{"id":11141,"date":"2020-09-21T09:36:27","date_gmt":"2020-09-21T02:36:27","guid":{"rendered":"https:\/\/www.itera.ac.id\/?p=11141"},"modified":"2020-09-21T09:36:27","modified_gmt":"2020-09-21T02:36:27","slug":"pemanfaatan-bioplastik-kurangi-pencemaran-lingkungan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.itera.ac.id\/en\/pemanfaatan-bioplastik-kurangi-pencemaran-lingkungan\/","title":{"rendered":"Pemanfaatan Bioplastik Kurangi Pencemaran Lingkungan"},"content":{"rendered":"<div class=\"pf-content\"><p>[vc_row][vc_column][vc_column_text]ITERA NEWS. Program Studi Teknologi Industri Pertanian (TIP) Institut Teknologi Sumatera (ITERA) menyelenggarakan seminar dalam jaringan bertajuk Eksistensi bioplastik sebagai kemasan komersial, Sabtu (19\/9\/2020). Seminar daring yang diikuti sekitar 800 peserta mulai dari mahasiswa, akademisi, praktisi dan umum yang disiarkan melalui <em>zoom clout meeting <\/em>dan Youtube live tersebut menghadirkan dua narasumber, yaitu Dr. Mochamad Asrofi, S.T. dengan bidang keahlian <em>Bionanocomposite<\/em> dari Fakultas Teknik, Universitas Jember dan Tecnical Advisor dari PT. Intera Lestari Polimer, Dr. Asmuwahyu Saptorahardjo.<\/p>\n<p>Kegiatan yang dimoderatori dosen TIP ITERA, Dyah Ayu Larasati, S.T.P., M.Si, tersebut bertujuan untuk mengedukasi mahasiswa dan masyarakat luas terkait manfaat dari bioplastik sebagai bahan kemasan yang ramah lingkungan. Wakil Rektor Bidang Non Akademik yang juga menjabat sebagai Plt. Ketua Jurusan Teknik Proses dan Hayati ITERA, Prof. Dr. Sukrasno, M.S., dalam sambutannya menyampaikan sampah plastik menjadi permasalahan serius yang saat ini dihadapi dalam pencemaran lingkungan, terutama pencemaran laut. Untuk itu sangat dibutuhkan solusi yang dapat menggantikan sampah plastik yang sulit terurai. \u201cKurangnya kesadaran masyarakat Indonesia yang membuang sampah plastik di laut menyebabkan lingkungan laut menjadi tercemar,\u201d ujar Prof. Sukrasno.<\/p>\n<p>Dalam sesi materi, Dr. Mochamad Asrofi, S.T. memaparkan mengenai bahayanya plastik polimer sintetis untuk lingkungan karena plastik tersebut membutuhkan waktu ratusan hingga ribuan tahun untuk bisa terdegradasi secara alami. Ia menyebut, berdasarkan penelitian R.Geyer, J.R Jambeck and K.L.Law, Indonesia merupakan penghasil sampah plastik di laut nomor dua terbanyak di dunia.<\/p>\n<p>\u201cDari jumlah sampah plastik di Indonesia, 36% merupakan sampah dari kemasan. Oleh karena itu, salah satu solusi yang ditawarkan adalah dengan membuat bioplastik dari bahan alam sebagai alternatif bahan kemasan ramah lingkungan,\u201d ujar Asrofi.<\/p>\n<blockquote>\n<h3>\u201cDari jumlah sampah plastik di Indonesia, 36% merupakan sampah dari kemasan. Oleh karena itu, salah satu solusi yang ditawarkan adalah dengan membuat bioplastik dari bahan alam sebagai alternatif bahan kemasan ramah lingkungan.\u201d<\/h3>\n<\/blockquote>\n<p>Bioplastik disebut memiliki sifat mekanis yang kurang baik sehingga diperlukan polimer tambahan untuk memperkuat matriks bioplastik tersebut. Salah satu contoh bahan penguat alami yang bisa digunakan adalah selulosa dari kulit jagung.<\/p>\n<p>Asrofi, juga menyampaikan bahwa terdapat 4 solusi dalam upaya mengurangi jumlah sampah plastik di dunia, yaitu dengan mengurangi penggunaan plastik berbasis fosil, manajemen sampah plastik, konversi limbah plastik menjadi energi, dan pembuatan bioplastik sebagai alternatif plastik yang <em>compostable<\/em>.<\/p>\n<p>Saat ini, banyak peneliti yang mengembangkan pembuatan plastik <em>biodegradable<\/em> dengan memanfaatkan bahan alam. Namun, upaya tersebut bukanlah solusi terbaik dalam mengurangi jumlah sampah plastik di dunia. Hal ini dikarenakan proses pembuatan plastik <em>biodegradable<\/em> membutuhkan biaya operasional yang tinggi. Oleh karena Asrofi, menyarankan masyarakat untuk menerapkan manajemen sampah plastik yang baik dalam upaya untuk mengurangi jumlah sampah palstik.<\/p>\n<p>Pemateri ke dua, Dr. Asmuwahyu Saptorahardjo menyampaikan materi mengenai produk <em>compostable bioplasti<\/em><em>c<\/em><em>.<\/em> Ia menjelaskan, bioplastik terbagi menjadi dua yaitu <em>biobased<\/em> dan <em>biodegradable.