{"id":390,"date":"2026-07-15T15:22:38","date_gmt":"2026-07-15T08:22:38","guid":{"rendered":"https:\/\/www.itera.ac.id\/blog\/?p=390"},"modified":"2026-07-15T14:11:25","modified_gmt":"2026-07-15T07:11:25","slug":"formasi-argentina-vs-inggris","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.itera.ac.id\/blog\/formasi-argentina-vs-inggris\/","title":{"rendered":"Formasi Argentina vs Inggris yang Diprediksi Turun di Semifinal Piala Dunia 2026"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Formasi Argentina vs Inggris menjadi informasi yang paling banyak dicari menjelang semifinal Piala Dunia 2026. Selain daftar pemain yang kemungkinan tampil sejak menit pertama, banyak pendukung kedua tim juga ingin mengetahui strategi yang akan digunakan masing-masing pelatih.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pertandingan ini diperkirakan berlangsung dengan tempo tinggi karena Argentina dan Inggris sama-sama memiliki kualitas pemain kelas dunia di setiap lini. Pemilihan formasi akan sangat menentukan keseimbangan antara pertahanan dan serangan sehingga keputusan pelatih menjadi salah satu faktor paling menarik untuk dibahas.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tidak hanya soal siapa yang bermain, perubahan posisi pemain selama pertandingan juga dapat mengubah jalannya laga. Oleh karena itu, memahami formasi, karakter permainan, hingga peran masing-masing pemain dapat memberikan gambaran mengenai bagaimana pertandingan kemungkinan berlangsung.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Formasi yang Sering Digunakan Argentina dalam Beberapa Pertandingan Terakhir<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Argentina datang ke semifinal dengan identitas permainan yang cukup konsisten sejak beberapa tahun terakhir. Tim ini mengandalkan organisasi permainan yang rapi, penguasaan bola yang baik, serta transisi menyerang yang cepat ketika menemukan ruang.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Di bawah arahan pelatihnya, Argentina tidak terpaku pada satu formasi saja. Mereka mampu beradaptasi sesuai karakter lawan sehingga perubahan sistem sering terjadi tanpa mengubah filosofi bermain secara keseluruhan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Formasi 4-3-3 Menjadi Pilihan Utama<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam banyak pertandingan penting, Argentina lebih sering menggunakan formasi 4-3-3. Sistem ini memberikan keseimbangan antara lini tengah yang kuat dengan tiga pemain depan yang mampu bergerak fleksibel.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Empat bek menjaga kedalaman pertahanan, sementara tiga gelandang bertugas mengontrol tempo pertandingan. Di lini depan, penyerang sayap diberikan kebebasan melakukan cut inside maupun bertukar posisi dengan penyerang tengah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Keunggulan formasi ini terletak pada kemampuannya mempertahankan penguasaan bola sekaligus menciptakan banyak variasi serangan. Argentina juga lebih mudah melakukan pressing setelah kehilangan bola karena jarak antarpemain relatif rapat.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Fleksibel Berubah Menjadi 4-4-2 Saat Bertahan<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Saat kehilangan bola, Argentina sering mengubah bentuk permainan menjadi 4-4-2. Salah satu penyerang akan turun membantu lini tengah sehingga pertahanan menjadi lebih solid.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Perubahan tersebut dilakukan agar ruang di sektor tengah tidak mudah dimanfaatkan lawan. Cara ini juga membuat kedua bek sayap tidak terlalu sering menghadapi situasi satu lawan satu.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Transformasi formasi berlangsung sangat cepat sehingga lawan sering kesulitan menemukan celah. Inilah salah satu alasan Argentina dikenal memiliki organisasi bertahan yang disiplin.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Variasi 4-2-3-1 dalam Situasi Tertentu<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ketika menghadapi tim yang bertahan rapat, Argentina sesekali menggunakan formasi 4-2-3-1. Dua gelandang bertahan menjaga keseimbangan, sedangkan tiga gelandang serang memiliki kebebasan mencari ruang.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sistem ini memungkinkan Argentina menciptakan lebih banyak peluang melalui kombinasi pendek maupun umpan vertikal. Kreativitas pemain nomor sepuluh menjadi salah satu kunci utama dalam pola tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Keuntungan lainnya adalah penyerang utama tidak terlalu terisolasi karena selalu mendapatkan dukungan dari lini kedua. Rotasi posisi juga membuat pertahanan lawan lebih sulit menjaga pergerakan pemain.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Kekuatan Utama Formasi Argentina<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Beberapa karakteristik permainan Argentina yang hampir selalu terlihat antara lain:<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table class=\"has-fixed-layout\"><thead><tr><th>Aspek<\/th><th>Penjelasan<\/th><\/tr><\/thead><tbody><tr><td>Penguasaan bola<\/td><td>Mengontrol ritme pertandingan melalui umpan pendek.<\/td><\/tr><tr><td>Pressing<\/td><td>Menekan lawan segera setelah kehilangan bola.<\/td><\/tr><tr><td>Rotasi posisi<\/td><td>Penyerang dan gelandang sering bertukar posisi.<\/td><\/tr><tr><td>Build-up<\/td><td>Memulai serangan dari lini belakang secara sabar.<\/td><\/tr><tr><td>Transisi<\/td><td>Cepat berubah dari bertahan menjadi menyerang.<\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kombinasi aspek tersebut membuat Argentina tetap efektif meski menghadapi lawan dengan gaya bermain berbeda. Fleksibilitas inilah yang menjadi salah satu kekuatan terbesar mereka menuju semifinal.