{"id":2526,"date":"2026-07-28T08:45:34","date_gmt":"2026-07-28T01:45:34","guid":{"rendered":"https:\/\/www.itera.ac.id\/blog\/?p=2526"},"modified":"2026-07-28T08:45:35","modified_gmt":"2026-07-28T01:45:35","slug":"tata-cara-sholat-jenazah-lengkap-laki-laki-dan-perempuan-berikut-doanya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.itera.ac.id\/blog\/tata-cara-sholat-jenazah-lengkap-laki-laki-dan-perempuan-berikut-doanya\/","title":{"rendered":"Tata Cara Sholat Jenazah Lengkap Laki-Laki dan Perempuan Berikut Doanya"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sholat jenazah dilaksanakan dengan berdiri bagi yang mampu, empat kali takbir, tanpa rukuk dan sujud. Hukumnya fardhu kifayah. Tata cara sholat jenazah ini menjadi bagian penting dalam pengurusan jenazah Muslim.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Urutan sholat jenazah laki-laki dan perempuan pada dasarnya sama. Perbedaan utama terletak pada niat, posisi imam, dan beberapa kata ganti dalam doa. Panduan ini disusun agar mudah diikuti dengan tenang.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pembaca dapat menyimak secara bertahap mulai dari syarat, rukun, niat, posisi imam, bacaan empat takbir, doa, hingga kesalahan yang perlu dihindari. Ikuti langkah demi langkah sesuai kemampuan.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apa Itu Sholat Jenazah?<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sholat jenazah adalah sholat yang dilakukan untuk mendoakan jenazah Muslim. Ia menjadi salah satu rangkaian pengurusan jenazah bersama memandikan, mengafani, dan menguburkan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hukumnya fardhu kifayah. Jika sebagian kaum Muslimin sudah melaksanakannya, kewajiban gugur bagi yang lain. Jika tidak ada yang melaksanakannya, seluruh masyarakat yang mengetahui menanggung dosa.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Siapa pun yang memenuhi syarat sholat boleh mengikuti. Memperbanyak jamaah dianjurkan karena mengandung keutamaan syafaat bagi jenazah.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Hukum Sholat Jenazah<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Fardhu kifayah berarti kewajiban kolektif. Kewajiban dianggap gugur apabila sudah ada yang menyelenggarakan di suatu wilayah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Keluarga dan masyarakat sekitar bertanggung jawab memastikan sholat jenazah terlaksana. Menghadiri sholat jenazah dianjurkan bagi setiap individu yang mampu.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Keutamaan mengikuti hingga pemakaman disebutkan dalam hadis sahih. Rasulullah saw. bersabda bahwa siapa yang menyolatkan jenazah dan mengiringinya hingga dimakamkan mendapat dua qirath pahala. Satu qirath sebanding dengan gunung Uhud.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Syarat Sah Sholat Jenazah<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Syarat sah dibagi menjadi dua kelompok: syarat yang berkaitan dengan orang yang sholat, dan syarat yang berkaitan dengan jenazah yang disolatkan. Keduanya tidak sama dan sebaiknya tidak dicampur.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table class=\"has-fixed-layout\"><tbody><tr><th>Syarat<\/th><th>Penjelasan<\/th><\/tr><tr><td>Beragama Islam<\/td><td>Berlaku bagi orang yang sholat maupun jenazah yang disolatkan.<\/td><\/tr><tr><td>Suci dari hadas<\/td><td>Berwudhu, atau mandi jika berhadas besar, atau tayamum bila air tidak tersedia maupun tidak dapat digunakan.<\/td><\/tr><tr><td>Suci badan, pakaian, dan tempat<\/td><td>Ketentuannya sama dengan sholat pada umumnya.<\/td><\/tr><tr><td>Menutup aurat<\/td><td>Mengikuti batas aurat dalam sholat bagi laki-laki dan perempuan.<\/td><\/tr><tr><td>Menghadap kiblat<\/td><td>Berlaku sebagaimana sholat lain, dengan keringanan pada kondisi tertentu yang dibenarkan fikih.<\/td><\/tr><tr><td>Jenazah telah dimandikan<\/td><td>Jenazah disucikan lebih dahulu. Ulama membahas pengecualian pada kasus tertentu, misalnya jenazah yang tidak memungkinkan dimandikan.<\/td><\/tr><tr><td>Posisi jenazah<\/td><td>Diletakkan di hadapan jamaah bila jenazah memang hadir.<\/td><\/tr><tr><td>Mengetahui identitas umum jenazah<\/td><td>Cukup mengetahui jenazah laki-laki, perempuan, atau anak-anak, agar niat dan kata ganti doa sesuai.<\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hal-hal seperti membentuk tiga saf atau mengangkat tangan pada tiap takbir bukan syarat sah, melainkan sunnah pelaksanaan.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Rukun Sholat Jenazah<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Rukun adalah bagian yang wajib dikerjakan dan tidak dapat digantikan. Rincian berikut mengikuti tata cara yang umum dipakai dalam mazhab Syafi&#8217;i di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table class=\"has-fixed-layout\"><tbody><tr><th>Rukun<\/th><th>Dilakukan Pada<\/th><th>Keterangan<\/th><\/tr><tr><td>Niat<\/td><td>Bersamaan dengan takbiratul ihram<\/td><td>Tempat niat di dalam hati<\/td><\/tr><tr><td>Berdiri<\/td><td>Sepanjang sholat bagi yang mampu<\/td><td>Tidak ada rukuk dan sujud<\/td><\/tr><tr><td>Takbir<\/td><td>Empat kali<\/td><td>Setiap takbir memisahkan bacaan<\/td><\/tr><tr><td>Al-Fatihah<\/td><td>Setelah takbir pertama<\/td><td>Dibaca secara pelan<\/td><\/tr><tr><td>Shalawat<\/td><td>Setelah takbir kedua<\/td><td>Tersedia versi ringkas dan versi lengkap<\/td><\/tr><tr><td>Doa jenazah<\/td><td>Setelah takbir ketiga<\/td><td>Inti doa untuk jenazah<\/td><\/tr><tr><td>Doa penutup<\/td><td>Setelah takbir keempat<\/td><td>Mengikuti tuntunan yang diamalkan<\/td><\/tr><tr><td>Salam<\/td><td>Akhir sholat<\/td><td>Terdapat perbedaan praktik satu atau dua salam<\/td><\/tr><tr><td>Tertib<\/td><td>Sesuai urutan<\/td><td>Tidak dibolak-balik<\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jumlah rukun yang disebutkan kitab fikih dapat berbeda karena perbedaan cara merinci, misalnya doa setelah takbir keempat kadang dimasukkan ke dalam rukun doa, kadang dirinci tersendiri. Perbedaan semacam ini bersifat teknis penyusunan, bukan pertentangan.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Sunnah dan Adab Sholat Jenazah<\/h2>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Melaksanakannya secara berjamaah.<\/li>\n\n\n\n<li>Membentuk tiga saf jika jumlah jamaah memungkinkan, sebagaimana anjuran dalam riwayat Abu Dawud dan At-Tirmidzi yang dinilai hasan oleh sebagian ulama.<\/li>\n\n\n\n<li>Merapatkan dan meluruskan saf.<\/li>\n\n\n\n<li>Mengangkat kedua tangan ketika takbir sesuai pendapat yang diikuti.<\/li>\n\n\n\n<li>Meletakkan tangan kanan di atas tangan kiri.<\/li>\n\n\n\n<li>Membaca ta&#8217;awudz sebelum Al-Fatihah.<\/li>\n\n\n\n<li>Membaca dengan suara pelan.<\/li>\n\n\n\n<li>Memperbanyak dan mengikhlaskan doa bagi jenazah.<\/li>\n\n\n\n<li>Menyegerakan seluruh pengurusan jenazah.<\/li>\n\n\n\n<li>Menjaga diam dan kekhusyukan selama sholat.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sunnah berbeda dengan rukun. Meninggalkan sunnah tidak membatalkan sholat, sedangkan meninggalkan rukun membuat sholat tidak sah.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Persiapan Sebelum Sholat Jenazah<\/h2>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Berwudhu, atau bertayamum bila terdapat uzur yang dibenarkan.<\/li>\n\n\n\n<li>Memastikan aurat tertutup dan pakaian suci.<\/li>\n\n\n\n<li>Menghadap kiblat.<\/li>\n\n\n\n<li>Menempatkan jenazah di depan imam.<\/li>\n\n\n\n<li>Menentukan posisi berdiri imam sesuai jenis kelamin jenazah.<\/li>\n\n\n\n<li>Membentuk dan merapikan saf makmum.<\/li>\n\n\n\n<li>Memastikan jenazah laki-laki, perempuan, atau anak-anak.<\/li>\n\n\n\n<li>Menghadirkan niat di dalam hati.<\/li>\n\n\n\n<li>Menjaga ketenangan dan kekhusyukan.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sholat jenazah tetap menuntut kesucian sebagaimana sholat lainnya, meskipun pelaksanaannya singkat.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Posisi Jenazah, Imam, dan Makmum<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jenazah diletakkan melintang di hadapan jamaah, sedangkan imam dan makmum menghadap kiblat. Imam berdiri paling depan, makmum menyusun saf di belakangnya.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table class=\"has-fixed-layout\"><tbody><tr><th>Jenis Jenazah<\/th><th>Posisi Imam<\/th><th>Posisi Makmum<\/th><\/tr><tr><td>Laki-laki<\/td><td>Sejajar dengan bagian kepala jenazah<\/td><td>Berdiri di belakang imam<\/td><\/tr><tr><td>Perempuan<\/td><td>Sejajar dengan bagian tengah tubuh atau pinggang jenazah<\/td><td>Berdiri di belakang imam<\/td><\/tr><tr><td>Beberapa jenazah<\/td><td>Jenazah disusun berlapis, laki-laki lebih dekat ke arah imam<\/td><td>Mengikuti imam dalam satu sholat<\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Susunan sederhananya dapat digambarkan sebagai berikut:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Kiblat<\/li>\n\n\n\n<li>Jenazah, diletakkan melintang<\/li>\n\n\n\n<li>Imam<\/li>\n\n\n\n<li>Saf makmum pertama, kedua, dan seterusnya<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pembedaan posisi imam ini bersandar pada riwayat Samurah bin Jundub r.a. yang menyebutkan bahwa Nabi Muhammad saw. menyolatkan seorang perempuan yang wafat pada masa nifas dan beliau berdiri sejajar dengan bagian tengah jenazah (HR. Al-Bukhari no. 1332 dan Muslim no. 964). Pendapat ini dipegang dalam mazhab Syafi&#8217;i dan Hanbali.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ulama lain berpendapat berbeda. Mazhab Maliki tidak membedakan dan menempatkan imam sejajar bagian tengah jenazah, sedangkan mazhab Hanafi menempatkan imam sejajar dengan dada jenazah, baik laki-laki maupun perempuan. Semuanya berpijak pada dalil dan penalaran fikih yang dapat dipertanggungjawabkan.