INSTITUT TEKNOLOGI SUMATERA

"Smart, Friendly, and Forest Campus"

               

Workshop Green Infrastructure Technology


September 21st, 2016 | Posted by: Elin Humas


whatsapp-image-2016-09-21-at-10-10-20-am

whatsapp-image-2016-09-21-at-10-10-11-am

 

In this theme, the workshop will facilitate the participants who are interested in using drone application, covering are aspects of : camera enhancement and real-time data transfer, creating database system, mapping and monitoring for infrastructure management.

TUJUAN

Workshop ini bertujuan untuk mendiseminasi dan mempraktikkan penggunaan inovasi teknologi drone dan sistem informasi geografis untuk perencanaan, pembangunan dan manajemen wilayah dan infratsruktur.

SASARAN

1. Menyebarluaskan pemahaman penggunaan teknologi drone dan sistem informasi geografis untuk perencanaan, pembangunan dan manajemen wilayah dan infratsruktur
2. Meningkatkan kemampuan akademisi, praktisi dan pengambil kebijakan publik yang menjadi peserta workshop dalam praktik menggunakan drone dan sistem informasi geografis untuk perencanaan, pembangunan dan manajemen wilayah dan infratsruktur.

RINGKASAN MATERI WORKSHOP

Workshop ini akan memfasilitasi peserta yang tertarik penggunaan drone, meliputi aspek: perbaikan kualitas citra dan transfer data real-time, pembuatan sistem basis data, pemetaan dan pemantauan untuk perencanaan, pembangunan, dan manajemen wilayah dan infrastruktur.

Teknologi drone untuk perencanaan, pembangunan, dan manajemen wilayah dan infrastruktur:

Data Penginderaan Jauh (Remote Sensing Data) telah banyak digunakan untuk identifikasi dan pemantuan kondisi penggunaan lahan. Penggunaan citra satelit optik seringkali terkendala oleh tutupan awan, ketergantungan pada penyedia data, harga yang relatif mahal, dan waktu akuisisi dan lokasi data yang diperlukan tidak fleksibel. Teknologi pesawat terbang tanpa awak (UAV) telah dikembangkan dan banyak digunakan untuk aplikasi penginderaan jauh untuk perencanaan, pembangunan, dan manajemen wilayah dan infrastruktur. Pesawat tanpa awak (Unmanned Air Vehicle – UAV) yang dilengkapi sensor yang hampir mirip dengan sensor pada satelit memungkinkan memberikan hasil yang dapat digunakan untuk menganalisis kondisi di lapangan secara real-time. Wokshop ini akan menjelaskan bagaimana menggunakan drone (fixed wing drone for mapping) dalam pengambilan data di lapangan sehingga dapat menyajikan peta yang layak dan informatif.

drone1
Fixed wing drone for mapping

Teknologi Sistem Informasi Geografis (SIG) untuk perencanaan, pembangunan, dan manajemen wilayah dan infrastruktur
Sistem informasi geografis adalah suatu sistem yang berbasis komputer dengan kemampuan menangani data bereferensi geografis, yang meliputi pemasukan, pengelolaan atau manajemen data (penyimpanan dan pengaktifan kembali), manipulasi dan analisis, serta keluaran data. Pengertian lain tentang SIG atau Sistem Informasi Berbasis Pemetaan dan Geografi adalah sebuah alat bantu manajemen berupa informasi berbantuan komputer yang berkait erat dengan sistem pemetaan dan analisis terhadap segala sesuatu serta peristiwa-peristiwa yang terjadi di muka bumi. SIG memungkinkan untuk membuat tampilan peta serta menggunakannya untuk keperluan presentasi khususnya dalam kajian Perencanaan Wilayah dan Kota . SIG memungkinkan untuk menggambarkan dan menganalisa informasi dengan cara pandang baru, mengungkap semua keterkaitan yang selama ini tersembunyi, pola, dan kecenderungannya.

Untuk mendukung suatu Sistem Informasi Geografis, pada prinsipnya terdapat dua jenis data, yaitu data spasial dan data non-spasial. Data spasial, yaitu data yang berkaitan dengan aspek keruangan dan merupakan data yang menyajikan lokasi geografis atau gambaran nyata suatu wilayah di permukaan bumi. Umumnya direpresentasikan dalam grafik, peta, atau pun gambar dengan format digital dan disimpan dalam bentuk koordinat x,y (vektor) atau dalam bentuk image (raster) yang memiliki nilai tertentu. Data non-spasial, disebut juga data atribut, yaitu data yang menerangkan keadaan atau informasi-informasi dari suatu objek (lokasi dan posisi) yang ditunjukkan oleh data spasial. Salah satu komponen utama dari Sistem Informasi Geografis adalah perangkat lunak (software). Perangkat lunak ini berfungsi sebagai alat yang dapat membantu dalam memvisualisasikan, mengeksplorasi, menjawab query, dan menganalisis data secara geografis