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Adaptasi Berdasarkan Lawan<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Argentina tidak selalu memaksakan dominasi bola sepanjang pertandingan. Ketika menghadapi tim dengan kecepatan tinggi seperti Inggris, mereka juga mampu bermain lebih pragmatis.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam situasi tertentu, garis pertahanan diturunkan beberapa meter agar ruang di belakang bek tidak mudah dieksploitasi. Pendekatan seperti ini sering diterapkan saat menghadapi lawan yang memiliki penyerang cepat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pelatih Argentina juga dikenal berani melakukan perubahan taktik di tengah pertandingan. Pergantian pemain sering disesuaikan dengan kebutuhan taktis, bukan sekadar mengganti pemain yang kelelahan.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Formasi Andalan Inggris dan Strategi yang Kerap Diterapkan<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Inggris datang dengan materi pemain yang sangat lengkap di hampir semua posisi. Kombinasi pemain muda dan senior membuat mereka mampu memainkan beberapa pendekatan berbeda selama turnamen.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Karakter utama Inggris adalah permainan yang agresif, cepat, dan mengandalkan kualitas individu para pemain di lini depan. Mereka juga memiliki kemampuan menyerang melalui sisi lapangan maupun serangan langsung dari tengah.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Formasi 4-2-3-1 Menjadi Favorit<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Formasi yang paling sering digunakan Inggris adalah 4-2-3-1. Sistem ini memberikan keseimbangan antara kekuatan bertahan dan efektivitas menyerang.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dua gelandang bertahan berperan sebagai pelindung lini belakang sekaligus penghubung distribusi bola. Di depan mereka terdapat tiga gelandang serang yang memiliki kreativitas tinggi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Satu penyerang utama bertugas menjadi target serangan sekaligus membuka ruang bagi rekan-rekannya. Kombinasi tersebut membuat Inggris memiliki banyak variasi dalam membangun peluang.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Alternatif 3-4-3 Saat Membutuhkan Dominasi Lebar Lapangan<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam pertandingan tertentu, Inggris juga menggunakan tiga bek tengah. Formasi ini memberi keleluasaan bagi wing-back untuk aktif membantu serangan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ketika menguasai bola, kedua wing-back dapat bermain sangat tinggi sehingga membentuk lima pemain di lini depan. Pendekatan ini efektif menghadapi tim yang bertahan dengan blok rendah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Namun penggunaan tiga bek juga memiliki risiko apabila kehilangan bola. Ruang di sisi lapangan bisa dimanfaatkan lawan apabila transisi bertahan berjalan lambat.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Pemanfaatan Kecepatan Sayap<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Salah satu kekuatan terbesar Inggris berada pada sektor sayap. Pemain-pemain mereka memiliki kecepatan tinggi dan kemampuan menggiring bola yang sangat baik.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Serangan dari sisi kanan maupun kiri sering menjadi awal terciptanya peluang berbahaya. Crossing maupun cut back menjadi variasi yang paling sering digunakan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dengan adanya pemain cepat di kedua sisi, bek lawan dipaksa menjaga area yang lebih luas. Hal ini membuka ruang bagi gelandang untuk masuk ke kotak penalti.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Pressing Tinggi Sejak Awal<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Inggris juga terkenal dengan tekanan tinggi sejak awal pertandingan. Mereka berusaha merebut bola sedekat mungkin dengan gawang lawan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Strategi ini bertujuan memaksa lawan melakukan kesalahan saat membangun serangan. Apabila berhasil merebut bola di area atas, peluang mencetak gol akan menjadi lebih besar.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Namun pressing tinggi membutuhkan kondisi fisik yang prima. Oleh karena itu rotasi pemain menjadi faktor penting sepanjang pertandingan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Keunggulan Formasi Inggris<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Beberapa kekuatan utama sistem permainan Inggris meliputi:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Serangan balik yang sangat cepat.<\/li>\n\n\n\n<li>Mobilitas pemain depan yang tinggi.<\/li>\n\n\n\n<li>Variasi bola mati yang efektif.<\/li>\n\n\n\n<li>Keseimbangan antara lini tengah dan pertahanan.<\/li>\n\n\n\n<li>Pergantian formasi yang fleksibel selama pertandingan.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kemampuan beradaptasi tersebut membuat Inggris menjadi salah satu tim paling sulit diprediksi di turnamen ini. Argentina harus mampu mengantisipasi perubahan pendekatan yang mungkin dilakukan lawan sepanjang pertandingan.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Formasi Argentina vs Inggris yang Diprediksi Digunakan pada Pertandingan Ini<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Semifinal Piala Dunia biasanya berlangsung lebih hati-hati dibandingkan pertandingan pada fase sebelumnya. Risiko kebobolan membuat kedua pelatih cenderung memilih keseimbangan antara menyerang dan bertahan daripada bermain terlalu terbuka.