<\/em> Bioplastik merupakan plastik yang terbuat dari bahan alam sedangkan <em>b<\/em><em>iodegradable<\/em> plastik merupakan bioplastik yang dapat terdegradasi baik secara <em>aerobic <\/em>maupun <em>nonaerobic.<\/em><\/p>\n<h3>5 Prinsip Komersialisasi Bioplastik<\/h3>\n<p>Dalam presentasinya, Dr. Asmuwahyu juga memaparkan 5 prinsip komersialisasi bioplastik, yaitu, pasokan bahan baku harus selalu tersedia, baik kuantitas maupun kualitas serta memiliki <em>industrial based<\/em>-nya, contohnya industri tapioka, kemudian <em>processability<\/em> yang baik di sisi hilir (semua proses harus berdasarkan prinsip pembuatan plastik) serta formulasi juga harus diperhatikan sehingga pemahanan sifat polimer dapat diidentifikasi dan <em>processability<\/em> saat <em>manufacturin<\/em><em>g<\/em>, utamanya <em>process-control<\/em> dapat terkendali. Prinsip lainnya yaitu memiliki <em>perfomance <\/em>produk yang baik dengan harga terjangkau oleh pelanggan, dan terakhir <em>end of life<\/em> bioplastik memenuhi standar yang ada.<\/p>\n<p>\u201cSejauh ini, Indonesia belum memiliki standar kemasan yang terkomposkan seperti yang ada di Eropa (EN 13432). Oleh karena itu, diperlukan laboratorium yang terakreditasi dalam menjamin clean marketing dan menghindarkan green washing sehingga dihasilkan bioplastik yang ramah lingkungan,\u201dujar Dr. Asmuwahyu.<\/p>\n<p>Sekretaris Prodi TIP ITERA Endo Dani Putra, S.TP., M.P., mengapresiasi ketertarikan peserta terhadap seminar yang dilaksanakan. Endo berharap dengan diselenggarakannya seminar online ini diharapkan dapat menambah pengetahuan peserta terhadap bahaya kemasan dari plastik yang tidak dapat terdegradasi. Selain itu, terdapat potensi yang luar biasa bagi masyarakat untuk berwirausaha pada bidang bioplastik ini, dimana Lampung memiliki potensi pati dari ubi yang tinggi. <strong>[Humas]<\/strong>[\/vc_column_text][\/vc_column][\/vc_row][vc_row][vc_column][vc_gallery interval=&#8221;3&#8243; images=&#8221;11142,11143,11144,11145,11146&#8243; img_size=&#8221;large&#8221;][\/vc_column][\/vc_row]<\/p>\n<\/div>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>[vc_row][vc_column][vc_column_text]ITERA NEWS. Program Studi Teknologi Industri Pertanian (TIP) Institut Teknologi Sumatera (ITERA) menyelenggarakan seminar dalam jaringan bertajuk Eksistensi bioplastik sebagai kemasan komersial, Sabtu (19\/9\/2020). Seminar daring yang diikuti sekitar 800 peserta mulai dari mahasiswa, akademisi, praktisi dan umum yang disiarkan melalui zoom clout meeting dan Youtube live tersebut menghadirkan dua narasumber, yaitu Dr. Mochamad Asrofi, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":27,"featured_media":11144,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[3],"tags":[759,46,22,758],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v14.8 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Pemanfaatan Bioplastik Kurangi Pencemaran Lingkungan - ITERA<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Prodi Teknologi Industri Pertanian ITERA menyelenggarakan seminar dalam jaringan bertajuk Eksistensi bioplastik sebagai kemasan komersial\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow\" \/>\n<meta name=\"googlebot\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<meta name=\"bingbot\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.itera.ac.id\/pemanfaatan-bioplastik-kurangi-pencemaran-lingkungan\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Pemanfaatan Bioplastik Kurangi Pencemaran Lingkungan\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Prodi Teknologi Industri Pertanian ITERA menyelenggarakan seminar dalam jaringan bertajuk Eksistensi bioplastik sebagai kemasan komersial\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.itera.ac.id\/pemanfaatan-bioplastik-kurangi-pencemaran-lingkungan\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"ITERA\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/itera.official\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2020-09-21T02:36:27+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.itera.ac.id\/wp-content\/uploads\/2020\/09\/Seminar-Bioplastik-TIP-3.jpeg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"950\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"643\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@itera_PTN\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@itera_PTN\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.itera.ac.id\/en\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.itera.ac.id\/en\/\",\"name\":\"ITERA\",\"description\":\"Smart, Friendly, and