{"id":12335,"date":"2021-01-15T08:55:17","date_gmt":"2021-01-15T01:55:17","guid":{"rendered":"https:\/\/www.itera.ac.id\/?p=12335"},"modified":"2021-01-15T08:55:17","modified_gmt":"2021-01-15T01:55:17","slug":"gempa-berulang-pesawaran-bisa-dipicu-curah-hujan-tinggi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.itera.ac.id\/en\/gempa-berulang-pesawaran-bisa-dipicu-curah-hujan-tinggi\/","title":{"rendered":"Gempa Berulang Pesawaran Bisa Dipicu Curah Hujan Tinggi"},"content":{"rendered":"<div class=\"pf-content\"><p>ITERA NEWS. Terkait gempa yang mengguncang Kabupaten Pesawaran, Lampung, dengan kekuatan 3,8 Magnitudo, beberapa waktu lalu, dan berulang hingga 17 kali (berdasarkan catatan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika), dosen Program Studi Teknik Geofisika ITERA Erlangga Ibrahim Fattah, S.Si., M.T., menyebut fenomena tersebut merupakan fenomena baru. Sebab berdasarkan riset yang dilakukan tentang gempa di Selat Sunda, dan Lampung, tidak pernah terjadi gempa kecil yang signifikan dan terjadi berulang dengan kekuatan kecil dan terjadi pada posisi dangkal.<\/p>\n<p>\u201cBiasanya kalaupun terjadi dalam posisi yang dalam, sekitar 70-100 km di bawah permukaan air laut. Jadi sebetulnya fenomena gempa berulang di Pesawaran ini adalah fenomena baru,\u201d ujar Erlangga.<\/p>\n<p>Erlangga menjelaskan, secara geologi, Sesar Sumatera yang berada di bagian Barat Provinsi Lampung, terpecah menjadi dua jalur. Pertama mengarah di sepanjang Bukit Barisan Selatan dan satu lagi membelok ke arah timur mengarah ke daerah Kotaagung, Tanggamus, meski tidak tepat di bawah Kotaagung. Lokasi tersebut terbilang sangat jauh dari pusat gempa di Pesawaran.<\/p>\n<figure id=\"attachment_12330\" style=\"width: 612px\"  class=\"wp-caption aligncenter\"><a href=\"https:\/\/www.itera.ac.id\/wp-content\/uploads\/2021\/01\/Gempa-Pesawaran.jpg\"><img loading=\"lazy\" class=\"wp-image-12330 size-full\" src=\"https:\/\/www.itera.ac.id\/wp-content\/uploads\/2021\/01\/Gempa-Pesawaran.jpg\" alt=\"\" width=\"612\" height=\"717\" srcset=\"https:\/\/www.itera.ac.id\/wp-content\/uploads\/2021\/01\/Gempa-Pesawaran.jpg 612w, https:\/\/www.itera.ac.id\/wp-content\/uploads\/2021\/01\/Gempa-Pesawaran-256x300.jpg 256w\" sizes=\"(max-width: 612px) 100vw, 612px\" \/><\/a><figcaption class=\"wp-caption-text\">(Sumber : BMKG)<\/figcaption><\/figure>\n<p>Namun, menurut Erlangga tidak menutup kemungkinan, Sesar Sumatera memiliki sesar-sesar kecil, yang mengarah hingga ke daerah Pesawaran. \u201cJika ada sesar besar kemungkinan memang ada sesar kecil,\u201d ungkap Erlangga. Erlangga melanjutkan, gempa berulang di Pesawaran juga berbeda dengan gempa berulang yang kerap terjadi. Biasanya gempa-gempa kecil terjadi setelah gempa besar terjadi. Namun, fenomena gempa di Pesawaran tidak diawali gempa besar. \u201cSangat jarang gempa kecil terjadi dengan intensitas sering, karena biasanya ada pemicunya yaitu gempa besar. Namun berbeda dengan di Pesawaran,\u201d ujar Erlangga.<\/p>\n<blockquote>\n<h3>&#8220;Gempa berulang di Pesawaran juga berbeda dengan gempa berulang yang kerap terjadi. Biasanya gempa-gempa kecil terjadi setelah gempa besar terjadi. Namun, fenomena gempa di Pesawaran tidak diawali gempa besar.&#8221;<\/h3>\n<\/blockquote>\n<h3>Daerah Perbukitan<\/h3>\n<p>Namun analisa ke dua, menurut Erlangga, kemungkinan gempa terjadi karena curah hujan yang tinggi selama beberapa bulan terakhir. Terlebih daerah Pesawaran juga daerah yang berbukit yang resapannya airnya sangat baik. \u201cBisa jadi karena curah hujan yang tinggi dan daerah Pesawaran cukup banyak perbukitan yang menjadi area resapan air yang baik, jadi kemungkinan air hujan terus menerus masuk ke sesar kecil yang masuk ke sesar Sumatera,\u201d ujar Erlangga.