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Meski demikian, kualitas pemain yang dimiliki Argentina dan Inggris tetap memungkinkan pertandingan berjalan menarik. Kedua tim sama-sama mampu mengubah tempo permainan hanya dalam beberapa menit sehingga duel taktik diperkirakan berlangsung sepanjang laga.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Prediksi Formasi Argentina: 4-3-3<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Argentina diperkirakan tetap mempertahankan formasi 4-3-3 karena sistem ini sudah menjadi fondasi permainan mereka selama turnamen. Struktur tersebut memberikan kestabilan saat membangun serangan maupun ketika kehilangan bola.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tiga gelandang akan menjadi pusat permainan dengan tugas berbeda. Satu pemain berperan sebagai pengatur tempo, sementara dua lainnya lebih aktif membantu menyerang dan menekan lawan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Di lini depan, dua penyerang sayap diprediksi lebih sering bergerak ke dalam. Pola tersebut membuka ruang bagi bek sayap untuk melakukan overlap dan mengirim umpan silang.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Saat bertahan, formasi dapat berubah menjadi 4-1-4-1 atau 4-4-2. Pergeseran ini dilakukan agar sektor tengah tidak mudah ditembus oleh gelandang kreatif Inggris.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Prediksi Formasi Inggris: 4-2-3-1<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Inggris diperkirakan menggunakan pola 4-2-3-1 yang memberikan fleksibilitas tinggi. Dua gelandang bertahan akan menjadi penyeimbang sekaligus membantu proses distribusi bola.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tiga gelandang serang memiliki kebebasan berpindah posisi untuk menciptakan ruang. Mobilitas tersebut menjadi salah satu senjata utama Inggris dalam membongkar pertahanan lawan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Penyerang utama akan menjadi target man sekaligus pemantul bola bagi rekan-rekannya. Kehadirannya juga membuka ruang bagi pemain sayap yang melakukan penetrasi dari sisi lapangan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Area Pertandingan yang Diprediksi Menjadi Penentu<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Beberapa sektor diperkirakan menjadi titik paling krusial sepanjang pertandingan.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table class=\"has-fixed-layout\"><thead><tr><th>Area Lapangan<\/th><th>Tim yang Berpotensi Unggul<\/th><th>Alasan<\/th><\/tr><\/thead><tbody><tr><td>Lini Tengah<\/td><td>Seimbang<\/td><td>Kedua tim memiliki gelandang berkualitas tinggi.<\/td><\/tr><tr><td>Sayap<\/td><td>Inggris<\/td><td>Kecepatan winger menjadi ancaman utama.<\/td><\/tr><tr><td>Penguasaan Bola<\/td><td>Argentina<\/td><td>Lebih sabar dalam membangun serangan.<\/td><\/tr><tr><td>Serangan Balik<\/td><td>Inggris<\/td><td>Transisi menyerang berlangsung sangat cepat.<\/td><\/tr><tr><td>Bola Mati<\/td><td>Inggris<\/td><td>Memiliki pemain dengan postur dan eksekusi yang baik.<\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Persaingan di lini tengah kemungkinan menjadi faktor paling menentukan. Tim yang mampu menguasai area tersebut berpeluang lebih besar mengendalikan ritme pertandingan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Kemungkinan Perubahan Taktik Selama Laga<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Apabila pertandingan masih imbang hingga babak kedua, kedua pelatih kemungkinan melakukan perubahan formasi. Pergantian pemain cepat dapat mengubah pola permainan secara signifikan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Argentina bisa menambah gelandang kreatif untuk meningkatkan penguasaan bola. Sementara Inggris berpotensi memasukkan penyerang tambahan agar tekanan ke pertahanan lawan semakin besar.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kemungkinan lain adalah penggunaan dua striker pada menit-menit akhir. Strategi ini sering diterapkan ketika salah satu tim membutuhkan gol kemenangan.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Perkiraan Susunan Pemain Argentina di Setiap Lini<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Argentina memiliki kedalaman skuad yang cukup merata sehingga persaingan memperebutkan posisi inti berlangsung ketat. Meski demikian, beberapa nama hampir selalu menjadi pilihan utama dalam pertandingan penting.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Komposisi pemain berikut merupakan prediksi berdasarkan performa selama turnamen, kondisi fisik, serta kebutuhan taktik menghadapi Inggris.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Penjaga Gawang<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Emiliano Mart\u00ednez diperkirakan kembali mengisi posisi penjaga gawang utama. Pengalamannya dalam pertandingan besar menjadi nilai tambah yang sulit tergantikan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selain memiliki refleks yang baik, Mart\u00ednez juga dikenal piawai mengatur organisasi lini pertahanan. Kemampuannya membaca arah tendangan penalti juga menjadi keuntungan apabila pertandingan berlangsung hingga adu penalti.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Lini Belakang<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Empat bek diprediksi menjadi pilihan utama demi menjaga keseimbangan permainan. Bek tengah akan fokus mengantisipasi duel udara dan pergerakan striker Inggris.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bek sayap diperkirakan lebih selektif ketika membantu serangan. Mereka harus mampu menjaga keseimbangan agar tidak meninggalkan ruang terlalu besar di belakang.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Peran komunikasi antarpemain belakang akan sangat penting. Kesalahan kecil saat menghadapi lini depan Inggris dapat langsung berujung peluang berbahaya.