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Perbedaan Sholat Jenazah Laki-Laki dan Perempuan<\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table class=\"has-fixed-layout\"><tbody><tr><th>Bagian<\/th><th>Jenazah Laki-Laki<\/th><th>Jenazah Perempuan<\/th><\/tr><tr><td>Urutan sholat<\/td><td>Sama<\/td><td>Sama<\/td><\/tr><tr><td>Jumlah takbir<\/td><td>Empat<\/td><td>Empat<\/td><\/tr><tr><td>Posisi imam<\/td><td>Sejajar dengan kepala<\/td><td>Sejajar dengan bagian tengah tubuh<\/td><\/tr><tr><td>Niat<\/td><td>Menggunakan keterangan laki-laki<\/td><td>Menggunakan keterangan perempuan<\/td><\/tr><tr><td>Kata ganti doa<\/td><td>Hu atau lahu<\/td><td>Ha atau laha<\/td><\/tr><tr><td>Al-Fatihah<\/td><td>Sama<\/td><td>Sama<\/td><\/tr><tr><td>Shalawat<\/td><td>Sama<\/td><td>Sama<\/td><\/tr><tr><td>Salam<\/td><td>Sama<\/td><td>Sama<\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tidak ada perbedaan jumlah takbir, tidak ada perbedaan jumlah rakaat, dan keduanya sama-sama tanpa rukuk maupun sujud.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Niat Sholat Jenazah<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Yang menjadi inti adalah kehendak di dalam hati untuk melaksanakan sholat jenazah karena Allah Swt. Pelafalan niat dipandang sebagai bantuan untuk menghadirkan niat oleh sebagian ulama, bukan syarat sahnya niat.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Niat Sholat Jenazah Laki-Laki<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u0623\u064f\u0635\u064e\u0644\u0650\u0651\u064a\u0652 \u0639\u064e\u0644\u0670\u0649 \u0647\u0670\u0630\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u064a\u0650\u0651\u062a\u0650 \u0623\u064e\u0631\u0652\u0628\u064e\u0639\u064e \u062a\u064e\u0643\u0652\u0628\u0650\u064a\u0652\u0631\u064e\u0627\u062a\u064d \u0641\u064e\u0631\u0652\u0636\u064e \u0627\u0644\u0652\u0643\u0650\u0641\u064e\u0627\u064a\u064e\u0629\u0650 \u0625\u0650\u0645\u064e\u0627\u0645\u064b\u0627 \u0644\u0650\u0644\u0651\u0670\u0647\u0650 \u062a\u064e\u0639\u064e\u0627\u0644\u0670\u0649<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Latin: Ushalli &#8216;ala hadzal mayyiti arba&#8217;a takbiratin fardhal kifayati imaman lillahi ta&#8217;ala.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Artinya: &#8220;Aku berniat sholat atas jenazah laki-laki ini empat kali takbir, fardhu kifayah, sebagai imam, karena Allah Ta&#8217;ala.&#8221;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Keterangan: kata&nbsp;\u0625\u0650\u0645\u064e\u0627\u0645\u064b\u0627&nbsp;(imaman) diganti&nbsp;\u0645\u064e\u0623\u0652\u0645\u064f\u0648\u0652\u0645\u064b\u0627&nbsp;(ma&#8217;muman) apabila berkedudukan sebagai makmum, dan dihilangkan apabila sholat dikerjakan sendirian.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Niat Sholat Jenazah Perempuan<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u0623\u064f\u0635\u064e\u0644\u0650\u0651\u064a\u0652 \u0639\u064e\u0644\u0670\u0649 \u0647\u0670\u0630\u0650\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u064a\u0650\u0651\u062a\u064e\u0629\u0650 \u0623\u064e\u0631\u0652\u0628\u064e\u0639\u064e \u062a\u064e\u0643\u0652\u0628\u0650\u064a\u0652\u0631\u064e\u0627\u062a\u064d \u0641\u064e\u0631\u0652\u0636\u064e \u0627\u0644\u0652\u0643\u0650\u0641\u064e\u0627\u064a\u064e\u0629\u0650 \u0625\u0650\u0645\u064e\u0627\u0645\u064b\u0627 \u0644\u0650\u0644\u0651\u0670\u0647\u0650 \u062a\u064e\u0639\u064e\u0627\u0644\u0670\u0649<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Latin: Ushalli &#8216;ala hadzihil mayyitati arba&#8217;a takbiratin fardhal kifayati imaman lillahi ta&#8217;ala.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Artinya: &#8220;Aku berniat sholat atas jenazah perempuan ini empat kali takbir, fardhu kifayah, sebagai imam, karena Allah Ta&#8217;ala.&#8221;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Keterangan:&nbsp;\u0647\u0670\u0630\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u064a\u0650\u0651\u062a\u0650&nbsp;untuk jenazah laki-laki berubah menjadi&nbsp;\u0647\u0670\u0630\u0650\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u064a\u0650\u0651\u062a\u064e\u0629\u0650&nbsp;untuk jenazah perempuan. Kata&nbsp;\u0625\u0650\u0645\u064e\u0627\u0645\u064b\u0627&nbsp;disesuaikan menjadi&nbsp;\u0645\u064e\u0623\u0652\u0645\u064f\u0648\u0652\u0645\u064b\u0627&nbsp;bagi makmum.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Susunan lafal ini merupakan rumusan yang lazim dipakai, termasuk dalam panduan Kementerian Agama Republik Indonesia. Susunan lain yang bermakna sama tetap dipandang sah.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Tata Cara Sholat Jenazah Laki-Laki<\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Langkah 1: Berdiri dan Menghadap Kiblat<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Imam berdiri sejajar dengan kepala jenazah laki-laki, makmum menyusun saf di belakangnya, lalu saf dirapatkan. Niat dihadirkan di dalam hati bersamaan dengan takbir pertama.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Langkah 2: Takbir Pertama dan Al-Fatihah<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Imam mengucapkan takbir, tangan kanan diletakkan di atas tangan kiri, kemudian dibaca ta&#8217;awudz dan Surah Al-Fatihah. Membaca Al-Fatihah dalam sholat jenazah dicontohkan oleh Ibnu Abbas r.a., dan beliau menegaskan bahwa hal itu termasuk sunnah Nabi Muhammad saw. (HR. Al-Bukhari no. 1335).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u0623\u064e\u0639\u064f\u0648\u0652\u0630\u064f \u0628\u0650\u0627\u0644\u0644\u0651\u0670\u0647\u0650 \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0634\u064e\u0651\u064a\u0652\u0637\u064e\u0627\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0631\u064e\u0651\u062c\u0650\u064a\u0652\u0645\u0650<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Latin: A&#8217;udzu billahi minasy syaithanir rajim.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Artinya: &#8220;Aku berlindung kepada Allah dari setan yang terkutuk.&#8221;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u0628\u0650\u0633\u0652\u0645\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u0670\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0631\u064e\u0651\u062d\u0652\u0645\u0670\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0631\u064e\u0651\u062d\u0650\u064a\u0652\u0645\u0650 \u06dd \u0627\u064e\u0644\u0652\u062d\u064e\u0645\u0652\u062f\u064f \u0644\u0650\u0644\u0651\u0670\u0647\u0650 \u0631\u064e\u0628\u0650\u0651 \u0627\u0644\u0652\u0639\u0670\u0644\u064e\u0645\u0650\u064a\u0652\u0646\u064e \u06dd \u0627\u0644\u0631\u064e\u0651\u062d\u0652\u0645\u0670\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0631\u064e\u0651\u062d\u0650\u064a\u0652\u0645\u0650 \u06dd \u0645\u0670\u0644\u0650\u0643\u0650 \u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u0650 \u0627\u0644\u062f\u0650\u0651\u064a\u0652\u0646\u0650 \u06dd \u0627\u0650\u064a\u064e\u0651\u0627\u0643\u064e \u0646\u064e\u0639\u0652\u0628\u064f\u062f\u064f \u0648\u064e\u0627\u0650\u064a\u064e\u0651\u0627\u0643\u064e \u0646\u064e\u0633\u0652\u062a\u064e\u0639\u0650\u064a\u0652\u0646\u064f \u06dd \u0627\u0650\u0647\u0652\u062f\u0650\u0646\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0635\u0650\u0651\u0631\u064e\u0627\u0637\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0633\u0652\u062a\u064e\u0642\u0650\u064a\u0652\u0645\u064e \u06dd \u0635\u0650\u0631\u064e\u0627\u0637\u064e \u0627\u0644\u064e\u0651\u0630\u0650\u064a\u0652\u0646\u064e \u0627\u064e\u0646\u0652\u0639\u064e\u0645\u0652\u062a\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645\u0652 \u063a\u064e\u064a\u0652\u0631\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u063a\u0652\u0636\u064f\u0648\u0652\u0628\u0650 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0636\u064e\u0651\u0627\u0644\u0650\u0651\u064a\u0652\u0646\u064e<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Latin: Bismillahir rahmanir rahim. Alhamdu lillahi rabbil &#8216;alamin. Ar-rahmanir rahim. Maliki yaumid din. Iyyaka na&#8217;budu wa iyyaka nasta&#8217;in. Ihdinash shirathal mustaqim. Shirathal ladzina an&#8217;amta &#8216;alaihim ghairil maghdhubi &#8216;alaihim wa ladh dhallin.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Artinya: &#8220;Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam. Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang. Pemilik hari pembalasan. Hanya kepada-Mu kami menyembah dan hanya kepada-Mu kami memohon pertolongan. Tunjukilah kami jalan yang lurus. Yaitu jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat, bukan jalan mereka yang dimurkai dan bukan pula jalan mereka yang sesat.&#8221;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Langkah 3: Takbir Kedua dan Shalawat<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Setelah takbir kedua dibaca shalawat kepada Nabi Muhammad saw. Terdapat versi ringkas dan versi lengkap, dan keduanya dapat digunakan sesuai tuntunan yang diikuti.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Shalawat versi ringkas:<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u0627\u064e\u0644\u0644\u0651\u0670\u0647\u064f\u0645\u064e\u0651 \u0635\u064e\u0644\u0650\u0651 \u0639\u064e\u0644\u0670\u0649 \u0645\u064f\u062d\u064e\u0645\u064e\u0651\u062f\u064d \u0648\u064e\u0639\u064e\u0644\u0670\u0649 \u0622\u0644\u0650 \u0645\u064f\u062d\u064e\u0645\u064e\u0651\u062f\u064d<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Latin: Allahumma shalli &#8216;ala Muhammad wa &#8216;ala ali Muhammad.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Artinya: &#8220;Ya Allah, limpahkanlah shalawat kepada Nabi Muhammad dan keluarga Nabi Muhammad.