Forest Campus\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":\"https:\/\/www.itera.ac.id\/en\/?s={search_term_string}\",\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.itera.ac.id\/pemanfaatan-bioplastik-kurangi-pencemaran-lingkungan\/#primaryimage\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"url\":\"https:\/\/www.itera.ac.id\/wp-content\/uploads\/2020\/09\/Seminar-Bioplastik-TIP-3.jpeg\",\"width\":950,\"height\":643},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.itera.ac.id\/pemanfaatan-bioplastik-kurangi-pencemaran-lingkungan\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/www.itera.ac.id\/pemanfaatan-bioplastik-kurangi-pencemaran-lingkungan\/\",\"name\":\"[:id]Pemanfaatan Bioplastik Kurangi Pencemaran Lingkungan[:] - ITERA\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.itera.ac.id\/en\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.itera.ac.id\/pemanfaatan-bioplastik-kurangi-pencemaran-lingkungan\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2020-09-21T02:36:27+00:00\",\"dateModified\":\"2020-09-21T02:36:27+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.itera.ac.id\/en\/#\/schema\/person\/be7b021e7902a6f2df6ec408cd478d91\"},\"description\":\"Prodi Teknologi Industri Pertanian ITERA menyelenggarakan seminar dalam jaringan bertajuk Eksistensi bioplastik sebagai kemasan komersial\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.itera.ac.id\/pemanfaatan-bioplastik-kurangi-pencemaran-lingkungan\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.itera.ac.id\/pemanfaatan-bioplastik-kurangi-pencemaran-lingkungan\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.itera.ac.id\/pemanfaatan-bioplastik-kurangi-pencemaran-lingkungan\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"item\":{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.itera.ac.id\/\",\"url\":\"https:\/\/www.itera.ac.id\/\",\"name\":\"Home\"}},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"item\":{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.itera.ac.id\/pemanfaatan-bioplastik-kurangi-pencemaran-lingkungan\/\",\"url\":\"https:\/\/www.itera.ac.id\/pemanfaatan-bioplastik-kurangi-pencemaran-lingkungan\/\",\"name\":\"Pemanfaatan Bioplastik Kurangi Pencemaran Lingkungan\"}}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.itera.ac.id\/en\/#\/schema\/person\/be7b021e7902a6f2df6ec408cd478d91\",\"name\":\"Editor : Rudiyansyah\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.itera.ac.id\/en\/#personlogo\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/56e8cca17b325f7af4b8d980dc0345fd?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Editor : Rudiyansyah\"}}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.itera.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11141"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.itera.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.itera.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.itera.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/27"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.itera.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=11141"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.itera.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11141\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":11147,"href":"https:\/\/www.itera.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11141\/revisions\/11147"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.itera.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/11144"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.itera.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=11141"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.itera.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=11141"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.itera.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=11141"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}