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Lini Tengah<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Lini tengah menjadi kekuatan utama Argentina sepanjang beberapa tahun terakhir. Kombinasi pemain berpengalaman dan gelandang enerjik membuat sektor ini sangat kompetitif.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Salah satu gelandang akan berperan sebagai deep-lying playmaker yang mengatur aliran bola dari belakang. Dua gelandang lainnya lebih aktif membantu pressing sekaligus masuk ke kotak penalti ketika menyerang.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kerja sama antargelandang menjadi faktor penting untuk menjaga penguasaan bola. Mereka juga harus mampu menghentikan transisi cepat Inggris sejak area tengah.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Lini Depan<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tiga pemain depan diperkirakan mengisi posisi yang sama seperti pertandingan sebelumnya. Penyerang tengah menjadi target utama penyelesaian akhir, sedangkan dua pemain sayap memberikan variasi serangan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Rotasi posisi antarketiga pemain diperkirakan berlangsung cukup sering. Pergerakan tanpa bola menjadi salah satu cara Argentina membuka ruang di pertahanan Inggris.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selain mencetak gol, pemain depan juga memiliki tanggung jawab melakukan pressing pertama. Tugas tersebut penting agar bek Inggris tidak leluasa membangun serangan dari belakang.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Prediksi Starting XI Argentina<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Berikut prediksi susunan pemain Argentina apabila menggunakan formasi 4-3-3.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table class=\"has-fixed-layout\"><thead><tr><th>Posisi<\/th><th>Prediksi Pemain<\/th><\/tr><\/thead><tbody><tr><td>Kiper<\/td><td>Emiliano Mart\u00ednez<\/td><\/tr><tr><td>Bek Kanan<\/td><td>Nahuel Molina<\/td><\/tr><tr><td>Bek Tengah<\/td><td>Cristian Romero<\/td><\/tr><tr><td>Bek Tengah<\/td><td>Lisandro Mart\u00ednez<\/td><\/tr><tr><td>Bek Kiri<\/td><td>Nicol\u00e1s Tagliafico<\/td><\/tr><tr><td>Gelandang<\/td><td>Enzo Fern\u00e1ndez<\/td><\/tr><tr><td>Gelandang<\/td><td>Rodrigo De Paul<\/td><\/tr><tr><td>Gelandang<\/td><td>Alexis Mac Allister<\/td><\/tr><tr><td>Sayap Kanan<\/td><td>\u00c1ngel Di Mar\u00eda \/ alternatif pemain sesuai kondisi<\/td><\/tr><tr><td>Penyerang Tengah<\/td><td>Juli\u00e1n \u00c1lvarez<\/td><\/tr><tr><td>Sayap Kiri<\/td><td>Nico Gonz\u00e1lez<\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Susunan tersebut masih dapat berubah menyesuaikan kondisi kebugaran pemain menjelang pertandingan. Pelatih juga memiliki beberapa opsi cadangan dengan kualitas yang tidak jauh berbeda.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Prediksi Starting XI Inggris dan Peran Pemain Kunci<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Inggris memiliki skuad yang dipenuhi pemain dari kompetisi elite Eropa. Kedalaman tersebut memberi banyak pilihan ketika menyusun strategi menghadapi lawan dengan karakter berbeda.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kekuatan terbesar Inggris bukan hanya kualitas individu, tetapi juga variasi permainan yang dapat berubah sepanjang pertandingan. Hal tersebut membuat mereka menjadi lawan yang sulit diprediksi.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Penjaga Gawang<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jordan Pickford diperkirakan tetap dipercaya menjaga gawang Inggris. Pengalamannya dalam turnamen besar menjadi salah satu alasan utama.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Distribusi bola Pickford juga cukup baik sehingga sering menjadi awal proses build-up dari lini belakang. Kemampuan tersebut sangat membantu ketika Inggris menghadapi tekanan tinggi.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Lini Belakang<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Empat bek diprediksi mengawal pertahanan Inggris sejak menit pertama. Bek tengah akan fokus menghentikan pergerakan penyerang Argentina sekaligus menjaga duel udara.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bek sayap diperkirakan lebih aktif membantu serangan dibandingkan bek Argentina. Namun mereka tetap harus berhati-hati terhadap serangan balik cepat dari lawan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Lini Tengah<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dua gelandang bertahan akan menjadi penghubung antara lini belakang dan depan. Mereka juga bertugas memutus aliran bola Argentina sebelum memasuki area berbahaya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Di depan mereka terdapat gelandang kreatif yang berperan sebagai motor serangan. Pemain ini diperkirakan menjadi sumber utama peluang melalui umpan terobosan maupun tembakan dari luar kotak penalti.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Lini Depan<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Lini depan Inggris memiliki kecepatan dan kemampuan penyelesaian akhir yang sangat baik. Kombinasi penyerang tengah dengan dua winger menjadi salah satu kekuatan terbesar tim ini.