&#8221;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Shalawat Ibrahimiyah versi lengkap:<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u0627\u064e\u0644\u0644\u0651\u0670\u0647\u064f\u0645\u064e\u0651 \u0635\u064e\u0644\u0650\u0651 \u0639\u064e\u0644\u0670\u0649 \u0645\u064f\u062d\u064e\u0645\u064e\u0651\u062f\u064d \u0648\u064e\u0639\u064e\u0644\u0670\u0649 \u0622\u0644\u0650 \u0645\u064f\u062d\u064e\u0645\u064e\u0651\u062f\u064d\u060c \u0643\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0635\u064e\u0644\u064e\u0651\u064a\u0652\u062a\u064e \u0639\u064e\u0644\u0670\u0649 \u0625\u0650\u0628\u0652\u0631\u064e\u0627\u0647\u0650\u064a\u0652\u0645\u064e \u0648\u064e\u0639\u064e\u0644\u0670\u0649 \u0622\u0644\u0650 \u0625\u0650\u0628\u0652\u0631\u064e\u0627\u0647\u0650\u064a\u0652\u0645\u064e\u060c \u0625\u0650\u0646\u064e\u0651\u0643\u064e \u062d\u064e\u0645\u0650\u064a\u0652\u062f\u064c \u0645\u064e\u062c\u0650\u064a\u0652\u062f\u064c. \u0627\u064e\u0644\u0644\u0651\u0670\u0647\u064f\u0645\u064e\u0651 \u0628\u064e\u0627\u0631\u0650\u0643\u0652 \u0639\u064e\u0644\u0670\u0649 \u0645\u064f\u062d\u064e\u0645\u064e\u0651\u062f\u064d \u0648\u064e\u0639\u064e\u0644\u0670\u0649 \u0622\u0644\u0650 \u0645\u064f\u062d\u064e\u0645\u064e\u0651\u062f\u064d\u060c \u0643\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0628\u064e\u0627\u0631\u064e\u0643\u0652\u062a\u064e \u0639\u064e\u0644\u0670\u0649 \u0625\u0650\u0628\u0652\u0631\u064e\u0627\u0647\u0650\u064a\u0652\u0645\u064e \u0648\u064e\u0639\u064e\u0644\u0670\u0649 \u0622\u0644\u0650 \u0625\u0650\u0628\u0652\u0631\u064e\u0627\u0647\u0650\u064a\u0652\u0645\u064e\u060c \u0625\u0650\u0646\u064e\u0651\u0643\u064e \u062d\u064e\u0645\u0650\u064a\u0652\u062f\u064c \u0645\u064e\u062c\u0650\u064a\u0652\u062f\u064c<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Latin: Allahumma shalli &#8216;ala Muhammad wa &#8216;ala ali Muhammad, kama shallaita &#8216;ala Ibrahim wa &#8216;ala ali Ibrahim, innaka hamidum majid. Allahumma barik &#8216;ala Muhammad wa &#8216;ala ali Muhammad, kama barakta &#8216;ala Ibrahim wa &#8216;ala ali Ibrahim, innaka hamidum majid.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Artinya: &#8220;Ya Allah, limpahkanlah shalawat kepada Nabi Muhammad dan keluarga Nabi Muhammad, sebagaimana Engkau telah melimpahkan shalawat kepada Nabi Ibrahim dan keluarga Nabi Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia. Ya Allah, limpahkanlah keberkahan kepada Nabi Muhammad dan keluarga Nabi Muhammad, sebagaimana Engkau telah melimpahkan keberkahan kepada Nabi Ibrahim dan keluarga Nabi Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia.&#8221;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Langkah 4: Takbir Ketiga dan Doa untuk Jenazah<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Setelah takbir ketiga dibaca doa khusus untuk jenazah. Inilah bagian yang menjadi tujuan utama sholat jenazah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u0627\u064e\u0644\u0644\u0651\u0670\u0647\u064f\u0645\u064e\u0651 \u0627\u063a\u0652\u0641\u0650\u0631\u0652 \u0644\u064e\u0647\u064f \u0648\u064e\u0627\u0631\u0652\u062d\u064e\u0645\u0652\u0647\u064f\u060c \u0648\u064e\u0639\u064e\u0627\u0641\u0650\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0639\u0652\u0641\u064f \u0639\u064e\u0646\u0652\u0647\u064f\u060c \u0648\u064e\u0623\u064e\u0643\u0652\u0631\u0650\u0645\u0652 \u0646\u064f\u0632\u064f\u0644\u064e\u0647\u064f\u060c \u0648\u064e\u0648\u064e\u0633\u0650\u0651\u0639\u0652 \u0645\u064f\u062f\u0652\u062e\u064e\u0644\u064e\u0647\u064f\u060c \u0648\u064e\u0627\u063a\u0652\u0633\u0650\u0644\u0652\u0647\u064f \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0627\u0621\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u062b\u064e\u0651\u0644\u0652\u062c\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0628\u064e\u0631\u064e\u062f\u0650\u060c \u0648\u064e\u0646\u064e\u0642\u0650\u0651\u0647\u0650 \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u062e\u064e\u0637\u064e\u0627\u064a\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0646\u064e\u0642\u064e\u0651\u064a\u0652\u062a\u064e \u0627\u0644\u062b\u064e\u0651\u0648\u0652\u0628\u064e \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0628\u0652\u064a\u064e\u0636\u064e \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u062f\u064e\u0651\u0646\u064e\u0633\u0650\u060c \u0648\u064e\u0623\u064e\u0628\u0652\u062f\u0650\u0644\u0652\u0647\u064f \u062f\u064e\u0627\u0631\u064b\u0627 \u062e\u064e\u064a\u0652\u0631\u064b\u0627 \u0645\u0650\u0646\u0652 \u062f\u064e\u0627\u0631\u0650\u0647\u0650\u060c \u0648\u064e\u0623\u064e\u0647\u0652\u0644\u064b\u0627 \u062e\u064e\u064a\u0652\u0631\u064b\u0627 \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0647\u0652\u0644\u0650\u0647\u0650\u060c \u0648\u064e\u0632\u064e\u0648\u0652\u062c\u064b\u0627 \u062e\u064e\u064a\u0652\u0631\u064b\u0627 \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0632\u064e\u0648\u0652\u062c\u0650\u0647\u0650\u060c \u0648\u064e\u0623\u064e\u062f\u0652\u062e\u0650\u0644\u0652\u0647\u064f \u0627\u0644\u0652\u062c\u064e\u0646\u064e\u0651\u0629\u064e\u060c \u0648\u064e\u0623\u064e\u0639\u0650\u0630\u0652\u0647\u064f \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0642\u064e\u0628\u0652\u0631\u0650 \u0648\u064e\u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u0650 \u0627\u0644\u0646\u064e\u0651\u0627\u0631\u0650<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Latin: Allahummaghfir lahu warhamhu, wa &#8216;afihi wa&#8217;fu &#8216;anhu, wa akrim nuzulahu, wa wassi&#8217; mudkhalahu, waghsilhu bil ma&#8217;i wats tsalji wal barad, wa naqqihi minal khathaya kama naqqaitats tsaubal abyadha minad danas, wa abdilhu daran khairan min darihi, wa ahlan khairan min ahlihi, wa zaujan khairan min zaujihi, wa adkhilhul jannah, wa a&#8217;idzhu min &#8216;adzabil qabri wa &#8216;adzabin nar.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Artinya: &#8220;Ya Allah, ampunilah dia dan rahmatilah dia, selamatkanlah dan maafkanlah dia, muliakanlah tempat singgahnya dan lapangkanlah tempat masuknya, sucikanlah dia dengan air, salju, dan embun, bersihkanlah dia dari kesalahan sebagaimana Engkau membersihkan pakaian putih dari kotoran, gantilah rumahnya dengan rumah yang lebih baik, keluarganya dengan keluarga yang lebih baik, dan pasangannya dengan pasangan yang lebih baik, masukkanlah dia ke dalam surga, serta lindungilah dia dari azab kubur dan azab neraka.&#8221;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sumber: HR. Muslim no. 963 dari &#8216;Auf bin Malik r.a. Imam Al-Bukhari menilai riwayat ini sebagai hadis paling sahih dalam bab doa untuk jenazah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kandungan doa ini mencakup permohonan ampun, rahmat, keselamatan, kelapangan kubur, penggantian yang lebih baik, masuk surga, serta perlindungan dari azab kubur dan neraka.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bagi yang belum hafal, doa berikut dapat digunakan dan tetap memuat permohonan ampunan:<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u0627\u064e\u0644\u0644\u0651\u0670\u0647\u064f\u0645\u064e\u0651 \u0627\u063a\u0652\u0641\u0650\u0631\u0652 \u0644\u064e\u0647\u064f \u0648\u064e\u0627\u0631\u0652\u062d\u064e\u0645\u0652\u0647\u064f \u0648\u064e\u0639\u064e\u0627\u0641\u0650\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0639\u0652\u0641\u064f \u0639\u064e\u0646\u0652\u0647\u064f<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Latin: Allahummaghfir lahu warhamhu wa &#8216;afihi wa&#8217;fu &#8216;anhu.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Artinya: &#8220;Ya Allah, ampunilah dia, rahmatilah dia, selamatkanlah dia, dan maafkanlah dia.&#8221;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Doa pendek tidak dinilai lebih utama daripada doa lengkap. Doa pendek adalah kemudahan bagi yang belum menghafal seluruh lafalnya.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Langkah 5: Takbir Keempat dan Doa Penutup<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Setelah takbir keempat dibaca doa penutup yang lazim diamalkan dan tercantum dalam kitab fikih Syafi&#8217;i seperti Fathul Qarib:<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u0627\u064e\u0644\u0644\u0651\u0670\u0647\u064f\u0645\u064e\u0651 \u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u062d\u0652\u0631\u0650\u0645\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0623\u064e\u062c\u0652\u0631\u064e\u0647\u064f \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0641\u0652\u062a\u0650\u0646\u064e\u0651\u0627 \u0628\u064e\u0639\u0652\u062f\u064e\u0647\u064f \u0648\u064e\u0627\u063a\u0652\u0641\u0650\u0631\u0652 \u0644\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0647\u064f<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Latin: Allahumma la tahrimna ajrahu wa la taftinna ba&#8217;dahu waghfir lana wa lahu.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Artinya: &#8220;Ya Allah, janganlah Engkau halangi kami dari pahalanya, janganlah Engkau timpakan fitnah kepada kami sepeninggalnya, dan ampunilah kami serta dia.&#8221;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebagian jamaah menambahkan doa yang bersumber dari riwayat Abu Hurairah r.a., yaitu permohonan ampunan bagi yang masih hidup dan yang telah wafat, yang hadir dan yang tidak hadir, yang kecil dan yang besar, laki-laki maupun perempuan (HR. At-Tirmidzi no. 1024, dinilai hasan sahih). Keduanya sama-sama memiliki dasar.