INSTITUT TEKNOLOGI SUMATERA

"Smart, Friendly, and Forest Campus"

               

Pemantauan Gerhana Bulan Total di ITERA


Juli 30th, 2018 | Posted by: Elin Humas


Print Friendly, PDF & Email

Tim Observatorium Astronomi ITERA Lampung (OAIL) menggelar pengamatan gerhana bulan total (GBT) pada Jumat (27/7/2018) malam hingga Sabtu (28/7/2018) pagi. Kegiatan ini diikuti puluhan orang mulai dari mahasiswa hingga masyarakat umum. Selain mengamati fase gerhana mulai dari fase awal, puncak gerhana, hingga fase akhir, peserta juga diberi pengetahuan serta diajak mengamati beberapa objek langit.
Fase GBT mulai tampak pada 28 Juli 2018 pada pukul 00.13 WIB dinihari, dan kemudian mencapai puncaknya pada pukul 03.21 WIB. Fase gerhana berakhir pada pukul 06.30 WIB. Pengamatan dilakukan dengan menggunakan beberapa teleskop yakni teleskop Baride, GSO, dan Meade.

Seperti yang diketahui, GBT kali ini menjadi sangat langka karena posisi bulan berada pada titik terjauh dengan bumi (apogee) sehingga bulan akan tampak lebih kecil dan menyebabkan durasi puncak gerhana akan lebih panjang yaitu 1 jam 43 menit. Durasi ini menjadi durasi gerhana terpanjang di abad ke-21.
Tak hanya itu, GBT kemarin juga terjadi bersamaan dengan fenomena oposisi Mars yaitu posisi Matahari-Bumi-Mars berada pada satu garis lurus di bidang Tata Surya, dan Mars berada pada jarak terdekatnya dengan Bumi. Kondisi ini akan membuat Mars terlihat kemerahan di arah selatan Bulan Purnama.
Saat oposisi, piringan Mars akan tampak lebih besar dan jadi lebih terang bagi pengamat di Bumi. Tapi, perbesarannya juga tidak akan signifikan jika hanya dilihat dengan mata telanjang. Tanpa teleskop, Mars tetap tampak sebagai titik merah terang di langit malam. Mars terbit di rasi Capricorn setelah Matahari terbenam dan dapat teramati sepanjang malam sampai fajar.

Keistimewaan lain pada GBT bulan Juli ini adalah berbarengan dengan fenomena puncak hujan meteor Delta Aquarid yang dapat dilihat pada arah rasi bintang Aquarius. Puncak hujan meteor ini berlangsung mulai Sabtu dini hari sampai matahari terbit. Sebanyak 20 meteor per jam akan melesat dari arah rasi Aquarius di puncak langit. Delta Aquarid yang mestinya terganggu cahaya bulan purnama, malah menjadi ideal karena Bulan akan bercahaya merah temaram selama gerhana.


Tinggalkan Komentar

 



Copyright © 2016 UPT TIK - Institut Teknologi Sumatera (ITERA)