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pergerakan pemain sayap diperkirakan menjadi ancaman utama bagi Argentina. Kecepatan mereka dapat memanfaatkan ruang kosong ketika bek lawan terlalu maju membantu serangan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Prediksi Starting XI Inggris<\/h3>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table class=\"has-fixed-layout\"><thead><tr><th>Posisi<\/th><th>Prediksi Pemain<\/th><\/tr><\/thead><tbody><tr><td>Kiper<\/td><td>Jordan Pickford<\/td><\/tr><tr><td>Bek Kanan<\/td><td>Kyle Walker<\/td><\/tr><tr><td>Bek Tengah<\/td><td>John Stones<\/td><\/tr><tr><td>Bek Tengah<\/td><td>Marc Gu\u00e9hi<\/td><\/tr><tr><td>Bek Kiri<\/td><td>Luke Shaw<\/td><\/tr><tr><td>Gelandang<\/td><td>Declan Rice<\/td><\/tr><tr><td>Gelandang<\/td><td>Kobbie Mainoo<\/td><\/tr><tr><td>Gelandang Serang<\/td><td>Jude Bellingham<\/td><\/tr><tr><td>Sayap Kanan<\/td><td>Bukayo Saka<\/td><\/tr><tr><td>Penyerang Tengah<\/td><td>Harry Kane<\/td><\/tr><tr><td>Sayap Kiri<\/td><td>Phil Foden<\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Starting XI tersebut diperkirakan memberikan keseimbangan antara kreativitas, pengalaman, dan kecepatan. Namun keputusan akhir tetap bergantung pada kondisi pemain menjelang kick-off serta strategi yang dipilih pelatih.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Duel Taktik yang Bisa Menentukan Jalannya Pertandingan<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pertandingan semifinal jarang ditentukan oleh kualitas individu semata. Keputusan taktik, pergantian pemain, dan kemampuan membaca situasi pertandingan sering menjadi faktor yang membedakan tim yang lolos ke final dengan tim yang harus tersingkir.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Argentina dan Inggris sama-sama memiliki pelatih yang mampu melakukan penyesuaian strategi selama pertandingan berlangsung. Oleh karena itu, duel di pinggir lapangan diprediksi sama menariknya dengan persaingan para pemain di atas rumput.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Perebutan Dominasi Lini Tengah<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Lini tengah kemungkinan menjadi area yang paling sibuk sepanjang pertandingan. Tim yang mampu mengontrol penguasaan bola akan memiliki peluang lebih besar mengatur tempo permainan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Argentina diperkirakan mencoba mempertahankan bola lebih lama melalui kombinasi umpan pendek. Strategi tersebut bertujuan mengurangi kesempatan Inggris melancarkan serangan balik yang menjadi salah satu kekuatan utamanya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebaliknya, Inggris akan berusaha memotong jalur distribusi bola sejak area tengah. Tekanan cepat setelah kehilangan bola diperkirakan menjadi senjata utama agar Argentina tidak nyaman mengembangkan permainan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Apabila salah satu tim mulai mendominasi lini tengah, lawannya kemungkinan akan melakukan perubahan formasi atau memasukkan gelandang tambahan untuk mengembalikan keseimbangan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Duel di Sektor Sayap<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sisi lapangan menjadi area yang sangat menentukan dalam pertandingan ini. Kedua tim memiliki pemain cepat yang mampu menciptakan peluang melalui dribel maupun umpan silang.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Inggris diperkirakan lebih sering memanfaatkan kecepatan winger untuk menyerang ruang di belakang bek sayap Argentina. Strategi ini efektif apabila Argentina terlalu banyak mengirim pemain ke depan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Di sisi lain, Argentina memiliki pola permainan yang lebih sabar. Mereka sering membangun serangan melalui kombinasi pendek sebelum mengalirkan bola ke sisi lapangan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bek sayap dari kedua tim harus mengambil keputusan dengan tepat mengenai kapan membantu serangan dan kapan tetap menjaga posisi. Kesalahan kecil dapat langsung dimanfaatkan lawan untuk menciptakan peluang emas.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Efektivitas Transisi Menyerang dan Bertahan<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pertandingan modern tidak hanya ditentukan oleh kualitas saat menguasai bola. Kecepatan berpindah dari bertahan ke menyerang maupun sebaliknya juga memiliki pengaruh yang sangat besar.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Inggris dikenal sangat berbahaya ketika mendapatkan ruang untuk melakukan counter attack. Hanya dalam beberapa operan, mereka mampu membawa bola hingga ke depan gawang lawan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Argentina biasanya lebih mengutamakan penguasaan bola sebelum menyerang. Namun ketika menemukan celah, mereka juga mampu meningkatkan tempo permainan secara tiba-tiba.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tim yang mampu memenangkan fase transisi diperkirakan akan memperoleh lebih banyak peluang mencetak gol. Oleh karena itu, disiplin posisi setiap pemain menjadi sangat penting.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Bola Mati Berpotensi Menjadi Pembeda<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Situasi bola mati sering menjadi penentu dalam pertandingan dengan kualitas tim yang relatif seimbang. Tendangan sudut, tendangan bebas, maupun lemparan ke dalam di area pertahanan dapat menghasilkan peluang berbahaya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Inggris memiliki beberapa pemain dengan postur tinggi yang unggul dalam duel udara. Hal tersebut membuat mereka cukup berbahaya saat memperoleh tendangan sudut.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Argentina tidak kalah berbahaya karena memiliki eksekutor bola mati yang mampu mengirimkan umpan akurat. Selain itu, koordinasi pemain saat melakukan blocking juga cukup baik.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Apabila pertandingan berlangsung ketat dan minim peluang terbuka, bukan tidak mungkin satu gol dari situasi bola mati menjadi penentu hasil akhir.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Faktor Pergantian Pemain<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kedalaman skuad menjadi keuntungan penting dalam pertandingan dengan intensitas tinggi. Pemain pengganti sering menghadirkan energi baru ketika lawan mulai mengalami penurunan kondisi fisik.