Manfaat SIG dalam penataan ruang dan pembangunan sarana-prasarana dapat berupa analisis dampak lingkungan, daerah resapan air, kondisi tata ruang kota, pemantauan perizinan, kondisi lalu lintas dan masih banyak lagi. Penataan ruang menggunakan SIG akan menghindarkan terjadinya banjir, kemacetan, infrastruktur dan transportasi, hingga pembangunan perumahan dan perkantoran, dsb. SIG dapat digunakan sebagai alat bantu, baik sebagai tools maupun bahan tutorial utama yang interaktif, dan menarik dalam usaha untuk meningkatkan pemahaman, pembelajaran dan pendidikan mengenai ide-ide atau konsep-konsep lokasi, spasial/keruangan, kependudukan dan unsur-unsur geografis yang terdapat di permukaan bumi berikut data-data atribut yang menyertainya. SIG memiliki kemampuan-kemampuan untuk mengurai unsur-unsur yang terdapat di permukaan bumi dalam bentuk layer atau coverage data spasial. Dengan layer ini permukaan bumi dapat direkonstruksi kembali atau dimodelkan dalam bentuk nyata (real world seperti tiga dimensi) dengan menggunakan data ketinggian beserta layer tematik yang diperlukan. SIG memiliki kemampuan-kemampuan yang sangat baik dalam memvisualisasikan data spasial beserta atribut-atributnya. Model warna, bentuk dan ukuran simbol yang diperlukan untuk merepresentasikan unsur-unsur permukaan bumi dapat dilakukan dengan mudah. Hampir semua operasi termasuk analisisnya yang dimiliki oleh perangkat GIS terutama desktop GIS dapat dilakukan secara interaktif dengan bantuan menu-menu dan help yang bersifat user friendly. SIG dapat menurunkan data-data secara otomatis tanpa keharusan untuk melakukan interprestasi secara manual. Dengan demikian SIG dengan mudah dapat menghasilkan peta-peta lainnya dengan hanya memanipulasi atribut-atributnya.

Perangkat lunak SIG saat ini juga menyediakan fasilitas untuk berkomunikasi dengan aplikasi-aplikasi perangkat lunak lainnya sehingga dapat bertukar data secara dinamis melalui fasilitas OLE (Object Linking and Embedding) maupun driber ODBC (Open Database Connectivity). SIG pada saat ini sudah dapat diimplementasikan sedemikian rupa sehingga dapat bertindak sebagai map-server atau GIS-server yang siap melayani permintaan baik dari clients melalui jaringan lokal maupun jaringan internet (web-based). SIG sangat membantu pekerjaan-pekerjaan yang erat kaitannya dengan bidang-bidang spasial dan geo-informasi. Oleh karena itu, pada saat ini hampir semua disiplin ilmu terutama yang terkait dengan informasi spasial juga mengenal dan menggunakan SIG sebagai alat bantu analisis dan presentasi yang menarik.

Secara garis besar SIG merupakan program komputer yang sangat bermanfaat khususnya dalam dunia perencanaan wilayah dan kota terutama dalam hal penyajian informasi-informasi secara grafis. SIG dapat menyajikan suatu data dengan jelas serta lengkap, dengan menggunakan SIG presentasi dapat disajikan dengan lebih baik karena terbantu dengan fitur-fitur pengolahan dan penyajian data yang dimiliki oleh aplikasi SIG yang baik.

sig
Contoh Penggunaan SIG untuk Pemantauan Pelanggaran Izin Mendirikan Bangunan

webgis
Contoh Penggunaan WebGIS untuk Pemantauan Kondisi Lalu Lintas

PEMATERI

Pemateri Workshop:
1. Prof. Mitra Djamal
2. Arif Rohman, M.T.
3. Harry Yuliansyah, M.Eng
4. M. Bobby Rahman, S.T., M.Si (Han)

PESERTA
Akademisi:
1. Dosen
2. Peneliti
3. Mahasiswa (S1/S2/S3)

Praktisi:

1. Tenaga ahli perencanaan wilayah dan kota
2. Tenaga ahli sistem informasi geografis dan penginderaan jauh
3. Tenaga ahli database dan sistem informasi
4. Tenaga ahli teknik informatika
5. Dll.

Instansi Pemerintah:
Pegawai dilingkungan kementerian/lembaga dan instansi pemerintah daerah provinsi dan kab/kota meliputi:
1. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
2. Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional
3. Badan Informasi Geospasial
4. Lembaga Penerbangan dan Antaraiksa Nasional
5. Bappeda
6. Dinas PU
7. Dinas Tata Kota
8. Dinas Kehutanan
9. Dinas ESDM
10. Dinas Pertanian
11. Dll.

FASILITAS YANG DIDAPAT PESERTA

1. Modul wokshop
2. Data yang digunakan dalam workshop
3. Buku Catatan dan Pulpen
4. Name tag peserta


Tinggalkan Komentar

 


Copyright © 2016 UPT TIK - Institut Teknologi Sumatera (ITERA)