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Langkah 6: Salam<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u0627\u064e\u0644\u0633\u064e\u0651\u0644\u064e\u0627\u0645\u064f \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0631\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u0629\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u0670\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0628\u064e\u0631\u064e\u0643\u064e\u0627\u062a\u064f\u0647\u064f<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Latin: Assalamu &#8216;alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Artinya: &#8220;Semoga keselamatan, rahmat Allah, dan keberkahan-Nya tercurah kepada kalian.&#8221;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Salam diucapkan sambil menoleh ke kanan. Sebagian ulama memandang cukup satu salam, sebagian lain mengamalkan dua salam. Keduanya memiliki landasan fikih dan tidak perlu dipersoalkan.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Tata Cara Sholat Jenazah Perempuan<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Urutannya persis sama, hanya niat, posisi imam, dan kata ganti doanya yang disesuaikan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Langkah 1<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Imam berdiri sejajar dengan bagian tengah tubuh atau pinggang jenazah perempuan. Makmum berada di belakang imam. Niat disesuaikan dengan lafal untuk jenazah perempuan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Langkah 2<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Takbir pertama, kemudian membaca ta&#8217;awudz dan Surah Al-Fatihah. Bacaannya sama persis dengan sholat jenazah laki-laki.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Langkah 3<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Takbir kedua, kemudian membaca shalawat kepada Nabi Muhammad saw., baik versi ringkas maupun versi lengkap. Tidak ada perubahan lafal.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Langkah 4<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Takbir ketiga, kemudian membaca doa jenazah dengan kata ganti perempuan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u0627\u064e\u0644\u0644\u0651\u0670\u0647\u064f\u0645\u064e\u0651 \u0627\u063a\u0652\u0641\u0650\u0631\u0652 \u0644\u064e\u0647\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0627\u0631\u0652\u062d\u064e\u0645\u0652\u0647\u064e\u0627\u060c \u0648\u064e\u0639\u064e\u0627\u0641\u0650\u0647\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0627\u0639\u0652\u0641\u064f \u0639\u064e\u0646\u0652\u0647\u064e\u0627\u060c \u0648\u064e\u0623\u064e\u0643\u0652\u0631\u0650\u0645\u0652 \u0646\u064f\u0632\u064f\u0644\u064e\u0647\u064e\u0627\u060c \u0648\u064e\u0648\u064e\u0633\u0650\u0651\u0639\u0652 \u0645\u064f\u062f\u0652\u062e\u064e\u0644\u064e\u0647\u064e\u0627\u060c \u0648\u064e\u0627\u063a\u0652\u0633\u0650\u0644\u0652\u0647\u064e\u0627 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0627\u0621\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u062b\u064e\u0651\u0644\u0652\u062c\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0628\u064e\u0631\u064e\u062f\u0650\u060c \u0648\u064e\u0646\u064e\u0642\u0650\u0651\u0647\u064e\u0627 \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u062e\u064e\u0637\u064e\u0627\u064a\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0646\u064e\u0642\u064e\u0651\u064a\u0652\u062a\u064e \u0627\u0644\u062b\u064e\u0651\u0648\u0652\u0628\u064e \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0628\u0652\u064a\u064e\u0636\u064e \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u062f\u064e\u0651\u0646\u064e\u0633\u0650\u060c \u0648\u064e\u0623\u064e\u0628\u0652\u062f\u0650\u0644\u0652\u0647\u064e\u0627 \u062f\u064e\u0627\u0631\u064b\u0627 \u062e\u064e\u064a\u0652\u0631\u064b\u0627 \u0645\u0650\u0646\u0652 \u062f\u064e\u0627\u0631\u0650\u0647\u064e\u0627\u060c \u0648\u064e\u0623\u064e\u0647\u0652\u0644\u064b\u0627 \u062e\u064e\u064a\u0652\u0631\u064b\u0627 \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0647\u0652\u0644\u0650\u0647\u064e\u0627\u060c \u0648\u064e\u0632\u064e\u0648\u0652\u062c\u064b\u0627 \u062e\u064e\u064a\u0652\u0631\u064b\u0627 \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0632\u064e\u0648\u0652\u062c\u0650\u0647\u064e\u0627\u060c \u0648\u064e\u0623\u064e\u062f\u0652\u062e\u0650\u0644\u0652\u0647\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u062c\u064e\u0646\u064e\u0651\u0629\u064e\u060c \u0648\u064e\u0623\u064e\u0639\u0650\u0630\u0652\u0647\u064e\u0627 \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0642\u064e\u0628\u0652\u0631\u0650 \u0648\u064e\u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u0650 \u0627\u0644\u0646\u064e\u0651\u0627\u0631\u0650<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Latin: Allahummaghfir laha warhamha, wa &#8216;afiha wa&#8217;fu &#8216;anha, wa akrim nuzulaha, wa wassi&#8217; mudkhalaha, waghsilha bil ma&#8217;i wats tsalji wal barad, wa naqqiha minal khathaya kama naqqaitats tsaubal abyadha minad danas, wa abdilha daran khairan min dariha, wa ahlan khairan min ahliha, wa zaujan khairan min zaujiha, wa adkhilhal jannah, wa a&#8217;idzha min &#8216;adzabil qabri wa &#8216;adzabin nar.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Artinya: &#8220;Ya Allah, ampunilah dia dan rahmatilah dia, selamatkanlah dan maafkanlah dia, muliakanlah tempat singgahnya dan lapangkanlah tempat masuknya, sucikanlah dia dengan air, salju, dan embun, bersihkanlah dia dari kesalahan sebagaimana Engkau membersihkan pakaian putih dari kotoran, gantilah rumahnya dengan rumah yang lebih baik, keluarganya dengan keluarga yang lebih baik, dan pasangannya dengan pasangan yang lebih baik, masukkanlah dia ke dalam surga, serta lindungilah dia dari azab kubur dan azab neraka.&#8221;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Versi pendeknya:&nbsp;\u0627\u064e\u0644\u0644\u0651\u0670\u0647\u064f\u0645\u064e\u0651 \u0627\u063a\u0652\u0641\u0650\u0631\u0652 \u0644\u064e\u0647\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0627\u0631\u0652\u062d\u064e\u0645\u0652\u0647\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0639\u064e\u0627\u0641\u0650\u0647\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0627\u0639\u0652\u0641\u064f \u0639\u064e\u0646\u0652\u0647\u064e\u0627&nbsp;(Allahummaghfir laha warhamha wa &#8216;afiha wa&#8217;fu &#8216;anha).<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Langkah 5<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Takbir keempat, kemudian membaca doa penutup dengan kata ganti perempuan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u0627\u064e\u0644\u0644\u0651\u0670\u0647\u064f\u0645\u064e\u0651 \u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u062d\u0652\u0631\u0650\u0645\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0623\u064e\u062c\u0652\u0631\u064e\u0647\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0641\u0652\u062a\u0650\u0646\u064e\u0651\u0627 \u0628\u064e\u0639\u0652\u062f\u064e\u0647\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0627\u063a\u0652\u0641\u0650\u0631\u0652 \u0644\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0647\u064e\u0627<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Latin: Allahumma la tahrimna ajraha wa la taftinna ba&#8217;daha waghfir lana wa laha.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Artinya: &#8220;Ya Allah, janganlah Engkau halangi kami dari pahalanya, janganlah Engkau timpakan fitnah kepada kami sepeninggalnya, dan ampunilah kami serta dia.&#8221;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Langkah 6<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Mengucapkan salam sebagaimana pada sholat jenazah laki-laki.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Tabel Urutan Empat Takbir<\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table class=\"has-fixed-layout\"><tbody><tr><th>Urutan<\/th><th>Gerakan<\/th><th>Bacaan<\/th><th>Keterangan<\/th><\/tr><tr><td>Takbir pertama<\/td><td>Berdiri dan takbir<\/td><td>Al-Fatihah<\/td><td>Tidak ada rukuk<\/td><\/tr><tr><td>Takbir kedua<\/td><td>Takbir<\/td><td>Shalawat<\/td><td>Tetap berdiri<\/td><\/tr><tr><td>Takbir ketiga<\/td><td>Takbir<\/td><td>Doa untuk jenazah<\/td><td>Sesuaikan kata ganti<\/td><\/tr><tr><td>Takbir keempat<\/td><td>Takbir<\/td><td>Doa penutup<\/td><td>Dilanjutkan salam<\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Perbandingan Kata Ganti Doa Laki-Laki dan Perempuan<\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table class=\"has-fixed-layout\"><tbody><tr><th>Arti<\/th><th>Jenazah Laki-Laki<\/th><th>Jenazah Perempuan<\/th><\/tr><tr><td>Ampunilah dia<\/td><td>\u0627\u063a\u0652\u0641\u0650\u0631\u0652 \u0644\u064e\u0647\u064f<\/td><td>\u0627\u063a\u0652\u0641\u0650\u0631\u0652 \u0644\u064e\u0647\u064e\u0627<\/td><\/tr><tr><td>Rahmatilah dia<\/td><td>\u0648\u064e\u0627\u0631\u0652\u062d\u064e\u0645\u0652\u0647\u064f<\/td><td>\u0648\u064e\u0627\u0631\u0652\u062d\u064e\u0645\u0652\u0647\u064e\u0627<\/td><\/tr><tr><td>Selamatkanlah dia<\/td><td>\u0648\u064e\u0639\u064e\u0627\u0641\u0650\u0647\u0650<\/td><td>\u0648\u064e\u0639\u064e\u0627\u0641\u0650\u0647\u064e\u0627<\/td><\/tr><tr><td>Maafkanlah dia<\/td><td>\u0648\u064e\u0627\u0639\u0652\u0641\u064f \u0639\u064e\u0646\u0652\u0647\u064f<\/td><td>\u0648\u064e\u0627\u0639\u0652\u0641\u064f \u0639\u064e\u0646\u0652\u0647\u064e\u0627<\/td><\/tr><tr><td>Muliakan tempat singgahnya<\/td><td>\u0648\u064e\u0623\u064e\u0643\u0652\u0631\u0650\u0645\u0652 \u0646\u064f\u0632\u064f\u0644\u064e\u0647\u064f<\/td><td>\u0648\u064e\u0623\u064e\u0643\u0652\u0631\u0650\u0645\u0652 \u0646\u064f\u0632\u064f\u0644\u064e\u0647\u064e\u0627<\/td><\/tr><tr><td>Lapangkan tempat masuknya<\/td><td>\u0648\u064e\u0648\u064e\u0633\u0650\u0651\u0639\u0652 \u0645\u064f\u062f\u0652\u062e\u064e\u0644\u064e\u0647\u064f<\/td><td>\u0648\u064e\u0648\u064e\u0633\u0650\u0651\u0639\u0652 \u0645\u064f\u062f\u0652\u062e\u064e\u0644\u064e\u0647\u064e\u0627<\/td><\/tr><tr><td>Sucikanlah dia<\/td><td>\u0648\u064e\u0627\u063a\u0652\u0633\u0650\u0644\u0652\u0647\u064f<\/td><td>\u0648\u064e\u0627\u063a\u0652\u0633\u0650\u0644\u0652\u0647\u064e\u0627<\/td><\/tr><tr><td>Gantikanlah baginya<\/td><td>\u0648\u064e\u0623\u064e\u0628\u0652\u062f\u0650\u0644\u0652\u0647\u064f<\/td><td>\u0648\u064e\u0623\u064e\u0628\u0652\u062f\u0650\u0644\u0652\u0647\u064e\u0627<\/td><\/tr><tr><td>Pasangan yang lebih baik<\/td><td>\u0632\u064e\u0648\u0652\u062c\u064b\u0627 \u062e\u064e\u064a\u0652\u0631\u064b\u0627 \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0632\u064e\u0648\u0652\u062c\u0650\u0647\u0650<\/td><td>\u0632\u064e\u0648\u0652\u062c\u064b\u0627 \u062e\u064e\u064a\u0652\u0631\u064b\u0627 \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0632\u064e\u0648\u0652\u062c\u0650\u0647\u064e\u0627<\/td><\/tr><tr><td>Masukkan dia ke surga<\/td><td>\u0648\u064e\u0623\u064e\u062f\u0652\u062e\u0650\u0644\u0652\u0647\u064f \u0627\u0644\u0652\u062c\u064e\u0646\u064e\u0651\u0629\u064e<\/td><td>\u0648\u064e\u0623\u064e\u062f\u0652\u062e\u0650\u0644\u0652\u0647\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u062c\u064e\u0646\u064e\u0651\u0629\u064e<\/td><\/tr><tr><td>Lindungi dia dari azab kubur dan neraka<\/td><td>\u0648\u064e\u0623\u064e\u0639\u0650\u0630\u0652\u0647\u064f \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0642\u064e\u0628\u0652\u0631\u0650 \u0648\u064e\u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u0650 \u0627\u0644\u0646\u064e\u0651\u0627\u0631\u0650<\/td><td>\u0648\u064e\u0623\u064e\u0639\u0650\u0630\u0652\u0647\u064e\u0627 \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0642\u064e\u0628\u0652\u0631\u0650 \u0648\u064e\u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u0650 \u0627\u0644\u0646\u064e\u0651\u0627\u0631\u0650<\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Doa Sholat Jenazah Anak-Anak<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Anak yang belum balig dipandang belum dibebani tanggung jawab syariat. Karena itu doa yang dibaca lebih menekankan permohonan agar anak tersebut menjadi pendahulu, simpanan pahala, dan pemberi syafaat bagi kedua orang tuanya, serta agar orang tuanya diberi kesabaran.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u0627\u064e\u0644\u0644\u0651\u0670\u0647\u064f\u0645\u064e\u0651 \u0627\u062c\u0652\u0639\u064e\u0644\u0652\u0647\u064f \u0641\u064e\u0631\u064e\u0637\u064b\u0627 \u0644\u0650\u0623\u064e\u0628\u064e\u0648\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0633\u064e\u0644\u064e\u0641\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0630\u064f\u062e\u0652\u0631\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0639\u0650\u0638\u064e\u0629\u064b \u0648\u064e\u0627\u0639\u0652\u062a\u0650\u0628\u064e\u0627\u0631\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0634\u064e\u0641\u0650\u064a\u0652\u0639\u064b\u0627\u060c \u0648\u064e\u062b\u064e\u0642\u0650\u0651\u0644\u0652 \u0628\u0650\u0647\u0650 \u0645\u064e\u0648\u064e\u0627\u0632\u0650\u064a\u0652\u0646\u064e\u0647\u064f\u0645\u064e\u0627\u060c \u0648\u064e\u0623\u064e\u0641\u0652\u0631\u0650\u063a\u0650 \u0627\u0644\u0635\u064e\u0651\u0628\u0652\u0631\u064e \u0639\u064e\u0644\u0670\u0649 \u0642\u064f\u0644\u064f\u0648\u0652\u0628\u0650\u0647\u0650\u0645\u064e\u0627\u060c \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0641\u0652\u062a\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645\u064e\u0627 \u0628\u064e\u0639\u0652\u062f\u064e\u0647\u064f \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u062d\u0652\u0631\u0650\u0645\u0652\u0647\u064f\u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u062c\u0652\u0631\u064e\u0647\u064f<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Latin: Allahummaj&#8217;alhu faratan li abawaihi wa salafan wa dzukhran wa &#8216;izhatan wa&#8217;tibaran wa syafi&#8217;an, wa tsaqqil bihi mawazinahuma, wa afrighish shabra &#8216;ala qulubihima, wa la taftinhuma ba&#8217;dahu wa la tahrimhuma ajrahu.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Artinya: &#8220;Ya Allah, jadikanlah anak ini sebagai pendahulu, simpanan, nasihat, pelajaran, dan pemberi syafaat bagi kedua orang tuanya. Beratkanlah timbangan amal keduanya karenanya, curahkanlah kesabaran ke dalam hati keduanya, janganlah Engkau timpakan fitnah kepada keduanya sepeninggalnya, dan janganlah Engkau halangi keduanya dari pahalanya.&#8221;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Untuk jenazah anak perempuan, kata ganti disesuaikan:&nbsp;\u0627\u062c\u0652\u0639\u064e\u0644\u0652\u0647\u064e\u0627&nbsp;menggantikan&nbsp;\u0627\u062c\u0652\u0639\u064e\u0644\u0652\u0647\u064f,&nbsp;\u0628\u0650\u0647\u064e\u0627&nbsp;menggantikan&nbsp;\u0628\u0650\u0647\u0650, serta&nbsp;\u0628\u064e\u0639\u0652\u062f\u064e\u0647\u064e\u0627&nbsp;dan&nbsp;\u0623\u064e\u062c\u0652\u0631\u064e\u0647\u064e\u0627&nbsp;menggantikan&nbsp;\u0628\u064e\u0639\u0652\u062f\u064e\u0647\u064f&nbsp;dan&nbsp;\u0623\u064e\u062c\u0652\u0631\u064e\u0647\u064f.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Doa ini dijelaskan dalam kitab fikih dan panduan lembaga keislaman di Indonesia, di antaranya NU Online. Sebagian ulama tetap menganjurkan membaca permohonan ampunan secara umum bersamanya, dan sebagian membahas perbedaan pendapat mengenai bayi keguguran. Doa jenazah anak-anak sebaiknya tidak dicampur dengan doa jenazah dewasa karena kandungan permohonannya berbeda.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Sholat Jenazah untuk Lebih dari Satu Jenazah<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Beberapa jenazah boleh disolatkan sekaligus dalam satu sholat, dan boleh pula satu per satu. Keduanya sah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Apabila disolatkan sekaligus, jenazah disusun berlapis. Jenazah laki-laki diletakkan lebih dekat ke arah imam, lalu anak-anak, kemudian jenazah perempuan pada lapisan yang lebih jauh dari imam. Susunan ini merupakan praktik yang dijelaskan dalam kitab fikih mazhab Syafi&#8217;i.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Niat diarahkan kepada seluruh jenazah yang hadir. Kata ganti dalam doa dapat menggunakan bentuk jamak, misalnya permohonan ampunan bagi mereka semua. Bila terasa menyulitkan, menyolatkan satu per satu adalah pilihan yang lebih sederhana.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Makmum Masbuk dalam Sholat Jenazah<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Makmum masbuk adalah makmum yang bergabung setelah imam memulai sholat. Dalam sholat jenazah, hal ini cukup sering terjadi karena pelaksanaannya singkat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Makmum yang datang terlambat bertakbir dan langsung mengikuti imam. Menurut pendapat yang umum dalam mazhab Syafi&#8217;i, takbir pertama yang diucapkannya dihitung sebagai takbir pertama baginya, sehingga bacaan yang dibaca adalah Al-Fatihah, bukan bacaan yang sedang dibaca imam.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Setelah imam mengucapkan salam, makmum menyempurnakan takbir yang tertinggal beserta bacaannya secara berurutan, lalu mengucapkan salam. Jika jenazah keburu diangkat, sebagian ulama membolehkan menyempurnakan takbir dengan bacaan yang diringkas.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ulama berbeda pendapat dalam sebagian rinciannya, termasuk apakah bacaan yang tertinggal wajib diqadha seluruhnya. Perbedaan ini tergolong wajar dan tidak menjadikan salah satu praktik keliru.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Sholat Ghaib: Sholat Jenazah Tanpa Kehadiran Jenazah<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sholat ghaib adalah sholat jenazah yang dikerjakan ketika jenazah tidak berada di hadapan jamaah, misalnya karena berada di kota atau negeri lain. Ibadah ini berbeda dari sholat jenazah biasa dan tidak dicampur pembahasannya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dasarnya adalah riwayat bahwa Nabi Muhammad saw. mengumumkan wafatnya Raja Najasyi, lalu keluar bersama para sahabat, membentuk saf, dan bertakbir empat kali (HR. Al-Bukhari dan Muslim), sebagaimana dijelaskan pula dalam pembahasan Muhammadiyah dan MUI mengenai sholat ghaib.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ulama berbeda pendapat mengenai keluasannya. Mazhab Syafi&#8217;i dan Hanbali memandangnya disyariatkan secara umum, sebagian ulama membatasinya pada kondisi jenazah yang belum disolatkan siapa pun, dan sebagian lain memandangnya khusus untuk Raja Najasyi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tata caranya sama dengan sholat jenazah biasa: empat takbir, Al-Fatihah, shalawat, doa untuk jenazah, doa penutup, lalu salam. Niatnya diarahkan kepada jenazah yang tidak hadir dan disebutkan namanya bila diketahui. Dalam pelaksanaannya di masjid, mengikuti kebijakan imam atau lembaga keagamaan setempat adalah sikap yang bijak.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apakah Sholat Jenazah Harus Berwudhu?<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sholat jenazah tetap termasuk sholat, sehingga bersuci dari hadas menjadi syarat sebagaimana sholat lainnya. Menghadirinya tanpa bersuci tidak dianjurkan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Apabila air tidak tersedia, tidak dapat digunakan karena sakit, atau waktu sangat sempit sehingga dikhawatirkan jenazah keburu dimakamkan, tayamum dapat dilakukan sesuai ketentuan fikih. Sebagian ulama membahas keringanan tayamum khusus dalam kondisi seperti ini karena sholat jenazah dikhawatirkan terlewat.