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Argentina memiliki beberapa opsi untuk memperkuat lini tengah maupun lini depan. Pergantian tersebut dapat meningkatkan kreativitas sekaligus menjaga intensitas pressing hingga menit-menit akhir.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Inggris juga mempunyai banyak pemain cepat yang dapat dimainkan sebagai supersub. Kehadiran mereka berpotensi mengubah arah pertandingan apabila memasuki babak kedua.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pelatih yang mampu menentukan waktu pergantian pemain dengan tepat akan memiliki keuntungan besar. Pergantian yang terlambat maupun terlalu cepat dapat memengaruhi keseimbangan permainan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Kemungkinan Jalannya Pertandingan<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Berdasarkan karakter permainan kedua tim, laga diprediksi berlangsung dalam beberapa fase berbeda.<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>15 menit pertama:<\/strong> Inggris kemungkinan bermain lebih agresif dengan pressing tinggi untuk menekan Argentina sejak awal.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Pertengahan babak pertama:<\/strong> Argentina mulai mengambil alih penguasaan bola dan mencoba mengontrol ritme pertandingan.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Babak kedua:<\/strong> Kedua pelatih diperkirakan melakukan perubahan taktik sesuai perkembangan skor.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Menit-menit akhir:<\/strong> Intensitas permainan meningkat karena kedua tim sama-sama mengincar tiket ke final.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Apabila pertandingan tetap imbang hingga waktu normal berakhir, perpanjangan waktu bahkan adu penalti menjadi skenario yang sangat mungkin terjadi.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Faktor yang Berpotensi Menentukan Pemenang<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Beberapa aspek berikut diperkirakan menjadi penentu hasil pertandingan.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table class=\"has-fixed-layout\"><thead><tr><th>Faktor<\/th><th>Pengaruh terhadap Pertandingan<\/th><\/tr><\/thead><tbody><tr><td>Efektivitas penyelesaian akhir<\/td><td>Tim yang lebih klinis memiliki peluang menang lebih besar.<\/td><\/tr><tr><td>Penguasaan lini tengah<\/td><td>Menentukan kontrol tempo permainan.<\/td><\/tr><tr><td>Disiplin bertahan<\/td><td>Mengurangi risiko kesalahan individu.<\/td><\/tr><tr><td>Kecepatan transisi<\/td><td>Sangat penting menghadapi lawan dengan kualitas tinggi.<\/td><\/tr><tr><td>Bola mati<\/td><td>Berpotensi menjadi sumber gol penentu.<\/td><\/tr><tr><td>Pergantian pemain<\/td><td>Dapat mengubah jalannya pertandingan pada babak kedua.<\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Kesimpulan<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Prediksi formasi Argentina vs Inggris menunjukkan bahwa kedua tim kemungkinan tetap menggunakan sistem permainan yang telah menjadi andalan sepanjang Piala Dunia 2026. Argentina diperkirakan mengandalkan formasi 4-3-3 dengan fokus pada penguasaan bola dan rotasi antarlini, sedangkan Inggris berpotensi memakai 4-2-3-1 yang mengutamakan pressing tinggi, serangan cepat, dan eksploitasi sektor sayap.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Meski susunan pemain memiliki peran penting, hasil pertandingan kemungkinan lebih banyak ditentukan oleh duel taktik, efektivitas memanfaatkan peluang, serta kemampuan kedua pelatih melakukan penyesuaian selama laga berlangsung. Dengan kualitas yang relatif seimbang, semifinal ini diprediksi berlangsung ketat hingga menit-menit akhir dan menjadi salah satu pertandingan paling menarik di Piala Dunia 2026.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Formasi Argentina vs Inggris menjadi informasi yang paling banyak dicari menjelang semifinal Piala Dunia 2026. Selain daftar pemain yang kemungkinan&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":6,"featured_media":396,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[7],"tags":[],"class_list":["post-390","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-olahraga"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v28.0 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Formasi Argentina vs Inggris yang Diprediksi Turun di Semifinal Piala Dunia 2026<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Simak prediksi formasi Argentina vs Inggris, susunan pemain, strategi, serta duel taktik kedua tim pada semifinal Piala Dunia 2026.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.itera.ac.id\/blog\/formasi-argentina-vs-inggris\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Formasi Argentina vs Inggris yang Diprediksi Turun di Semifinal Piala Dunia 2026\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Simak prediksi formasi Argentina vs Inggris, susunan pemain, strategi, serta duel taktik kedua tim pada semifinal Piala Dunia 2026.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.itera.ac.id\/blog\/formasi-argentina-vs-inggris\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Itera Blog\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-07-15T08:22:38+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.itera.ac.