<\/p>\n<p>Erlangga menyebut, sebagaiman kajian geologi, sebetulnya Bumi tidak diam, namun terjadi gerakan meski dalam ukuran sangat kecil, yaitu 5-8 mm pertahun. Karena masuknya air ke bagian sesar-sesar kecil, maka kemungkinan mengakibatkan pergerakan dan memunculkan gempa-gempa kecil. Erlangga berharap, masyarakat tidak terlalu cemas, namun tetap perlu waspada. Sebab lebih baik gempa muncul sekarang dan dalam skala yang kecil, dibanding tidak pernah terjadi gempa, yang justru akan memunculkan potensi gempa besar terjadi. <strong>(Humas)<\/strong><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.itera.ac.id\/wp-content\/uploads\/2021\/01\/Gempa-Pesawaran-Peta-Geologi.jpeg\"><img loading=\"lazy\" class=\"alignnone wp-image-12332 size-full\" src=\"https:\/\/www.itera.ac.id\/wp-content\/uploads\/2021\/01\/Gempa-Pesawaran-Peta-Geologi.jpeg\" alt=\"\" width=\"966\" height=\"534\" srcset=\"https:\/\/www.itera.ac.id\/wp-content\/uploads\/2021\/01\/Gempa-Pesawaran-Peta-Geologi.jpeg 966w, https:\/\/www.itera.ac.id\/wp-content\/uploads\/2021\/01\/Gempa-Pesawaran-Peta-Geologi-300x166.jpeg 300w, https:\/\/www.itera.ac.id\/wp-content\/uploads\/2021\/01\/Gempa-Pesawaran-Peta-Geologi-768x425.jpeg 768w\" sizes=\"(max-width: 966px) 100vw, 966px\" \/><\/a><\/p>\n<\/div>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ITERA NEWS. Terkait gempa yang mengguncang Kabupaten Pesawaran, Lampung, dengan kekuatan 3,8 Magnitudo, beberapa waktu lalu, dan berulang hingga 17 kali (berdasarkan catatan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika), dosen Program Studi Teknik Geofisika ITERA Erlangga Ibrahim Fattah, S.Si., M.T., menyebut fenomena tersebut merupakan fenomena baru. Sebab berdasarkan riset yang dilakukan tentang gempa di Selat Sunda, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":27,"featured_media":12334,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[3],"tags":[621,906,905,46,22],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v14.8 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Gempa Berulang Pesawaran Bisa Dipicu Curah Hujan Tinggi - ITERA<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Gempa Pesawaran, Lampung, dengan kekuatan 3,8 Magnitudo, beberapa waktu lalu, dan berulang hingga 17 kali merupakan fenomena baru\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow\" \/>\n<meta name=\"googlebot\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<meta name=\"bingbot\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.itera.ac.id\/en\/gempa-berulang-pesawaran-bisa-dipicu-curah-hujan-tinggi\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Gempa Berulang Pesawaran Bisa Dipicu Curah Hujan Tinggi\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Gempa Pesawaran, Lampung, dengan kekuatan 3,8 Magnitudo, beberapa waktu lalu, dan berulang hingga 17 kali merupakan fenomena baru\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.itera.ac.id\/en\/gempa-berulang-pesawaran-bisa-dipicu-curah-hujan-tinggi\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"ITERA\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/itera.official\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2021-01-15T01:55:17+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.itera.ac.id\/wp-content\/uploads\/2021\/01\/Erlangga-Teknik-Geofisika-ITERA.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1102\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"717\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@itera_PTN\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@itera_PTN\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.itera.ac.id\/en\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.itera.ac.id\/en\/\",\"name\":\"ITERA\",\"description\":\"Smart, Friendly, and Forest