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apakah Sholat Jenazah Boleh Dilakukan di Rumah?<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sholat jenazah boleh dilaksanakan di masjid, di rumah duka, di halaman, di aula, maupun di area pemakaman. Yang menjadi syarat adalah kesucian tempat, kemampuan menghadap kiblat, dan penempatan jenazah di hadapan jamaah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pelaksanaan di masjid memiliki dasar dalam praktik para sahabat. Pelaksanaan di rumah juga lazim dan sah, terutama ketika jumlah pelayat besar atau jarak ke masjid jauh.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Mengenai sholat jenazah di area kuburan, ulama berbeda pendapat. Sebagian membolehkan berdasarkan riwayat Nabi Muhammad saw. menyolatkan jenazah di kuburan, sebagian lain membatasinya. Perbedaan ini disikapi dengan mengikuti kebiasaan yang berlaku di lingkungan setempat.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Bacaan Dibaca Keras atau Pelan?<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Seluruh bacaan sholat jenazah, mulai Al-Fatihah hingga doa, umumnya dibaca secara sirr atau pelan, baik oleh imam maupun makmum. Yang diperdengarkan hanyalah takbir dan salam imam agar makmum dapat mengikuti perpindahan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Setiap makmum membaca bacaannya sendiri. Membaca doa secara serempak dan bersuara tidak dijadikan kewajiban. Sebagian riwayat menyebutkan Ibnu Abbas r.a. pernah mengeraskan Al-Fatihah, namun itu dilakukan untuk mengajarkan bahwa membacanya termasuk sunnah Nabi, bukan sebagai tata cara harian.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Gerakan Tangan pada Setiap Takbir<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebagian ulama berpendapat tangan diangkat pada setiap takbir, dan inilah praktik yang umum dalam mazhab Syafi&#8217;i serta banyak diamalkan di Indonesia. Sebagian ulama lain memandang tangan cukup diangkat pada takbir pertama saja.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Keduanya memiliki dasar. Mengikuti kebiasaan imam dan jamaah setempat adalah sikap praktis yang menjaga ketertiban sholat.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Satu atau Dua Salam?<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Praktik dua salam, yaitu menoleh ke kanan dan ke kiri, umum dilakukan di Indonesia dan menjadi pendapat yang dikenal dalam mazhab Syafi&#8217;i. Praktik satu salam ke kanan juga memiliki landasan riwayat dan diamalkan sebagian ulama.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Makmum sebaiknya mengikuti imam. Perbedaan jumlah salam bukan alasan untuk menilai sholat jamaah lain tidak sah.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Kesalahan yang Sering Terjadi<\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table class=\"has-fixed-layout\"><tbody><tr><th>Kesalahan<\/th><th>Penjelasan<\/th><th>Cara Memperbaiki<\/th><\/tr><tr><td>Mengira ada rukuk dan sujud<\/td><td>Sholat jenazah dilakukan dengan berdiri<\/td><td>Ikuti urutan empat takbir<\/td><\/tr><tr><td>Salah kata ganti doa<\/td><td>Lafal laki-laki dan perempuan berbeda<\/td><td>Periksa penggunaan hu dan ha<\/td><\/tr><tr><td>Tidak membaca Al-Fatihah<\/td><td>Termasuk rukun menurut tata cara Syafi&#8217;i<\/td><td>Baca setelah takbir pertama<\/td><\/tr><tr><td>Membaca doa sebelum waktunya<\/td><td>Urutan bacaan perlu dijaga<\/td><td>Ikuti urutan takbir<\/td><\/tr><tr><td>Menganggap lafal niat wajib diucapkan<\/td><td>Niat berada di dalam hati<\/td><td>Hadirkan niat saat takbir pertama<\/td><\/tr><tr><td>Tidak menjaga kesucian<\/td><td>Sholat jenazah tetap membutuhkan bersuci<\/td><td>Berwudhu atau tayamum yang sah<\/td><\/tr><tr><td>Berbicara di sela sholat<\/td><td>Mengganggu kekhusyukan dan dapat membatalkan<\/td><td>Diam dan mengikuti imam<\/td><\/tr><tr><td>Mendahului imam<\/td><td>Gerakan makmum mengikuti imam<\/td><td>Tunggu takbir imam<\/td><\/tr><tr><td>Salah posisi imam<\/td><td>Posisi berbeda pada jenazah laki-laki dan perempuan<\/td><td>Periksa posisi sebelum sholat dimulai<\/td><\/tr><tr><td>Menganggap bacaan panjang wajib<\/td><td>Terdapat bacaan minimal yang sah<\/td><td>Gunakan doa pendek bila belum hafal<\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Belum hafal bukan aib. Mengikuti imam sambil berdoa dengan bahasa hati sudah cukup untuk memulai.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Panduan Sangat Singkat untuk Pemula<\/h2>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Berdiri dan menghadirkan niat.<\/li>\n\n\n\n<li>Takbir pertama, membaca Al-Fatihah.<\/li>\n\n\n\n<li>Takbir kedua, membaca shalawat.<\/li>\n\n\n\n<li>Takbir ketiga, membaca doa untuk jenazah.<\/li>\n\n\n\n<li>Takbir keempat, membaca doa penutup.<\/li>\n\n\n\n<li>Mengakhiri dengan salam.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tidak ada rukuk, iktidal, sujud, duduk di antara dua sujud, maupun tasyahud.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Versi Hafalan Cepat<\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table class=\"has-fixed-layout\"><tbody><tr><th>Tahap<\/th><th>Kata Kunci Hafalan<\/th><\/tr><tr><td>Takbir 1<\/td><td>Al-Fatihah<\/td><\/tr><tr><td>Takbir 2<\/td><td>Shalawat<\/td><\/tr><tr><td>Takbir 3<\/td><td>Doa jenazah<\/td><\/tr><tr><td>Takbir 4<\/td><td>Doa penutup<\/td><\/tr><tr><td>Akhir<\/td><td>Salam<\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tabel ini hanya alat mengingat urutan, bukan pengganti bacaan.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Adab Mengikuti Sholat Jenazah<\/h2>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Berpakaian sopan dan rapi.<\/li>\n\n\n\n<li>Menjaga ketenangan sejak tiba di rumah duka.<\/li>\n\n\n\n<li>Tidak mengambil foto tanpa kebutuhan dan tanpa izin keluarga.<\/li>\n\n\n\n<li>Menonaktifkan suara ponsel.<\/li>\n\n\n\n<li>Tidak berbicara keras atau bergurau.<\/li>\n\n\n\n<li>Merapatkan saf dan mengikuti aba-aba imam.<\/li>\n\n\n\n<li>Mendoakan jenazah dengan ikhlas.<\/li>\n\n\n\n<li>Tidak memperdebatkan perbedaan kecil di hadapan keluarga yang berduka.<\/li>\n\n\n\n<li>Menghibur keluarga dengan ucapan yang menenangkan.<\/li>\n\n\n\n<li>Tidak meratap secara berlebihan.<\/li>\n\n\n\n<li>Menghormati privasi keluarga, termasuk dalam unggahan media sosial.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Keutamaan Sholat Jenazah<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menyolatkan jenazah bernilai pahala satu qirath, dan mengiringinya hingga selesai dimakamkan bernilai dua qirath. Nabi Muhammad saw. mengumpamakan qirath dengan gunung yang besar, dan dalam riwayat lain disebutkan sebesar Gunung Uhud (HR. Al-Bukhari no. 1325 dan Muslim no. 945). Qirath di sini adalah ukuran pahala di sisi Allah Swt., bukan ukuran materi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sholat jenazah juga bermanfaat bagi jenazah itu sendiri. Doa jamaah yang tulus disebutkan menjadi syafaat baginya, dan jumlah jamaah yang banyak menambah harapan diterimanya doa tersebut.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Perbandingan Sholat Jenazah dan Sholat Fardhu<\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table class=\"has-fixed-layout\"><tbody><tr><th>Bagian<\/th><th>Sholat Jenazah<\/th><th>Sholat Fardhu<\/th><\/tr><tr><td>Berdiri<\/td><td>Ada bagi yang mampu<\/td><td>Ada bagi yang mampu<\/td><\/tr><tr><td>Takbir<\/td><td>Empat takbir utama<\/td><td>Takbiratul ihram dan takbir perpindahan<\/td><\/tr><tr><td>Rukuk<\/td><td>Tidak ada<\/td><td>Ada<\/td><\/tr><tr><td>Sujud<\/td><td>Tidak ada<\/td><td>Ada<\/td><\/tr><tr><td>Tasyahud<\/td><td>Tidak ada<\/td><td>Ada<\/td><\/tr><tr><td>Al-Fatihah<\/td><td>Dibaca setelah takbir pertama menurut tata cara Syafi&#8217;i<\/td><td>Dibaca pada setiap rakaat<\/td><\/tr><tr><td>Salam<\/td><td>Ada<\/td><td>Ada<\/td><\/tr><tr><td>Tujuan utama<\/td><td>Mendoakan jenazah<\/td><td>Ibadah wajib harian<\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Catatan Perbedaan Fikih<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Panduan ini mengikuti tata cara yang umum digunakan dalam mazhab Syafi&#8217;i di Indonesia. Beberapa rincian, seperti mengangkat tangan pada setiap takbir, posisi tangan, dan jumlah salam, memiliki perbedaan pendapat di kalangan ulama. Perbedaan tersebut perlu disikapi dengan saling menghormati.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Penomoran hadis juga dapat berbeda antarcetakan kitab. Nomor yang dicantumkan mengikuti penomoran yang paling umum dirujuk.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Kesimpulan<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sholat jenazah berhukum fardhu kifayah dan menjadi bagian dari pengurusan jenazah bersama memandikan, mengafani, serta menguburkan. Pelaksanaannya berdiri, terdiri atas empat takbir, dan tidak memiliki rukuk maupun sujud. Urutannya sederhana: Al-Fatihah setelah takbir pertama, shalawat setelah takbir kedua, doa untuk jenazah setelah takbir ketiga, doa penutup setelah takbir keempat, lalu salam.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Perbedaan antara jenazah laki-laki dan perempuan hanya menyangkut keterangan niat, posisi berdiri imam, dan kata ganti dalam doa. Selebihnya sama persis. Karena itu, memahami satu urutan sudah cukup untuk kedua keadaan, asalkan kata ganti doanya diperhatikan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Yang paling penting dijaga adalah ruh ibadahnya, yaitu mendoakan saudara seiman yang telah berpulang. Bagi yang belum hafal, mengikuti imam dan berdoa dengan sepenuh hati sudah bernilai. Perbedaan pendapat dalam rincian pelaksanaan adalah kekayaan fikih yang layak disikapi dengan lapang dada, terlebih di saat keluarga sedang berduka.