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/Formasi-Argentina-vs-Inggris.webp\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1264\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"728\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/webp\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Fajar Ramadhan\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Fajar Ramadhan\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"14 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.itera.ac.id\\\/blog\\\/formasi-argentina-vs-inggris\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.itera.ac.id\\\/blog\\\/formasi-argentina-vs-inggris\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"Fajar Ramadhan\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.itera.ac.id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/a2ba850d0a2c879a9a97837d7f18fa46\"},\"headline\":\"Formasi Argentina vs Inggris yang Diprediksi Turun di Semifinal Piala Dunia 2026\",\"datePublished\":\"2026-07-15T08:22:38+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.itera.ac.id\\\/blog\\\/formasi-argentina-vs-inggris\\\/\"},\"wordCount\":2965,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.itera.ac.id\\\/blog\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.itera.ac.id\\\/blog\\\/formasi-argentina-vs-inggris\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.itera.ac.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/07\\\/Formasi-Argentina-vs-Inggris.webp\",\"articleSection\":[\"Olahraga\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.itera.ac.id\\\/blog\\\/formasi-argentina-vs-inggris\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.itera.ac.id\\\/blog\\\/formasi-argentina-vs-inggris\\\/\",\"name\":\"Formasi Argentina vs Inggris yang Diprediksi Turun di Semifinal Piala Dunia 2026\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.itera.ac.id\\\/blog\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.itera.ac.id\\\/blog\\\/formasi-argentina-vs-inggris\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.itera.ac.id\\\/blog\\\/formasi-argentina-vs-inggris\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.itera.ac.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/07\\\/Formasi-Argentina-vs-Inggris.webp\",\"datePublished\":\"2026-07-15T08:22:38+00:00\",\"description\":\"Simak prediksi formasi Argentina vs Inggris, susunan pemain, strategi, serta duel taktik kedua tim pada semifinal Piala Dunia 2026.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.itera.ac.id\\\/blog\\\/formasi-argentina-vs-inggris\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.itera.ac.id\\\/blog\\\/formasi-argentina-vs-inggris\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.itera.ac.id\\\/blog\\\/formasi-argentina-vs-inggris\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.itera.ac.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/07\\\/Formasi-Argentina-vs-Inggris.webp\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.itera.ac.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/07\\\/Formasi-Argentina-vs-Inggris.webp\",\"width\":1264,\"height\":728,\"caption\":\"Formasi Argentina vs Inggris\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.itera.ac.id\\\/blog\\\/formasi-argentina-vs-inggris\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.itera.ac.id\\\/blog\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Formasi Argentina vs Inggris yang Diprediksi Turun di Semifinal Piala Dunia 2026\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.itera.ac.id\\\/blog\\\/blog\\\/wp-json\\\/wp\\\/v2\\\/posts\\\/390\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.itera.ac.id\\\/blog\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.itera.ac.id\\\/blog\\\/\",\"name\":\"Itera Blog\",\"description\":\"Portal Informasi Berita Indonesia dari Dunia Kampus\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.itera.ac.id\\\/blog\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.itera.ac.id\\\/blog\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.itera.ac.id\\\/blog\\\/#organization\",\"name\":\"Itera Blog\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.itera.ac.id\\\/blog\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.itera.ac.id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.itera.ac.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/07\\\/cropped-pict-1.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.itera.ac.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/07\\\/cropped-pict-1.png\",\"width\":417,\"height\":154,\"caption\":\"Itera Blog\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.itera.ac.id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.itera.ac.id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/a2ba850d0a2c879a9a97837d7f18fa46\",\"name\":\"Fajar Ramadhan\",\"description\":\"Fajar Ramadhan merupakan penulis yang mengulas perkembangan olahraga nasional dan internasional, khususnya sepak bola, bulu tangkis, MotoGP, Formula 1, dan kompetisi dunia. Ia menyajikan berita, statistik, dan analisis pertandingan berdasarkan data yang dapat dipertanggungjawabkan.\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.itera.ac.id\\\/blog\\\/author\\\/fajar\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Formasi Argentina vs Inggris yang Diprediksi Turun di Semifinal Piala Dunia 2026","description":"Simak prediksi formasi Argentina vs Inggris, susunan pemain, strategi, serta duel taktik kedua tim pada semifinal Piala Dunia 2026.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.itera.ac.id\/blog\/formasi-argentina-vs-inggris\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Formasi Argentina vs Inggris yang Diprediksi Turun di Semifinal Piala Dunia 2026","og_description":"Simak prediksi formasi Argentina vs Inggris, susunan pemain, strategi, serta duel taktik kedua tim pada semifinal Piala Dunia 2026.","og_url":"https:\/\/www.itera.ac.id\/blog\/formasi-argentina-vs-inggris\/","og_site_name":"Itera Blog","article_published_time":"2026-07-15T08:22:38+00:00","og_image":[{"width":1264,"height":728,"url":"https:\/\/www.itera.ac.