitu fase gerhana sebagian dimulai pada 16:44 WIB. Bulan terbit di Bandar Lampung pada pukul 17.47 WIB dalam kondisi gerhana bulan sebagian.<\/p>\n<p>Pada pukul 18:11 WIB Bulan masuk fase gerhana total, dan puncaknya pada 18:18 WIB, dan berakhir pada 18:25 WIB. Gerhana terus berlangsung dengan fase sebagian hingga pada pukul 19:52 WIB, dan akhirnya Bulan keluar sepenuhnya dari bayanan Bumi (penumbra) pada pukul 20:49 WIB.<\/p>\n<p>Hal unik yang juga terjadi, pada gerhana bulan kali ini, Bulan mendekati titik perigee, yaitu ketika Bulan berada pada titik terdekatnya dengan Bumi. Efek dari hal ini adalah Bulan memiliki diameter tampak yang \u201clebih besar\u201d dari biasanya, mencapai 33\u2019 34,5\u201d.\u00a0 Pada saat gerhana bulan total terjadi, Bulan juga berwarna kemerahan. Hal ini disebabkan adanya cahaya Matahari yang lolos melewati dan dibelokkan oleh atmosfer Bumi, sehingga Bulan menjadi berwarna kemerahan.<\/p>\n<p>Berkaitan dengan masih terjadinya wabah Covid-19, OAIL tidak membuka pengamatan secara langsung bagi masyarakat umum. Hanya saja masyarakat banyak yang mengikuti pengamatan Gerhana Bulan Total yang dilakukan OAIL ITERA melalui sambungan streaming yang akan menampilkan langsung tangkapan teleskop melalui kanal Youtube OAIL: https:\/\/tinyurl.com\/youtube-oail.<strong> (Humas)<\/strong>[\/vc_column_text][\/vc_column][\/vc_row][vc_row][vc_column][vc_gallery interval=&#8221;3&#8243; images=&#8221;14457,14458,14459&#8243; img_size=&#8221;large&#8221;][\/vc_column][\/vc_row]<\/p>\n<\/div>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>[vc_row][vc_column][vc_column_text]ITERA NEWS. Tim Observatorium Astronomi ITERA Lampung (OAIL) berhasil merekam proses Gerhana Bulan Total, \u00a0yang terjadi pada Rabu, 26 Mei 2021. Puncak Gerhana Total berhasil direkam melalui teleskop berjenis Refraktor yaitu Baride Optics dengan panjang fokus 900 mm dan diameter 102 mm, f\/8.8) dengan kamera DSLR Canon 5D Mark IV pada pukul 18.19. Dari foto [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":27,"featured_media":14456,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[3],"tags":[1097,648,46,22,66,1098],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v14.8 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Tim Observatorium Astronomi ITERA Berhasil Rekam Proses Gerhana Bulan Total - ITERA<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Tim Observatorium Astronomi ITERA Lampung (OAIL) berhasil merekam proses Gerhana Bulan Total, \u00a0yang terjadi pada Rabu, 26 Mei 2021\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow\" \/>\n<meta name=\"googlebot\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<meta name=\"bingbot\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.itera.ac.id\/tim-observatorium-astronomi-itera-berhasil-rekam-proses-gerhana-bulan-total\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Tim Observatorium Astronomi ITERA Berhasil Rekam Proses Gerhana Bulan Total\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Tim Observatorium Astronomi ITERA Lampung (OAIL) berhasil merekam proses Gerhana Bulan Total, \u00a0yang terjadi pada Rabu, 26 Mei 2021\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.itera.ac.id\/tim-observatorium-astronomi-itera-berhasil-rekam-proses-gerhana-bulan-total\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"ITERA\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/itera.official\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2021-05-26T13:36:19+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.itera.ac.id\/wp-content\/uploads\/2021\/05\/A-5.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"847\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"561\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@itera_PTN\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@itera_PTN\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.itera.ac.id\/en\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.itera.ac.id\/en\/\",\"name\":\"ITERA\",\"description\":\"Smart, Friendly, and Forest Campus\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":\"https:\/\/www.itera.ac.id\/en\/?s={search_term_string}\",\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.itera.ac.id\/tim-observatorium-astronomi-itera-berhasil-rekam-proses-gerhana-bulan-total\/#primaryimage\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"url\":\"https:\/\/www.itera.ac.id\/wp-content\/uploads\/2021\/05\/A-5.jpg\",\"width\":847,\"height\":561},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.itera.ac.id\/tim-observatorium-astronomi-itera-berhasil-rekam-proses-gerhana-bulan-total\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/www.itera.ac.id\/tim-observatorium-astronomi-itera-berhasil-rekam-proses-gerhana-bulan-total\/\",\"name\":\"[:id]Tim Observatorium Astronomi ITERA Berhasil Rekam Proses Gerhana Bulan Total[:] - ITERA\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.itera.ac.id\/en\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.itera.ac.id\/tim-observatorium-astronomi-itera-berhasil-rekam-proses-gerhana-bulan-total\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2021-05-26T13:36:19+00:00\",\"dateModified\":\"2021-05-26T13:36:19+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.itera.ac.id\/en\/#\/schema\/person\/be7b021e7902a6f2df6ec408cd478d91\"},\"description\":\"Tim Observatorium Astronomi ITERA Lampung (OAIL) berhasil merekam proses Gerhana Bulan Total, \\u00a0yang terjadi pada Rabu, 26 Mei 2021\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.itera.ac.id\/tim-observatorium-astronomi-itera-berhasil-rekam-proses-gerhana-bulan-total\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.itera.ac.id\/tim-observatorium-astronomi-itera-berhasil-rekam-proses-gerhana-bulan-total\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.itera.ac.id\/tim-observatorium-astronomi-itera-berhasil-rekam-proses-gerhana-bulan-total\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"item\":{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.itera.ac.id\/\",\"url\":\"https:\/\/www.itera.ac.id\/\",\"name\":\"Home\"}},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"item\":{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.itera.ac.id\/tim-observatorium-astronomi-itera-berhasil-rekam-proses-gerhana-bulan-total\/\",\"url\":\"https:\/\/www.itera.ac.id\/tim-observatorium-astronomi-itera-berhasil-rekam-proses-gerhana-bulan-total\/\",\"name\":\"Tim Observatorium Astronomi ITERA Berhasil Rekam Proses Gerhana Bulan Total\"}}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.itera.ac.id\/en\/#\/schema\/person\/be7b021e7902a6f2df6ec408cd478d91\",\"name\":\"Editor : Rudiyansyah\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.itera.ac.id\/en\/#personlogo\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/56e8cca17b325f7af4b8d980dc0345fd?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Editor : Rudiyansyah\"}}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.itera.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14455"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.itera.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.itera.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.itera.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/27"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.itera.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=14455"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.itera.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14455\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":14460,"href":"https:\/\/www.itera.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14455\/revisions\/14460"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.itera.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/14456"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.itera.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=14455"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.itera.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=14455"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.itera.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=14455"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}