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Pertanyaan yang Sering Diajukan<\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Apa hukum sholat jenazah?<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Fardhu kifayah. Kewajiban ini gugur dari warga Muslim setempat apabila sudah ada sebagian yang melaksanakannya.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Berapa kali takbir dalam sholat jenazah?<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Empat kali takbir menurut tata cara yang umum diamalkan. Terdapat riwayat sahih tentang lima takbir yang dibahas ulama, namun praktik yang berlaku luas adalah empat takbir.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Apakah sholat jenazah memiliki rakaat?<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tidak. Sholat jenazah tidak dihitung dengan rakaat seperti sholat fardhu, melainkan dengan jumlah takbir.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Apakah sholat jenazah menggunakan rukuk dan sujud?<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tidak ada rukuk, iktidal, sujud, maupun tasyahud. Seluruh rangkaian dikerjakan sambil berdiri bagi yang mampu.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Apa bacaan setelah takbir pertama?<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Surah Al-Fatihah, dan dianjurkan didahului ta&#8217;awudz. Bacaan ini dilafalkan secara pelan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Apa bacaan setelah takbir kedua?<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Shalawat kepada Nabi Muhammad saw., baik versi ringkas maupun Shalawat Ibrahimiyah.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Apa bacaan setelah takbir ketiga?<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Doa khusus untuk jenazah, yang lazim menggunakan lafal dari riwayat &#8216;Auf bin Malik r.a. dalam Sahih Muslim. Bagi yang belum hafal, versi pendek dapat digunakan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Apa bacaan setelah takbir keempat?<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Doa penutup yang memohon agar pahala tidak terhalang, terhindar dari fitnah sepeninggal jenazah, serta ampunan bagi jamaah dan jenazah.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Bagaimana niat sholat jenazah laki-laki?<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Niat berada di dalam hati untuk menyolatkan jenazah laki-laki tersebut secara fardhu kifayah karena Allah Swt. Lafal yang lazim digunakan memakai kata&nbsp;\u0647\u0670\u0630\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u064a\u0650\u0651\u062a\u0650.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Bagaimana niat sholat jenazah perempuan?<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sama, hanya keterangannya disesuaikan dengan menggunakan&nbsp;\u0647\u0670\u0630\u0650\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u064a\u0650\u0651\u062a\u064e\u0629\u0650.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Sumber Rujukan<\/h2>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Al-Qur&#8217;an, Surah Al-Fatihah.<\/li>\n\n\n\n<li>Sahih Al-Bukhari, Kitab al-Jana&#8217;iz, hadis no. 1325, 1332, dan 1335.<\/li>\n\n\n\n<li>Sahih Muslim, Kitab al-Jana&#8217;iz, hadis no. 945, 948, 963, dan 964.<\/li>\n\n\n\n<li>Sunan At-Tirmidzi, hadis no. 1024.<\/li>\n\n\n\n<li>Sunan Abu Dawud, bab sholat jenazah dan anjuran tiga saf.<\/li>\n\n\n\n<li>Matan Al-Ghayah wat Taqrib dan syarahnya Fathul Qarib al-Mujib, fikih mazhab Syafi&#8217;i.<\/li>\n\n\n\n<li>Al-Majmu&#8217; Syarh al-Muhadzdzab, Imam An-Nawawi.<\/li>\n\n\n\n<li>Al-Mughni, Ibnu Qudamah al-Maqdisi.<\/li>\n\n\n\n<li>Kementerian Agama Republik Indonesia, panduan tata cara sholat jenazah dan doanya.<\/li>\n\n\n\n<li>Majelis Ulama Indonesia, penjelasan keutamaan sholat jenazah dan sholat ghaib.<\/li>\n\n\n\n<li>Majelis Tarjih dan Tajdid Muhammadiyah, pembahasan sholat jenazah dan sholat ghaib.<\/li>\n\n\n\n<li>NU Online, doa khusus dalam sholat jenazah bayi dan anak-anak.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sholat jenazah dilaksanakan dengan berdiri bagi yang mampu, empat kali takbir, tanpa rukuk dan sujud. Hukumnya fardhu kifayah. Tata cara&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":2527,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[],"class_list":["post-2526","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-pendidikan"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v28.1 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Tata Cara Sholat Jenazah Lengkap Laki-Laki dan Perempuan Berikut Doanya<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Tata cara sholat jenazah laki-laki dan perempuan lengkap: hukum, syarat, rukun, niat, posisi imam, empat takbir, doa dan bacaannya Arab, Latin, arti.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.itera.ac.id\/blog\/tata-cara-sholat-jenazah-lengkap-laki-laki-dan-perempuan-berikut-doanya\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Tata Cara Sholat Jenazah Lengkap Laki-Laki dan Perempuan Berikut Doanya\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Tata cara sholat jenazah laki-laki dan perempuan lengkap: hukum, syarat, rukun, niat, posisi imam, empat takbir, doa dan bacaannya Arab, Latin, arti.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.itera.ac.id\/blog\/tata-cara-sholat-jenazah-lengkap-laki-laki-dan-perempuan-berikut-doanya\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Itera Blog\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-07-28T01:45:34+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-07-28T01:45:35+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.itera.ac.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/Tata-Cara-Sholat-Jenazah-Lengkap-Laki-Laki-Perempuan-dan-Doa-Bacaannya.png\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1672\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"941\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Rizky Pratama\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Rizky Pratama\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"20 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.itera.ac.id\\\/blog\\\/tata-cara-sholat-jenazah-lengkap-laki-laki-dan-perempuan-berikut-doanya\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.itera.ac.id\\\/blog\\\/tata-cara-sholat-jenazah-lengkap-laki-laki-dan-perempuan-berikut-doanya\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"Rizky Pratama\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.itera.ac.id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/2d0d1b8cbbe0f7a63a6b6d0b0768c0f8\"},\"headline\":\"Tata Cara Sholat Jenazah Lengkap Laki-Laki dan Perempuan Berikut Doanya\",\"datePublished\":\"2026-07-28T01:45:34+00:00\",\"dateModified\":\"2026-07-28T01:45:35+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.itera.ac.id\\\/blog\\\/tata-cara-sholat-jenazah-lengkap-laki-laki-dan-perempuan-berikut-doanya\\\/\"},\"wordCount\":4058,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.itera.ac.id\\\/blog\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.itera.ac.id\\\/blog\\\/tata-cara-sholat-jenazah-lengkap-laki-laki-dan-perempuan-berikut-doanya\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.itera.ac.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/07\\\/Tata-Cara-Sholat-Jenazah-Lengkap-Laki-Laki-Perempuan-dan-Doa-Bacaannya.png\",\"articleSection\":[\"Pendidikan\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.itera.ac.id\\\/blog\\\/tata-cara-sholat-jenazah-lengkap-laki-laki-dan-perempuan-berikut-doanya\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.itera.ac.id\\\/blog\\\/tata-cara-sholat-jenazah-lengkap-laki-laki-dan-perempuan-berikut-doanya\\\/\",\"name\":\"Tata Cara Sholat Jenazah Lengkap Laki-Laki dan Perempuan Berikut Doanya\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.itera.ac.id\\\/blog\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.itera.ac.id\\\/blog\\\/tata-cara-sholat-jenazah-lengkap-laki-laki-dan-perempuan-berikut-doanya\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.itera.ac.id\\\/blog\\\/tata-cara-sholat-jenazah-lengkap-laki-laki-dan-perempuan-berikut-doanya\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.itera.ac.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/07\\\/Tata-Cara-Sholat-Jenazah-Lengkap-Laki-Laki-Perempuan-dan-Doa-Bacaannya.png\",\"datePublished\":\"2026-07-28T01:45:34+00:00\",\"dateModified\":\"2026-07-28T01:45:35+00:00\",\"description\":\"Tata cara sholat jenazah laki-laki dan perempuan lengkap: hukum, syarat, rukun, niat, posisi imam, empat takbir, doa dan bacaannya Arab, Latin, arti.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.itera.ac.id\\\/blog\\\/tata-cara-sholat-jenazah-lengkap-laki-laki-dan-perempuan-berikut-doanya\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.itera.ac.id\\\/blog\\\/tata-cara-sholat-jenazah-lengkap-laki-laki-dan-perempuan-berikut-doanya\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.itera.ac.id\\\/blog\\\/tata-cara-sholat-jenazah-lengkap-laki-laki-dan-perempuan-berikut-doanya\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.itera.ac.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/07\\\/Tata-Cara-Sholat-Jenazah-Lengkap-Laki-Laki-Perempuan-dan-Doa-Bacaannya.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.itera.ac.