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/Formasi-Argentina-vs-Inggris.webp","type":"image\/webp"}],"author":"Fajar Ramadhan","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Fajar Ramadhan","Est. reading time":"14 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.itera.ac.id\/blog\/formasi-argentina-vs-inggris\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.itera.ac.id\/blog\/formasi-argentina-vs-inggris\/"},"author":{"name":"Fajar Ramadhan","@id":"https:\/\/www.itera.ac.id\/blog\/#\/schema\/person\/a2ba850d0a2c879a9a97837d7f18fa46"},"headline":"Formasi Argentina vs Inggris yang Diprediksi Turun di Semifinal Piala Dunia 2026","datePublished":"2026-07-15T08:22:38+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.itera.ac.id\/blog\/formasi-argentina-vs-inggris\/"},"wordCount":2965,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.itera.ac.id\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/www.itera.ac.id\/blog\/formasi-argentina-vs-inggris\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.itera.ac.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/Formasi-Argentina-vs-Inggris.webp","articleSection":["Olahraga"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.itera.ac.id\/blog\/formasi-argentina-vs-inggris\/","url":"https:\/\/www.itera.ac.id\/blog\/formasi-argentina-vs-inggris\/","name":"Formasi Argentina vs Inggris yang Diprediksi Turun di Semifinal Piala Dunia 2026","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.itera.ac.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.itera.ac.id\/blog\/formasi-argentina-vs-inggris\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.itera.ac.id\/blog\/formasi-argentina-vs-inggris\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.itera.ac.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/Formasi-Argentina-vs-Inggris.webp","datePublished":"2026-07-15T08:22:38+00:00","description":"Simak prediksi formasi Argentina vs Inggris, susunan pemain, strategi, serta duel taktik kedua tim pada semifinal Piala Dunia 2026.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.itera.ac.id\/blog\/formasi-argentina-vs-inggris\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.itera.ac.id\/blog\/formasi-argentina-vs-inggris\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.itera.ac.id\/blog\/formasi-argentina-vs-inggris\/#primaryimage","url":"https:\/\/www.itera.ac.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/Formasi-Argentina-vs-Inggris.webp","contentUrl":"https:\/\/www.itera.ac.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/Formasi-Argentina-vs-Inggris.webp","width":1264,"height":728,"caption":"Formasi Argentina vs Inggris"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.itera.ac.id\/blog\/formasi-argentina-vs-inggris\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.itera.ac.id\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Formasi Argentina vs Inggris yang Diprediksi Turun di Semifinal Piala Dunia 2026","item":"https:\/\/www.itera.ac.id\/blog\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/390"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.itera.ac.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.itera.ac.id\/blog\/","name":"Itera Blog","description":"Portal Informasi Berita Indonesia dari Dunia Kampus","publisher":{"@id":"https:\/\/www.itera.ac.id\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.itera.ac.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.itera.ac.id\/blog\/#organization","name":"Itera Blog","url":"https:\/\/www.itera.ac.id\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.itera.ac.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.itera.ac.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/cropped-pict-1.png","contentUrl":"https:\/\/www.itera.ac.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/cropped-pict-1.png","width":417,"height":154,"caption":"Itera Blog"},"image":{"@id":"https:\/\/www.itera.ac.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.itera.ac.id\/blog\/#\/schema\/person\/a2ba850d0a2c879a9a97837d7f18fa46","name":"Fajar Ramadhan","description":"Fajar Ramadhan merupakan penulis yang mengulas perkembangan olahraga nasional dan internasional, khususnya sepak bola, bulu tangkis, MotoGP, Formula 1, dan kompetisi dunia. Ia menyajikan berita, statistik, dan analisis pertandingan berdasarkan data yang dapat dipertanggungjawabkan.","url":"https:\/\/www.itera.ac.id\/blog\/author\/fajar\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.itera.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/390","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.itera.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.itera.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.itera.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/6"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.itera.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=390"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.itera.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/390\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":397,"href":"https:\/\/www.itera.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/390\/revisions\/397"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.itera.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/396"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.itera.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=390"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.itera.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=390"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.itera.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=390"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}