Campus\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":\"https:\/\/www.itera.ac.id\/en\/?s={search_term_string}\",\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.itera.ac.id\/en\/gempa-berulang-pesawaran-bisa-dipicu-curah-hujan-tinggi\/#primaryimage\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"url\":\"https:\/\/www.itera.ac.id\/wp-content\/uploads\/2021\/01\/Erlangga-Teknik-Geofisika-ITERA.jpg\",\"width\":1102,\"height\":717},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.itera.ac.id\/en\/gempa-berulang-pesawaran-bisa-dipicu-curah-hujan-tinggi\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/www.itera.ac.id\/en\/gempa-berulang-pesawaran-bisa-dipicu-curah-hujan-tinggi\/\",\"name\":\"[:id]Gempa Berulang Pesawaran Bisa Dipicu Curah Hujan Tinggi[:] - ITERA\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.itera.ac.id\/en\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.itera.ac.id\/en\/gempa-berulang-pesawaran-bisa-dipicu-curah-hujan-tinggi\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2021-01-15T01:55:17+00:00\",\"dateModified\":\"2021-01-15T01:55:17+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.itera.ac.id\/en\/#\/schema\/person\/be7b021e7902a6f2df6ec408cd478d91\"},\"description\":\"Gempa Pesawaran, Lampung, dengan kekuatan 3,8 Magnitudo, beberapa waktu lalu, dan berulang hingga 17 kali merupakan fenomena baru\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.itera.ac.id\/en\/gempa-berulang-pesawaran-bisa-dipicu-curah-hujan-tinggi\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.itera.ac.id\/en\/gempa-berulang-pesawaran-bisa-dipicu-curah-hujan-tinggi\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.itera.ac.id\/en\/gempa-berulang-pesawaran-bisa-dipicu-curah-hujan-tinggi\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"item\":{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.itera.ac.id\/\",\"url\":\"https:\/\/www.itera.ac.id\/\",\"name\":\"Home\"}},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"item\":{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.itera.ac.id\/en\/gempa-berulang-pesawaran-bisa-dipicu-curah-hujan-tinggi\/\",\"url\":\"https:\/\/www.itera.ac.id\/en\/gempa-berulang-pesawaran-bisa-dipicu-curah-hujan-tinggi\/\",\"name\":\"Gempa Berulang Pesawaran Bisa Dipicu Curah Hujan Tinggi\"}}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.itera.ac.id\/en\/#\/schema\/person\/be7b021e7902a6f2df6ec408cd478d91\",\"name\":\"Editor : Rudiyansyah\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.itera.ac.id\/en\/#personlogo\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/56e8cca17b325f7af4b8d980dc0345fd?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Editor : Rudiyansyah\"}}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.itera.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12335"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.itera.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.itera.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.itera.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/27"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.itera.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=12335"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.itera.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12335\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":12336,"href":"https:\/\/www.itera.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12335\/revisions\/12336"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.itera.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12334"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.itera.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=12335"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.itera.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=12335"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.itera.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=12335"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}