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/07\\\/Tata-Cara-Sholat-Jenazah-Lengkap-Laki-Laki-Perempuan-dan-Doa-Bacaannya.png\",\"width\":1672,\"height\":941,\"caption\":\"Tata Cara Sholat Jenazah Lengkap Laki-Laki, Perempuan dan Doa Bacaannya\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.itera.ac.id\\\/blog\\\/tata-cara-sholat-jenazah-lengkap-laki-laki-dan-perempuan-berikut-doanya\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.itera.ac.id\\\/blog\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Tata Cara Sholat Jenazah Lengkap Laki-Laki dan Perempuan Berikut Doanya\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.itera.ac.id\\\/blog\\\/blog\\\/wp-json\\\/wp\\\/v2\\\/posts\\\/2526\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.itera.ac.id\\\/blog\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.itera.ac.id\\\/blog\\\/\",\"name\":\"Itera Blog\",\"description\":\"Portal Informasi Berita Indonesia dari Dunia Kampus\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.itera.ac.id\\\/blog\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.itera.ac.id\\\/blog\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.itera.ac.id\\\/blog\\\/#organization\",\"name\":\"Itera Blog\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.itera.ac.id\\\/blog\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.itera.ac.id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.itera.ac.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/07\\\/cropped-pict-1.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.itera.ac.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/07\\\/cropped-pict-1.png\",\"width\":417,\"height\":154,\"caption\":\"Itera Blog\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.itera.ac.id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.itera.ac.id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/2d0d1b8cbbe0f7a63a6b6d0b0768c0f8\",\"name\":\"Rizky Pratama\",\"description\":\"Rizky Pratama merupakan penulis yang berfokus pada isu pendidikan, dunia kampus, beasiswa, kurikulum, dan pengembangan sumber daya manusia. Aktif menyusun artikel berbasis referensi resmi agar informasi yang disampaikan mudah dipahami dan bermanfaat bagi pelajar, mahasiswa, guru, serta masyarakat umum.\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.itera.ac.id\\\/blog\\\/author\\\/rizky\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Tata Cara Sholat Jenazah Lengkap Laki-Laki dan Perempuan Berikut Doanya","description":"Tata cara sholat jenazah laki-laki dan perempuan lengkap: hukum, syarat, rukun, niat, posisi imam, empat takbir, doa dan bacaannya Arab, Latin, arti.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.itera.ac.id\/blog\/tata-cara-sholat-jenazah-lengkap-laki-laki-dan-perempuan-berikut-doanya\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Tata Cara Sholat Jenazah Lengkap Laki-Laki dan Perempuan Berikut Doanya","og_description":"Tata cara sholat jenazah laki-laki dan perempuan lengkap: hukum, syarat, rukun, niat, posisi imam, empat takbir, doa dan bacaannya Arab, Latin, arti.","og_url":"https:\/\/www.itera.ac.id\/blog\/tata-cara-sholat-jenazah-lengkap-laki-laki-dan-perempuan-berikut-doanya\/","og_site_name":"Itera Blog","article_published_time":"2026-07-28T01:45:34+00:00","article_modified_time":"2026-07-28T01:45:35+00:00","og_image":[{"width":1672,"height":941,"url":"https:\/\/www.itera.ac.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/Tata-Cara-Sholat-Jenazah-Lengkap-Laki-Laki-Perempuan-dan-Doa-Bacaannya.png","type":"image\/png"}],"author":"Rizky Pratama","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Rizky Pratama","Est. reading time":"20 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.itera.ac.id\/blog\/tata-cara-sholat-jenazah-lengkap-laki-laki-dan-perempuan-berikut-doanya\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.itera.ac.id\/blog\/tata-cara-sholat-jenazah-lengkap-laki-laki-dan-perempuan-berikut-doanya\/"},"author":{"name":"Rizky Pratama","@id":"https:\/\/www.itera.ac.id\/blog\/#\/schema\/person\/2d0d1b8cbbe0f7a63a6b6d0b0768c0f8"},"headline":"Tata Cara Sholat Jenazah Lengkap Laki-Laki dan Perempuan Berikut Doanya","datePublished":"2026-07-28T01:45:34+00:00","dateModified":"2026-07-28T01:45:35+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.itera.ac.id\/blog\/tata-cara-sholat-jenazah-lengkap-laki-laki-dan-perempuan-berikut-doanya\/"},"wordCount":4058,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.itera.ac.id\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/www.itera.ac.id\/blog\/tata-cara-sholat-jenazah-lengkap-laki-laki-dan-perempuan-berikut-doanya\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.itera.ac.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/Tata-Cara-Sholat-Jenazah-Lengkap-Laki-Laki-Perempuan-dan-Doa-Bacaannya.png","articleSection":["Pendidikan"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.itera.ac.id\/blog\/tata-cara-sholat-jenazah-lengkap-laki-laki-dan-perempuan-berikut-doanya\/","url":"https:\/\/www.itera.ac.id\/blog\/tata-cara-sholat-jenazah-lengkap-laki-laki-dan-perempuan-berikut-doanya\/","name":"Tata Cara Sholat Jenazah Lengkap Laki-Laki dan Perempuan Berikut Doanya","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.itera.ac.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.itera.ac.id\/blog\/tata-cara-sholat-jenazah-lengkap-laki-laki-dan-perempuan-berikut-doanya\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.itera.ac.id\/blog\/tata-cara-sholat-jenazah-lengkap-laki-laki-dan-perempuan-berikut-doanya\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.itera.ac.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/Tata-Cara-Sholat-Jenazah-Lengkap-Laki-Laki-Perempuan-dan-Doa-Bacaannya.png","datePublished":"2026-07-28T01:45:34+00:00","dateModified":"2026-07-28T01:45:35+00:00","description":"Tata cara sholat jenazah laki-laki dan perempuan lengkap: hukum, syarat, rukun, niat, posisi imam, empat takbir, doa dan bacaannya Arab, Latin, arti.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.itera.ac.id\/blog\/tata-cara-sholat-jenazah-lengkap-laki-laki-dan-perempuan-berikut-doanya\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.itera.ac.id\/blog\/tata-cara-sholat-jenazah-lengkap-laki-laki-dan-perempuan-berikut-doanya\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.itera.ac.id\/blog\/tata-cara-sholat-jenazah-lengkap-laki-laki-dan-perempuan-berikut-doanya\/#primaryimage","url":"https:\/\/www.itera.ac.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/Tata-Cara-Sholat-Jenazah-Lengkap-Laki-Laki-Perempuan-dan-Doa-Bacaannya.png","contentUrl":"https:\/\/www.itera.ac.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/Tata-Cara-Sholat-Jenazah-Lengkap-Laki-Laki-Perempuan-dan-Doa-Bacaannya.png","width":1672,"height":941,"caption":"Tata Cara Sholat Jenazah Lengkap Laki-Laki, Perempuan dan Doa Bacaannya"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.itera.ac.id\/blog\/tata-cara-sholat-jenazah-lengkap-laki-laki-dan-perempuan-berikut-doanya\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.itera.ac.id\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Tata Cara Sholat Jenazah Lengkap Laki-Laki dan Perempuan Berikut Doanya","item":"https:\/\/www.itera.ac.id\/blog\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2526"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.itera.ac.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.itera.ac.id\/blog\/","name":"Itera Blog","description":"Portal Informasi Berita Indonesia dari Dunia Kampus","publisher":{"@id":"https:\/\/www.itera.ac.id\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.itera.ac.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.itera.ac.id\/blog\/#organization","name":"Itera Blog","url":"https:\/\/www.itera.ac.id\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.itera.ac.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.itera.ac.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/cropped-pict-1.png","contentUrl":"https:\/\/www.itera.ac.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/cropped-pict-1.png","width":417,"height":154,"caption":"Itera Blog"},"image":{"@id":"https:\/\/www.itera.ac.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.itera.ac.id\/blog\/#\/schema\/person\/2d0d1b8cbbe0f7a63a6b6d0b0768c0f8","name":"Rizky Pratama","description":"Rizky Pratama merupakan penulis yang berfokus pada isu pendidikan, dunia kampus, beasiswa, kurikulum, dan pengembangan sumber daya manusia. Aktif menyusun artikel berbasis referensi resmi agar informasi yang disampaikan mudah dipahami dan bermanfaat bagi pelajar, mahasiswa, guru, serta masyarakat umum.","url":"https:\/\/www.itera.ac.id\/blog\/author\/rizky\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.itera.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2526","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.itera.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.itera.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.itera.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.itera.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2526"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.itera.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2526\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2528,"href":"https:\/\/www.itera.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2526\/revisions\/2528"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.itera.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2527"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.itera.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2526"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.itera.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2526"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.itera.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2526"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}